Komisi Pasar Modal Yunani (Hellenic Capital Market Commission/HCMC) secara resmi membantah klaim intervensi politik dari Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde terkait permohonan lisensi regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) milik bursa kripto Binance. Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan langkah bersejarah Yunani yang untuk pertama kalinya resmi memasukkan empat penyedia aset kripto ke dalam daftar register terpadu European Securities and Markets Authority (ESMA). Masuknya entitas domestik tersebut menandai kepatuhan penuh Yunani terhadap kerangka regulasi aset kripto terpadu Uni Eropa sekaligus memperjelas batas yurisdiksi pengawasan finansial di kawasan Mediterania.
HCMC Tolak Kategoris Klaim Intervensi Politik ECB terhadap Binance
Otoritas pengawas pasar modal Yunani menegaskan tidak pernah menerima tekanan politik maupun komunikasi rahasia dari pimpinan Bank Sentral Eropa dalam proses peninjauan regulasi Binance. Pernyataan tegas ini dirilis untuk menyanggah laporan investigasi Wall Street Journal (WSJ) pada 18 September lalu, yang mengklaim seorang pejabat HCMC memberi tahu perwakilan Binance bahwa Presiden ECB Christine Lagarde secara langsung meminta Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis guna membatalkan persetujuan lisensi MiCA bagi platform pertukaran aset digital tersebut.
Dalam tanggapan tertulis resmi yang dikonfirmasi kepada media pada Selasa (29/9/2026), perwakilan HCMC menyatakan bahwa lembaga tersebut menolak secara kategoris seluruh tuduhan dan narasi yang diatribusikan kepada jajaran pimpinannya. "HCMC secara tegas menolak pernyataan yang dialamatkan kepada institusi kami. Tidak ada satu pun pejabat HCMC yang pernah menjalin komunikasi dengan pejabat ECB mengenai persoalan ini, dan tidak ada pernyataan seperti yang diberitakan pernah dilontarkan oleh pejabat HCMC," tegas perwakilan regulator tersebut. Pihak otoritas juga menambahkan bahwa mereka tidak menerima instruksi apa pun dari Perdana Menteri Mitsotakis maupun Kementerian Keuangan Yunani.
Sebelum mencuatnya laporan dugaan intervensi tersebut, Binance sejatinya telah secara sukarela menarik berkas permohonan lisensinya di Yunani pada 24 Juni lalu sebelum HCMC mengeluarkan keputusan formal. Pihak Binance sendiri menolak mengomentari spekulasi politis tersebut namun kembali menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan untuk mematuhi regulasi Eropa dan mengamankan status berizin di bawah kerangka MiCA di yurisdiksi anggota lainnya.
Masuknya 4 Entitas Perdana dan Pembagian Pengawasan Otoritas Yunani
Terlepas dari dinamika perizinan bursa global tersebut, pembaruan data resmi register MiCA ESMA mengonfirmasi bahwa Yunani kini telah meloloskan empat penyedia layanan aset kripto (Crypto-Asset Service Providers/CASP). Keempat entitas tersebut meliputi tiga perusahaan teknologi finansial lokal yakni BCash, Xenios Blockchain Group, dan Capital Wallet Greece, serta satu raksasa industri perbankan konvensional negara tersebut, Piraeus Bank.
Kehadiran nama Piraeus Bank bersamaan dengan tiga entitas kripto murni memperlihatkan bagaimana Yunani membagi wewenang pengawasan aset kripto nasional secara terpisah. Dalam struktur implementasi MiCA Yunani, HCMC bertindak sebagai otoritas kompeten yang mengawasi operasional BCash, Xenios Blockchain Group, dan Capital Wallet Greece. Sementara itu, Bank of Greece (bank sentral nasional) ditetapkan sebagai regulator pengawas tunggal bagi Piraeus Bank guna menjamin kepatuhan cadangan likuiditas serta tata kelola risiko perbankan terintegrasi.
Pendaftaran entitas Yunani ini berjalan beriringan dengan masuknya enam penyedia aset kripto tambahan dari Jerman, Prancis, dan Slovenia pada pekan yang sama. Dengan pembaruan terkini dari berbagai negara anggota tersebut, total entitas unik berlisensi di dalam register terpusat MiCA ESMA kini telah mencapai 359 entitas, mempertegas percepatan standardisasi regulasi finansial Web3 di Benua Biru.
Implikasi Hak Paspor MiCA dan Babak Baru Industri Kripto Eropa
Peristiwa ini menyoroti signifikansi mekanisme hak paspor (passporting system) yang menjadi pilar fundamental dalam rezim regulasi MiCA Uni Eropa. Di bawah aturan ini, penyedia layanan kripto yang berhasil memperoleh otorisasi penuh di salah satu negara anggota secara otomatis berhak memasarkan dan memperluas layanannya ke seluruh 27 negara Uni Eropa tanpa harus melalui proses perizinan bilateral yang berbelit-belit di setiap yurisdiksi domestik.
Besarnya nilai strategis paspor MiCA inilah yang menjadikan proses perizinan entitas berskala internasional seperti Binance diawasi sangat ketat oleh pembuat kebijakan makroekonomi kawasan Euro. Di sisi lain, keberhasilan bank komersial besar seperti Piraeus Bank dalam mengamankan status terdaftar menunjukkan babak baru konvergensi antara perbankan tradisional dan aset digital, di mana institusi finansial mapan semakin agresif mengadopsi instrumen kripto di bawah perlindungan hukum yang jelas.
Bagi ekosistem kripto Eropa secara keseluruhan, ketegasan HCMC dan bertambahnya ratusan entitas berlisensi di register ESMA membuktikan bahwa kerangka MiCA telah beroperasi efektif dalam menyaring pelaku industri berdasarkan standar kepatuhan tinggi tanpa mengorbankan transparansi kelembagaan.
Sumber: Cointelegraph



