Perusahaan teknologi finansial yang tercatat di bursa Nasdaq, Perpetuals.com (PDC), resmi mengajukan pemberitahuan pembukaan pasar perdagangan saham Amerika Serikat tertokenisasi kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Rabu (14/10/2026). Inisiatif yang dipimpin langsung oleh Chief Executive Officer Patrick Gruhn ini memanfaatkan kerangka izin khusus inovasi (innovation exemption) berdurasi lima tahun dari regulator pasar modal federal. Langkah strategis tersebut menjadikan Perpetuals entitas institusional kedua di AS yang menempuh jalur deregulasi tokenisasi ekuitas setelah konsorsium OKXICE, sekaligus menandai era baru perdagangan saham Wall Street di atas rel jaringan blockchain publik secara teregulasi.
Kerangka Innovation Exemption SEC dan Hak Penuh Investor
Kerangka innovation exemption yang diluncurkan SEC pada September lalu memberikan dispensasi operasional bagi pasar perdagangan terpilih untuk memperdagangkan saham AS di atas jaringan blockchain publik tanpa kewajiban mendaftar penuh sebagai bursa efek tradisional (national securities exchange). Aturan baru ini menetapkan standar kepatuhan ketat di mana setiap token saham wajib membawa hak pemegang saham yang setara dengan instrumen ekuitas konvensional, termasuk hak perolehan dividen tunai dan hak suara (voting rights) dalam rapat umum pemegang saham. Selain itu, korporasi emiten memiliki tenggat waktu 30 hari untuk menyatakan keberatan apabila saham perusahaannya didaftarkan pada bursa tertokenisasi.
Bagi Patrick Gruhn, langkah ini merupakan babak lanjutan dalam pengembangan token ekuitas setelah sebelumnya mendirikan Digital Assets AG di Swiss yang bekerja sama dengan firma investasi CM-Equity. Format instrumen baru ini secara mendasar berbeda dari produk derivatif sintetis masa lalu yang sempat diterbitkan di bursa kripto tanpa hak suara emiten. Gruhn menegaskan bahwa tim Perpetuals telah lama memelopori tokenisasi aset, dan perluasan yurisdiksi ke pasar Amerika Serikat memungkinkan pemanfaatan teknologi infrastruktur serta rekam jejak kepatuhan yang telah mereka bangun secara optimal.
Arsitektur Likuiditas AMM dan Jaringan Kronos X Public
Operasional bursa saham tertokenisasi ini akan dikelola oleh anak perusahaan yang berbasis di Delaware, Kephas Corporation. Berbeda dari sistem buku pesanan (order book) konvensional Wall Street, mekanisme eksekusi transaksi dirancang menggunakan kumpulan likuiditas automated market maker (AMM) berizin (permissioned). Tahap awal perdagangan akan diluncurkan di atas jaringan Kronos X Public, sebuah rantai Layer-2 kompatibel Ethereum yang dikembangkan langsung oleh tim Perpetuals guna menjamin kecepatan penyelesaian transaksi dan efisiensi biaya gas.
Setiap aset saham tertokenisasi dalam liquidity pool AMM tersebut akan dipasangkan secara langsung dengan stablecoin USDC yang diterbitkan Circle. Integrasi ini memungkinkan investor yang memenuhi kualifikasi kepatuhan (KYC/AML) memperdagangkan saham perusahaan publik AS dengan agunan likuiditas dolar digital on-chain. Perusahaan menargetkan aktivitas perdagangan dapat dimulai paling cepat pada pertengahan November 2026 setelah melewati masa tunggu keterbukaan publik selama 30 hari, penuntasan audit keamanan kontrak pintar, serta verifikasi integrasi feed data pasar.
Kinerja Keuangan Korporasi dan Ekspansi Ekosistem RWA
Langkah ekspansi ke sektor aset dunia nyata (real-world assets/RWA) di pasar AS ini memperkuat portofolio teknologi Perpetuals yang sebelumnya telah mengoperasikan Perpetual Markets MTF di Siprus di bawah regulasi MiFID II dan kerangka Markets in Crypto-Assets (MiCA) Uni Eropa. Berdasarkan laporan keuangan resmi yang berakhir pada April lalu, Perpetuals membukukan total aset perusahaan sebesar $65,2 juta dengan beban kerugian bersih tahunan mencapai $17,6 juta seiring tingginya investasi belanja modal untuk riset infrastruktur dan kepatuhan hukum.
Selain pasar saham AS, perseroan juga menjalin kemitraan strategis dengan Datavault AI guna menyediakan rel perdagangan komoditas fisik tertokenisasi seperti tembaga dan emas dengan target penerbitan melampaui $300 juta. Manajemen memastikan seluruh alamat kontrak pintar (smart contract addresses) yang beroperasi di jaringan mainnet serta dokumen keterbukaan emiten akan dipublikasikan secara transparan sebelum perdagangan resmi dibuka untuk publik.
Sumber: CoinDesk



