Defi

OpenPayd Bidik Listing Nasdaq $1,1 Miliar Pacu Ekspansi AS

OpenPayd Bidik Listing Nasdaq $1,1 Miliar Pacu Ekspansi AS

Key Takeaways

OpenPayd bersiap melantai di Nasdaq dengan valuasi $1,1 miliar akhir 2026 lewat merger Titan demi memperluas infrastruktur pembayaran stablecoin ke pasar AS.

Perusahaan infrastruktur pembayaran aset digital dan fiat global, OpenPayd, mengumumkan rencana untuk merampungkan pencatatan saham perdana di bursa Nasdaq pada akhir tahun 2026. Aksi korporasi ini ditempuh melalui skema merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) Titan Acquisition Corp., yang menetapkan nilai ekuitas pro forma OpenPayd mencapai $1,1 miliar (sekitar Rp17,3 triliun). Langkah strategis ini dirancang untuk mendanai ekspansi operasional ke Amerika Serikat serta membiayai aksi merger dan akuisisi teknologi guna memperkuat rel pembayaran stablecoin yang menghubungkan sektor keuangan tradisional dengan ekosistem blockchain.

Tahapan Merger Titan Acquisition dan Kinerja Finansial

Chief Executive Officer (CEO) OpenPayd, Iana Dimitrova, mengonfirmasi bahwa perusahaan yang berbasis di London tersebut saat ini berada pada tahap akhir peninjauan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terkait dokumen merger dengan Titan Acquisition Corp. Transaksi tersebut diproyeksikan rampung sebelum pergantian tahun, dengan kode saham (ticker) yang disiapkan di bursa Nasdaq adalah OP. Proses pencatatan saham ini masih menunggu efektivitas pernyataan pendaftaran dari regulator pasar modal AS serta persetujuan resmi dari para pemegang saham Titan.

Berdasarkan presentasi resmi kepada investor, OpenPayd mencatatkan kinerja fundamental yang solid dengan pertumbuhan pendapatan tahunan mencapai $73 juta untuk tahun buku yang berakhir pada 30 April 2026. Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan pendapatan periode sebelumnya yang berada di level $57 juta. Perusahaan juga membukukan laba operasional sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar $13 juta. Kendati mencatatkan rugi bersih tercatat sebesar $2,8 juta, perwakilan perusahaan menjelaskan bahwa kerugian tersebut murni disebabkan oleh beban biaya transaksi satu kali (one-time costs) senilai $5,8 juta yang melekat langsung pada proses kombinasi bisnis.

Integrasi Jaringan Stablecoin dan Ekspansi Pasar AS

Sebagai platform infrastruktur modern untuk pergerakan likuiditas, OpenPayd menyediakan layanan rekening bisnis, kliring valuta asing, serta gerbang pembayaran domestik dan internasional yang menjembatani mata uang fiat dengan aset digital. Sejumlah entitas terkemuka di industri kripto global seperti bursa Kraken, penyedia likuiditas pasar institusional B2C2, hingga platform perdagangan OKX telah menggunakan rel infrastruktur pembayaran OpenPayd untuk memfasilitasi deposit dan penarikan dana klien mereka secara real-time.

Dimitrova menegaskan keunggulan kompetitif perusahaannya di pasar modal publik. "OpenPayd adalah platform infrastruktur global untuk pergerakan uang modern. Belum ada kompetitor di pasar publik saat ini yang memiliki kombinasi kapabilitas terpadu antara pembayaran fiat dan stablecoin seperti yang dihadirkan OpenPayd hari ini," ujar Dimitrova. Perusahaan sebelumnya juga telah mengintegrasikan sistemnya dengan Circle Payments Network untuk transfer lintas batas, serta bergabung ke dalam jaringan pembayaran Fireblocks demi mempermudah institusi keuangan mengakses rel pembayaran fiat yang aman dan teregulasi.

Katalis Regulasi GENIUS Act dan Rencana Akuisisi 2027

Peluang ekspansi OpenPayd ke Negeri Paman Sam didorong oleh kepastian hukum yang semakin matang bagi sektor aset digital. Pengesahan GENIUS Act baru-baru ini telah menetapkan kerangka hukum federal yang komprehensif bagi stablecoin pembayaran, melengkapi usulan regulasi SEC untuk aset kripto tertentu. OpenPayd sendiri telah mengambil langkah konkret dengan mengakuisisi MSB USA Inc. pada bulan lalu, yang secara otomatis membawa 43 lisensi pengirim uang (money transmitter licenses) tingkat negara bagian ke dalam struktur grup perusahaan sebagai pondasi peluncuran layanan resmi bagi nasabah AS pada April 2027.

Selain mengandalkan pertumbuhan organik, OpenPayd berencana memanfaatkan status perusahaan publik untuk mempercepat ekspansi melalui merger dan akuisisi. Dimitrova mengungkapkan ketertarikan untuk mengakuisisi entitas bisnis yang memiliki lisensi yurisdiksi strategis atau kepemilikan teknologi mutakhir yang dapat mempercepat penetrasi pasar dibandingkan membangun kapabilitas dari nol. "Hanya sedikit pasar yang mampu menandingi energi dan ambisi Amerika Serikat. Kami ingin memanfaatkan momentum regulasi ini untuk membawa kesuksesan OpenPayd di Eropa ke skala pasar global," pungkas Dimitrova.

Sumber: CoinDesk

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar