Keamanan

Pendiri Hex Richard Heart Ditangkap di Turki, Polisi Sita $4 Juta

Pendiri Hex Richard Heart Ditangkap di Turki, Polisi Sita $4 Juta

Key Takeaways

Pendiri Hex Richard Heart ditangkap kepolisian Turki di Istanbul atas Red Notice Interpol Finlandia, aparat sita uang tunai $4 juta dan 64 jam tangan mewah.

Pendiri proyek kripto Hex, PulseChain, dan PulseX, Richard Heart—yang memiliki nama asli Richard James Schueler—resmi ditangkap oleh aparat kepolisian Turki dalam operasi gabungan bersama dinas intelijen di Istanbul pada Rabu (14/10/2026). Penangkapan tokoh kontroversial di industri aset digital ini dikonfirmasi oleh sejumlah media lokal Turki, menyusul penerbitan Red Notice oleh Interpol atas permintaan otoritas penegak hukum Finlandia. Dalam penggerebekan di kawasan elite Beşiktaş, otoritas keamanan turut mengamankan sang istri serta menyita berbagai aset bernilai fantastis, termasuk uang tunai jutaan dolar dan puluhan barang mewah yang diduga berasal dari hasil tindak kejahatan finansial lintas yurisdiksi.

Penggerebekan di Beşiktaş dan Penyitaan Aset Mewah $4 Juta

Operasi penindakan hukum tersebut berlangsung di sebuah properti mewah di distrik Beşiktaş, Istanbul, yang dihuni oleh Richard Heart bersama istrinya. Menurut laporan surat kabar harian Turki Daily Sabah, kepolisian Istanbul bekerja sama secara intensif dengan badan intelijen nasional untuk melacak keberadaan Schueler sebelum melancarkan penangkapan taktis. Selama bertahun-tahun, Heart kerap memamerkan gaya hidup glamor di media sosial dengan koleksi perhiasan berharga fantastis, mobil sport eksotis, dan pakaian rancangan desainer ternama.

Dalam penggeledahan di lokasi kediaman, tim penyidik berhasil menyita uang tunai senilai $4 juta atau sekitar Rp64,8 miliar yang disimpan dalam pecahan valuta asing. Selain uang tunai, aparat kepolisian juga mengamankan sebanyak 64 unit jam tangan mewah bernilai tinggi, sejumlah senjata api berpeluru tajam, serta tumpukan perangkat keras elektronik dan komputer yang diduga memuat data transaksi keuangan kripto. Seluruh barang bukti tersebut kini berada dalam pengawasan ketat kejaksaan Turki untuk keperluan audit forensik digital lanjutan.

Red Notice Interpol Finlandia Terkait Penipuan Pajak

Penangkapan Richard Heart di Turki didasari oleh surat perintah penangkapan internasional atau Red Notice yang diajukan oleh otoritas pajak dan kepolisian Finlandia. Penegak hukum Finlandia telah lama memburu Schueler atas dugaan penggelapan pajak berskala masif senilai ratusan juta euro yang timbul dari aktivitas perdagangan dan promosi aset kripto, serta tuduhan tindak kekerasan fisik. Status buronan internasional tersebut membuat ruang gerak Heart kian terbatas di kancah global hingga akhirnya terlacak di Turki.

Sebelum tersandung kasus kriminal di Eropa, Heart sempat menghadapi gugatan perdata berskala besar dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada Juli 2023. Regulator pasar modal AS kala itu mendakwa Heart dan tiga entitas proyeknya telah menghimpun dana investor lebih dari $1 miliar melalui penawaran sekuritas tanpa izin resmi. SEC juga menuduh Schueler menyelewengkan dana proyek sedikitnya $12 juta demi mendanai pembelian barang pribadi mewah, termasuk berlian hitam 555 karat The Enigma. Namun, pengadilan distrik AS menggugurkan gugatan tersebut pada 2025 karena keterbatasan yurisdiksi teritorial terhadap investor domestik.

Implikasi Terhadap Ekosistem Hex, PulseChain, dan Pasar Kripto

Kabar penahanan pendiri Hex dan PulseChain langsung memicu sentimen negatif dan kepanikan di kalangan komunitas pemegang token terkait. Token HEX, PLS (PulseChain), dan PLSX (PulseX) dilaporkan mengalami tekanan jual tajam di berbagai bursa terdesentralisasi sesaat setelah pemberitaan penangkapan di Istanbul tersebar luas. Likuiditas pada pool perdagangan ekosistem PulseChain juga terpantau menipis tajam akibat kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan infrastruktur jaringan yang selama ini sangat bergantung pada figur sentral Richard Heart.

Penangkapan tokoh profil tinggi ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku industri kripto terkait penegakan hukum global yang kian terintegrasi. Meskipun sempat lolos dari jeratan regulasi sekuritas di Amerika Serikat, kerja sama multilateral antara Interpol, Finlandia, dan Turki membuktikan bahwa yurisdiksi internasional tetap memiliki jangkauan efektif untuk mengejar dugaan penggelapan pajak dan kejahatan finansial di sektor aset digital. Proses hukum kini memasuki tahap ekstradisi, di mana otoritas peradilan Turki akan menentukan apakah Schueler akan segera diserahkan kepada pemerintah Finlandia.

Sumber: CoinDesk

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar