Senator senior Partai Demokrat di Komite Investigasi Senat Amerika Serikat, Richard Blumenthal, resmi meluncurkan penyelidikan mendalam terhadap kemitraan finansial antara firma Wall Street Cantor Fitzgerald dan penerbit stablecoin terbesar di dunia, Tether. Dalam surat resmi yang dikirimkan pada Kamis (8/10/2026), Blumenthal menuntut transparansi penuh terkait pengelolaan puluhan miliar dolar cadangan kas USDT yang disimpan di bawah kustodi Cantor Fitzgerald di AS. Langkah agresif ini menyoroti kekhawatiran regulator federal atas dugaan pemanfaatan stablecoin dalam transaksi keuangan gelap global, kepatuhan terhadap sanksi internasional, serta potensi konflik kepentingan yang melibatkan pejabat tinggi pemerintahan Donald Trump.
Tuntutan Pengawasan Kustodi Cadangan dan Pelanggaran Sanksi
Penyelidikan resmi ini ditujukan langsung kepada CEO Cantor Fitzgerald, Brandon Lutnick. Brandon mengambil alih kepemimpinan firma pialang terkemuka tersebut setelah sang ayah, Howard Lutnick, mundur untuk menjabat sebagai Menteri Perdagangan AS di bawah kabinet Presiden Donald Trump. Cantor Fitzgerald saat ini memegang peran krusial sebagai kustodian utama yang mengelola mayoritas portofolio aset cadangan Tether di wilayah yurisdiksi AS, termasuk surat utang negara (US Treasury bills) bernilai puluhan miliar dolar.
Blumenthal secara spesifik menyoroti disparitas operasional Tether yang mengklaim berpusat di luar negeri namun menaruh keamanan keuangannya di Wall Street. Senator asal Connecticut tersebut meminta laporan mendetail mengenai langkah-langkah mitigasi risiko, uji tuntas perbankan, dan pengawasan sanksi yang diterapkan Cantor. Fokus pengawasan mencakup dugaan keterlibatan transaksi USDT dalam jaringan perbankan bayangan (shadow banking) Iran serta skema penghindaran sanksi ekonomi oleh entitas terafiliasi Rusia.
Dugaan Keuntungan Finansial dan Konflik Kepentingan Pejabat
Dalam surat resminya, Blumenthal menggarisbawahi besarnya keuntungan finansial yang diraup Cantor Fitzgerald dari imbal hasil bunga obligasi pemerintah AS melalui pengelolaan cadangan Tether. Menurut Blumenthal, kemitraan strategis ini menghasilkan pundi-pundi pendapatan signifikan bagi kedua belah pihak di tengah meningkatnya volume peredaran stablecoin global. Blumenthal mempertanyakan apakah Cantor Fitzgerald telah melakukan audit kepatuhan independen terhadap miliaran dolar aliran dana yang mengalir ke instrumen pasar uang AS.
"Sama seperti Tether yang meraup jutaan dolar keuntungan dari bunga dan investasi atas stablecoin yang digunakan dalam aktivitas terlarang, Cantor Fitzgerald juga menikmati keuntungan besar dari hubungannya dengan Tether," tegas Blumenthal dalam surat investigasi tersebut. Ia juga menambahkan bahwa meskipun Tether secara formal mengklaim beroperasi dari El Salvador, sebagian besar aset riilnya berada di AS di bawah pengawasan Cantor, sehingga kemitraan ini menjadi pintu masuk utama bagi Kongres untuk membedah ekosistem aset digital secara transparan.
Ancaman Wewenang Subpoena Kongres dan Implikasi Pasar Kripto
Langkah investigasi ini berpotensi mengubah peta regulasi aset digital di Washington secara drastis menjelang pemilihan umum legislatif mendatang. Sebagai anggota minoritas di Subkomite Permanen untuk Investigasi Senat, kewenangan Blumenthal saat ini masih terbatas pada permintaan informasi sukarela. Namun, apabila Partai Demokrat berhasil merebut kembali kendali mayoritas kursi Senat, Blumenthal dan jajaran regulator kritis seperti Senator Elizabeth Warren diproyeksikan memimpin komite kunci dengan hak panggilan paksa (subpoena power) yang mengikat secara hukum.
Kekhawatiran industri semakin menguat seiring proyeksi pasar taruhan berbasis blockchain yang memperkirakan peralihan kekuatan politik di Capitol Hill. Data pasar prediksi terdesentralisasi Polymarket mencatat peluang kemenangan Demokrat untuk merebut kursi mayoritas Senat berada di angka 64%, sementara platform Kalshi menempatkan probabilitas tersebut di level 61%. Jika wewenang panggilan paksa terealisasi, pemanggilan saksi di bawah sumpah terhadap manajemen Cantor Fitzgerald dan Tether dinilai analis pasar dapat memicu tekanan regulasi baru serta volatilitas tinggi terhadap dominasi likuiditas USDT di pasar kripto global.
Sumber: CoinDesk



