Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) secara resmi melarang seluruh personel militer dan staf sipil menggunakan informasi operasional rahasia maupun non-publik untuk memasang taruhan di platform pasar prediksi berbasis blockchain dan bursa derivatif seperti Polymarket dan Kalshi. Instruksi tegas ini diterbitkan melalui memorandum resmi yang ditandatangani langsung oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Selasa, 22 Oktober 2026. Kebijakan ini menyasar aktivitas transaksi finansial terlarang yang memanfaatkan kebocoran data taktis sebelum misi militer dieksekusi, menyusul serangkaian skandal kebocoran intelijen yang dieksploitasi oknum tentara untuk meraup keuntungan pribadi di pasar kontrak event kripto.
Memo Pete Hegseth: Lindungi Nyawa Pasukan dan Cegah Konflik Kepentingan
Hegseth menegaskan dalam memo yang dikirimkan kepada para pimpinan senior militer dan badan pertahanan bahwa larangan ini mencakup seluruh informasi rahasia (classified) maupun informasi internal yang belum dirilis ke publik (unclassified). Menurut Hegseth, keberadaan pasar prediksi berbasis buku pesanan likuid di ekosistem Web3 telah menjadi radar pemantauan bagi intelijen musuh. Lonjakan volume atau taruhan ganjil pada kontrak peristiwa militer berpotensi membocorkan jadwal serangan mendadak serta membahayakan keselamatan pasukan di garis depan medan pertempuran.
"Jangan salah paham mengapa masalah ini sangat krusial. Musuh-musuh kita memantau pergerakan di pasar-pasar ini," tulis Hegseth dalam petikan memo resminya. "Nyawa para anggota dinas militer kita kerap bergantung pada ketidaktahuan musuh mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya."
Selain faktor keamanan operasional (OPSEC), Hegseth menyoroti bahaya distorsi psikologis dan konflik kepentingan finansial di kalangan perwira dan analis militer. Keterlibatan modal pribadi dalam taruhan hasil pertempuran dikhawatirkan dapat merusak objektivitas pengambilan keputusan strategis. "Di luar keamanan operasional, taruhan finansial dapat membelokkan penilaian profesional. Seorang petugas logistik yang mempertaruhkan uangnya pada tanggal penyerangan tertentu memiliki kepentingan pribadi atas tanggal tersebut. Begitu pula seorang analis yang memiliki posisi terbuka pada suatu hasil pertempuran akan memiliki kepentingan bias terhadap hasil tersebut," tegas Hegseth.
Skandal Prajurit Van Dyke dan Preseden Insider Trading di Polymarket
Langkah protektif Pentagon ini diambil menyusul dakwaan pidana federal pada April 2026 terhadap seorang prajurit Angkatan Darat AS, Gannon Ken Van Dyke. Jaksa penuntut umum menuduh Van Dyke menyalahgunakan dokumen rahasia terkait operasi penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro untuk memasang taruhan di Polymarket. Berbekal pengetahuan awal mengenai rencana militer tersebut, Van Dyke meraup keuntungan finansial lebih dari $400.000 (sekitar Rp6,5 miliar). Jaksa mendakwa Van Dyke terlibat langsung dalam perencanaan misi sebelum akhirnya memperdagangkan kontrak prediksi terkait penggulingan kekuasaan di Caracas.
Fenomena kebocoran intelijen militer ke pasar prediksi on-chain tidak hanya terjadi di AS. Pada Februari 2026, otoritas penegak hukum Israel juga menangkap dan mendakwa seorang tentara cadangan serta warga sipil atas dugaan pemanfaatan informasi pertahanan rahasia. Keduanya kedapatan memasang taruhan di Polymarket terkait waktu serangan udara presisi militer Israel terhadap target-target strategis di Iran. Kasus-kasus tersebut membuktikan bahwa likuiditas pasar prediksi kripto telah menjadi magnet bagi insider trading berbasis data pertahanan berisiko tinggi.
Implikasi Regulasi bagi Industri Pasar Prediksi dan Pengawasan Federal
Kebijakan Pentagon memberikan tekanan kepatuhan baru bagi operator pasar prediksi seperti Polymarket yang berbasis terdesentralisasi di jaringan Polygon serta Kalshi yang beroperasi di bawah regulasi Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC). Meski Kalshi menerapkan protokol identifikasi nasabah (KYC) ketat, identifikasi dini akun milik personel militer yang memanfaatkan informasi orang dalam tetap menjadi tantangan besar. Di sisi lain, sifat anonim semu dompet non-kustodian di Polymarket semakin memperumit pengawasan penegak hukum federal tanpa bantuan analisis forensik on-chain mendalam.
Regulator pasar modal dan derivatif di Washington kini memperketat pengawasan terhadap kontrak acara (event contracts) yang bersinggungan langsung dengan geopolitik dan keamanan nasional. CFTC bersama instansi penegak hukum militer diperkirakan akan memperluas kerangka koordinasi audit transaksi guna mendeteksi dompet atau entitas yang menempatkan posisi taruhan presisi sebelum manuver militer berlangsung. Keputusan Pentagon menegaskan bahwa integrasi instrumen keuangan Web3 ke ranah riil kini menuntut batasan etika dan kepatuhan hukum yang ketat demi menjaga kedaulatan negara.
Sumber: CoinTelegraph



