Domain utama bursa aset kripto terbesar Amerika Serikat, Coinbase (coinbase.com), resmi diblokir di wilayah Taiwan menyusul terbitnya penetapan yudisial Pengadilan Distrik New Taipei. Pengguna internet di Taiwan yang mencoba mengakses situs resmi bursa tersebut dialihkan secara otomatis ke laman peringatan pemblokiran pemerintah sejak Rabu (14/10/2026). Perintah pembatasan akses digital berskala nasional ini secara tegas mengacu pada dugaan pelanggaran Undang-Undang Pemilihan dan Penarikan Pejabat Publik Taiwan (Public Officials Election and Recall Act), menempatkan platform perdagangan kripto global berlisensi di bawah pengawasan ketat aparat penegak hukum pemilu setempat.
Putusan Pidana Pengadilan Distrik New Taipei dan Eksekusi DNS RPZ
Pengalihan akses situs web coinbase.com mulai terdeteksi pertama kali pada pukul 14.49 waktu Taipei (06.49 UTC). Laman pemblokiran resmi peradilan secara gamblang mencantumkan nomor perkara pidana 115年度聲扣字第55號 (Perkara Nomor 55 Tahun 115 Penetapan Penyitaan Pidana) yang diterbitkan langsung oleh Pengadilan Distrik New Taipei. Langkah ini meluruskan disinformasi yang sempat beredar di kalangan komunitas media sosial lokal yang menduga bahwa pemblokiran diinstruksikan melalui keputusan administratif sepihak Pemerintah Kota New Taipei.
Berdasarkan investigasi teknis dan verifikasi peramban lintas perangkat (Android, iOS, dan desktop), pemblokiran dijalankan melalui mekanisme Response Policy Zone pada Sistem Penamaan Domain (DNS RPZ) yang dikoordinasikan bersama Taiwan Network Information Center (TWNIC). Kebijakan ini secara efektif memutus rute resolusi DNS publik terhadap domain utama coinbase.com. Meski demikian, dashboard status global Coinbase menunjukkan bahwa infrastruktur server inti dan konektivitas antarmuka aplikasi seluler (mobile app) serta jalur API institusional masih beroperasi normal tanpa gangguan sistem secara global.
Keterkaitan Kontrak Pasar Prediksi Pilpres Kalshi dan Preseden Polymarket
Meskipun pengadilan belum merilis naskah pertimbangan hukum lengkap, pemblokiran domain bursa ini ditengarai kuat berkaitan erat dengan ekspansi produk pasar prediksi pemilu (election prediction markets). Coinbase diketahui mengintegrasikan produk Coinbase Predictions yang bermitra langsung dengan bursa kontrak event Kalshi. Pada antarmuka publik produk tersebut, terdapat kontrak pasar prediksi yang memperdagangkan probabilitas Pemilihan Presiden Taiwan dengan kode kontrak KXPRESTAIWAN-28. Berdasarkan hukum pemilu Taiwan, memfasilitasi atau membuka wadah spekulasi finansial terkait hasil kontestasi politik diklasifikasikan sebagai pelanggaran pidana pemilu serius.
Tindakan represif terhadap Coinbase mengulang preseden serupa yang menimpa platform pasar prediksi on-chain Polymarket pada Mei 2026. Kala itu, Pengadilan Distrik Miaoli menerbitkan penetapan penyitaan pidana No. 4 Tahun 115 untuk memblokir domain Polymarket dengan dasar hukum yang identik, yakni Undang-Undang Pemilihan dan Penarikan Pejabat Publik. Aparat kepolisian Taiwan telah berulang kali menangkap dan memeriksa warga yang kedapatan menempatkan taruhan berbasis mata uang kripto pada bursa prediksi politik, menegaskan bahwa regulator peradilan tidak menoleransi instrumen spekulasi elektoral apa pun format platformnya.
Implikasi Regulasi VASP dan Batasan Operasional Platform Global
Langkah pemblokiran yudisial ini menghadirkan dinamika baru bagi kepatuhan bursa kripto asing yang melayani basis pengguna di Asia Timur. Berbeda dengan tindakan penegakan standar Komisi Pengawas Keuangan Taiwan (Financial Supervisory Commission / FSC) yang fokus pada kepatuhan registrasi Anti-Pencucian Uang (AML) bagi Penyedia Layanan Aset Virtual (VASP), pemblokiran Coinbase dipicu oleh yurisdiksi pidana pemilu. Hingga saat ini, pihak Coinbase, TWNIC, maupun otoritas kehakiman Taiwan belum memberikan keterangan resmi apakah pembatasan domain ini bersifat permanen atau hanya berlaku selama proses penyelidikan perkara berlangsung.
Bagi ekosistem aset digital, insiden ini mempertegas batasan ketat bagi bursa global dalam menyatukan layanan perdagangan spot konvensional dengan instrumen derivatif event contract politik. Trader kripto di Taiwan kini diimbau untuk mematuhi koridor hukum domestik dan menghindari keterlibatan dalam pasar taruhan pemilu. Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan nyata bagi entitas Web3 internasional bahwa integrasi kontrak prediksi politik berpotensi memicu sanksi blokir domain total di yurisdiksi yang memiliki undang-undang pemilu berklausul pidana perjudian ketat.
Sumber: TokenPost, BlockTempo



