Keamanan

Peretas Drift Cuci 25.700 ETH Senilai $61 Juta ke Tornado Cash

Peretas Drift Cuci 25.700 ETH Senilai $61 Juta ke Tornado Cash

Key Takeaways

Dompet peretas Drift Protocol mencuci 25.700 ETH senilai $61 juta ke Tornado Cash usai 2 bulan pasif. Pelaku asal Korut kini masih menguasai 81.454 Ether.

Alamat dompet digital yang terafiliasi dengan insiden peretasan bursa derivatif Drift Protocol kembali aktif setelah dua bulan dorman. Pelaku memindahkan dana sebanyak 25.700 Ether (ETH) senilai US$61 juta (sekitar Rp998 miliar) ke protokol pencampur kripto Tornado Cash hanya dalam rentang waktu dua jam pada Selasa (20/10/2026). Langkah pencucian dana terdesentralisasi berskala besar ini terpantau langsung melalui data on-chain oleh platform analitik blockchain Lookonchain dan Arkham Intelligence, menandai eskalasi baru dalam upaya pengaburan jejak aset curian dari salah satu eksploitasi protokol terbesar tahun ini.

Manuver On-Chain 25.700 ETH Menuju Mixer Kripto

Aktivitas pemindahan aset ini mengakhiri masa jeda selama lebih dari 60 hari sejak transaksi mencurigakan terakhir yang tercatat pada jaringan publik. Berdasarkan data telemetri blockchain yang dihimpun Lookonchain, pelaku mengeksekusi serangkaian setoran terfragmentasi ke smart contract Tornado Cash guna memutus rantai penelusuran forensik sebelum dana tersebut berpotensi dicairkan melalui pasar gelap atau bursa tanpa prosedur kepatuhan.

Kendati telah menyalurkan 25.700 ETH ke protokol mixer, dompet cadangan milik peretas diketahui masih menyimpan aset dalam jumlah masif. Analisis Arkham Intelligence mengonfirmasi bahwa alamat utama peretas saat ini masih menguasai 81.454 ETH dengan nilai pasar ditaksir mencapai US$194 juta (sekitar Rp3,18 triliun). Konsentrasi kepemilikan sebesar itu menimbulkan ancaman likuiditas laten terhadap ekosistem pasar spot Ethereum jika pelaku sewaktu-waktu melepas aset ke bursa derivatif.

Jejak Sindikat Siber Korut dan Temuan Investigasi Mandiant

Eksploitasi terhadap Drift Protocol, bursa terdesentralisasi (DEX) kontrak perpetual terkemuka di jaringan Solana, pertama kali terjadi pada 1 April 2026 dan mengakibatkan total kerugian likuiditas mencapai US$295 juta. Kerentanan pada sistem kalkulasi margin dan pembaruan oracle dimanfaatkan oleh pelaku untuk menguras cadangan modal protokol secara instan dalam salah satu serangan terkoordinasi paling kompleks di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Laporan investigasi forensik siber yang dirilis oleh firma keamanan terkemuka Mandiant pada Juni 2026 mengaitkan serangan tersebut secara definitif dengan kelompok peretas UNC6862. Entitas ancaman siber ini diketahui terafiliasi erat dengan badan intelijen militer Korea Utara (DPRK), yang secara historis rutin memanfaatkan operasi pencurian aset kripto dan protokol mixer terlarang untuk membiayai program senjata pemerintah mereka di tengah sanksi internasional.

Kompensasi Token DFX dan Tantangan Regulasi Tornado Cash

Guna memitigasi dampak finansial bagi para korban peretasan, tim pengembang Drift Protocol telah meresmikan pembukaan klaim token pemulihan DFX (Drift Recovery Token) sejak 1 Oktober 2026. Skema ini memberikan hak klaim kepada para pengguna terdampak atas kolam pemulihan likuiditas khusus yang pada tahap peluncuran awal baru mengumpulkan cadangan modal sebesar US$3,1 juta, sebuah selisih pemulihan yang masih sangat lebar jika dibandingkan dengan total kerugian US$295 juta.

Di sisi lain, pergerakan dana ke Tornado Cash ini kembali menegaskan efektivitas terbatas dari sanksi lembaga keuangan global seperti Office of Foreign Assets Control (OFAC) Amerika Serikat terhadap infrastruktur kontrak pintar tanpa izin. Meskipun kontrak cerdas Tornado Cash berada di bawah daftar hitam internasional dan menghadapi pemblokiran antarmuka frontend, desentralisasi protokol di tingkat jaringan blockchain tetap memungkinkan aktor ancaman negara melarutkan jejak transaksi kripto tanpa hambatan teknis.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar