Keamanan

Pelaku SIM Swap Kripto $265.000 Divonis 2,5 Tahun Penjara di London

Pelaku SIM Swap Kripto $265.000 Divonis 2,5 Tahun Penjara di London

Key Takeaways

Pelaku SIM swap asal London, Ajay Shinjin, divonis 2,5 tahun penjara usai gasak aset kripto $265.000 dari jaringan BT untuk gaya hidup mewah dan liburan Dubai.

Pengadilan Inner London Crown Court resmi menjatuhkan vonis hukuman 2,5 tahun penjara kepada Ajay Shinjin (25), seorang pria asal Canary Wharf, London, atas keterlibatannya dalam jaringan penipuan pertukaran kartu SIM (SIM-swap fraud). Aksi kriminal terorganisir tersebut berhasil menguras aset kripto senilai hampir £200.000 atau sekitar $265.000 (setara Rp4,2 miliar). Berdasarkan keterangan resmi City of London Police pada Kamis (8/10/2026), Shinjin yang juga dikenal dengan nama samaran AJ Marley Cruz sebelumnya telah mengaku bersalah atas dakwaan konspirasi melakukan penipuan melalui pernyataan palsu dan pemindahan properti hasil tindak pidana kejahatan.

Modus Pembajakan Nomor Pelanggan BT dan Distribusi Dana Curian

Skema kejahatan ini bermula pada awal November 2021 ketika operator telekomunikasi raksasa Inggris, BT, mendeteksi aktivitas mencurigakan tanpa izin di sistem internal mereka. Para pelaku mentransfer nomor telepon seluler milik pelanggan sah ke kartu SIM baru yang berada di bawah kendali komplotan penipu. Penguasaan nomor telepon tersebut memungkinkan pelaku mencegat kode verifikasi satu kali (OTP) yang dikirimkan oleh perbankan dan platform bursa kripto untuk meretas akun korban secara langsung.

Dari operasi tersebut, Shinjin terbukti mengantongi lebih dari £44.000 dari total dana yang dicuri. Data kepolisian mengungkap salah satu korban kehilangan £40.000 dalam bentuk aset kripto pada 2 November 2021, di mana £27.000 di antaranya ditransfer langsung ke rekening kripto pribadi Shinjin. Korban kedua kehilangan £17.000 yang seluruhnya mengalir ke dompet digital milik Shinjin. Selain itu, ia turut memfasilitasi pencurian sekitar £8.000 dari akun Coinbase korban ketiga serta £130.000 dari korban keempat.

Penangkapan di Bandara Heathrow dan Pembuktian Forensik Digital

Setelah BT melacak perangkat fisik yang digunakan untuk menerima nomor telepon curian, penyelidikan kepolisian langsung mengarah ke beberapa tersangka, termasuk Shinjin yang terhubung dengan empat perangkat jaringan. Pria berusia 25 tahun tersebut pertama kali ditangkap di apartemen mewahnya di kawasan Marsh Wall, Canary Wharf, pada akhir 2021. Polisi menemukan bukti bahwa dana kejahatan digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah, mencakup sewa hunian kelas atas, perjalanan berlibur ke Dubai, hingga pembelian perhiasan gigi berlapis emas (gold-plated teeth grills).

Meski sempat bungkam selama proses interogasi awal, Shinjin kembali ditangkap oleh petugas kepolisian di Bandara Heathrow pada Oktober 2023 setibanya dari Dubai setelah penyidik mengamankan bukti forensik digital tambahan. Detektif Simon Ardeman dari City of London Police menegaskan bahwa penipuan SIM swap merupakan bentuk tindak kejahatan yang sangat canggih dan terencana. Kasus ini membuktikan konsekuensi fatal dan kerugian finansial yang menghancurkan bagi para korban ketika perlindungan nomor telepon seluler berhasil ditembus pelaku kejahatan siber.

Lonjakan Kasus SIM Swap Nasional dan Rekomendasi Proteksi Akun

Kasus Shinjin mencerminkan ancaman eskalasi kejahatan telekomunikasi yang kian masif di sektor keuangan digital. Badan pencegahan penipuan Inggris, Cifas, melaporkan dalam rilis National Fraud Database bahwa insiden SIM swap tanpa izin melonjak drastis hingga 402% pada paruh pertama tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tajam tersebut didorong oleh semakin seringnya metode pembajakan kartu SIM dimanfaatkan sindikat kriminal untuk melewati lapisan otentikasi ganda (2FA) berbasis SMS.

Para pakar keamanan siber mengingatkan para investor aset kripto untuk menghentikan ketergantungan pada nomor telepon seluler sebagai sarana verifikasi identitas utama. Pakar keamanan menyarankan pengguna bursa kripto beralih menggunakan aplikasi autentikasi berbasis perangkat fisik seperti Google Authenticator atau hardware security keys (YubiKey). Selain itu, investor diimbau mengaktifkan fitur perlindungan pengambilalihan akun (account takeover protection) serta memasang kode PIN tambahan pada profil operator seluler guna mencegah transfer nomor secara ilegal.

Sumber: Decrypt

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar