Keamanan

Riset Global Ledger: 10 Bursa Tampung $187 Miliar Dana Berisiko

Riset Global Ledger: 10 Bursa Tampung $187 Miliar Dana Berisiko

Key Takeaways

Riset Global Ledger mengungkap 10 bursa kripto kuasai 90,9% inflow berisiko senilai $187,75 miliar, didominasi sanksi dan transaksi USDT di jaringan Tron.

Laporan riset forensik bertajuk High-Risk Benchmark yang dirilis oleh perusahaan analitik blockchain Global Ledger mengungkapkan bahwa sebanyak 99 bursa kripto terpusat (CEX) mencatat total eksposur dana berisiko tinggi sebesar $187,75 miliar sepanjang periode 2021 hingga 2025. Studi komprehensif ini meneliti aliran dana deposit dan penarikan senilai total $36,28 triliun yang melibatkan tiga aset utama, yakni Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), serta Tether (USDT) di jaringan Tron. Temuan investigasi ini menunjukkan konsentrasi risiko yang sangat timpang di industri aset digital, di mana hanya 10 platform bursa kripto menguasai 90,9% dari seluruh total aliran dana masuk (inflow) berisiko yang teridentifikasi secara on-chain.

Dominasi Sanksi Global dan Lonjakan Transaksi USDT Tron

Hasil penelusuran forensik Global Ledger mencatat bahwa kategori sanksi internasional telah berkembang pesat menjadi pemicu risiko terbesar bagi bursa terpusat. Sepanjang rentang waktu lima tahun, keterkaitan dengan entitas yang masuk dalam daftar hitam sanksi global menyumbang eksposur gabungan fantastis senilai $74,09 miliar. Pergeseran tren kejahatan finansial terlihat sangat mencolok pada tahun 2025, di mana pelanggaran sanksi berkontribusi terhadap 62,2% dari total setoran berisiko dan 53,8% dari total penarikan berisiko di seluruh platform yang dianalisis.

Kondisi tersebut menandai perubahan drastis dibandingkan tahun 2021, ketika penipuan (fraud) dan aksi peretasan (hacks) mendominasi lebih dari 80% aliran dana masuk terlarang. Pada tahun 2025, aliran masuk dari kasus penipuan menyusut menjadi $4,16 miliar dan peretasan turun ke $1,51 miliar, sementara arus dana terkait sanksi melonjak tajam menyentuh $11,02 miliar. Bersamaan dengan dinamika ini, stablecoin USDT pada jaringan Tron menjadi instrumen utama yang paling banyak dimanfaatkan pelaku, mencakup 68% setoran berisiko dan 80,4% penarikan berisiko pada 2025, menggantikan dominasi Bitcoin yang porsinya anjlok dari 83,1% pada 2021 menjadi hanya 11%.

Modus Transaksi Bernilai Besar dan Pencucian Uang Berlapis

Analisis rantai blok turut menyoroti pergeseran taktik pelaku pencucian uang yang kini lebih mengandalkan transaksi bernilai raksasa dan skema transfer berlapis. Riset ini mengidentifikasi 5.878 transaksi setoran berukuran jumbo di atas $1 juta yang memindahkan dana berisiko senilai $33,77 miliar. Angka tersebut mencerminkan 37,24% dari total nilai deposit berisiko di bursa kripto, meskipun dari segi volume frekuensi, transaksi berskala besar ini hanya mewakili 0,02% dari keseluruhan transaksi deposit yang ditandai oleh sistem analitik.

Selain konsentrasi nominal, rata-rata nilai per transaksi berisiko melonjak signifikan dari hanya $392 pada 2021 menjadi $5.237 pada 2025, seiring penurunan jumlah transaksi tahunan dari 155 juta menjadi 6,6 juta transaksi. Metodologi pelacakan yang menelusuri hingga lima lompatan transfer rantai blok (blockchain hops) menemukan bahwa jarak rata-rata berbobot nilai antara bursa dan entitas berisiko meningkat dari 1,51 lompatan pada 2021 menjadi 2,73 lompatan pada 2025. Fakta ini menegaskan bahwa pelaku kejahatan kian canggih dalam menyamarkan jejak transaksi melalui berbagai dompet perantara sebelum dana dialirkan ke bursa terpusat.

Jeratan Sanksi Garantex dan Kepatuhan Bursa Terpusat

Laporan Global Ledger secara spesifik menyoroti ketahanan jaringan bursa kripto Rusia, Garantex, yang tetap terhubung erat dengan 99 bursa yang diteliti selama hampir tiga tahun pasca dijatuhi sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada April 2022. Keterkaitan tersebut baru terputus secara drastis setelah operasi gabungan aparat penegak hukum AS, Jerman, dan Finlandia berhasil menyita server infrastruktur serta tiga domain web Garantex pada Maret 2025, disertai pembekuan dana lebih dari $26 juta. Langkah represif internasional tersebut berhasil memangkas rata-rata aliran masuk harian terkait Garantex sebesar 98,9% dan aliran keluar hingga 99,7%.

Merespons semakin ketatnya pengawasan otoritas global seperti perluasan sanksi Kementerian Luar Negeri Jepang dan Inggris, bursa terpusat global mulai memperketat protokol manajemen risiko secara mandiri. CEO OKX Star Xu menegaskan bahwa deposit yang terdeteksi memiliki kedekatan dengan sumber berisiko tinggi, seperti grup escrow Telegram dan jaringan Huiwang, akan langsung memicu audit kepatuhan internal minimal selama 15 hari disertai pembatasan fungsi akun dan penahanan aset. Riset ini menegaskan urgensi penyelarasan sistem kepatuhan bursa dengan kerangka regulasi global seperti MiCA di Uni Eropa guna memitigasi risiko hukum dan penularan kejahatan finansial lintas batas.

Sumber: Global Ledger dan TokenPost

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar