Platform tokenisasi aset dunia nyata (real-world asset/RWA) terkemuka, Ondo Finance, resmi meluncurkan platform anyar bernama Ondo Private Markets pada Selasa (6/10/2026). Melalui platform ini, investor terakreditasi kini dapat memperoleh eksposur ekonomi langsung terhadap saham perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tahap pra-IPO yang belum diungkap ke publik melalui instrumen catatan digital tertokenisasi (tokenized notes). Terobosan ini menjadi tonggak penting dalam menjembatani ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) dengan pasar modal privat Wall Street, menghadirkan akses likuiditas 24 jam serta kepemilikan mandiri berbasis Web3 yang belum pernah ada sebelumnya pada sektor ekuitas ventura konvensional.
Eksposur Saham AI Pre-IPO Lewat Tokenized Notes On-Chain
Melalui platform anyar ini, Ondo Finance memperkenalkan instrumen berbasis tokenized notes. Struktur produk ini dirancang khusus guna merefleksikan nilai ekonomi dari saham perusahaan rintisan terkemuka sebelum mencatatkan diri di bursa saham publik. Instrumen ini memberikan alternatif likuiditas bagi investor institusional maupun pemilik modal terakreditasi yang selama ini terbentur tingginya batas minimum investasi serta periode penguncian modal (lock-up period) yang panjang pada pasar modal ventura konvensional.
Manajemen Ondo Finance mengonfirmasi bahwa produk pertama yang ditautkan ke perusahaan AI tersebut dijadwalkan mulai diperdagangkan secara aktif pada pekan ini. Setelah peluncuran perdana sektor kecerdasan buatan, Ondo berencana memperluas portofolio aset privatnya ke berbagai industri strategis lainnya, mencakup perusahaan teknologi robotika canggih, keamanan siber (cybersecurity), bioteknologi terapan, hingga penyedia infrastruktur digital global.
Hak Payout Likuiditas dan Perdagangan Sekunder 24 Jam
Mekanisme kerja tokenized notes Ondo Private Markets mengacu langsung pada peristiwa likuiditas yang memenuhi syarat (qualifying liquidity event), seperti penawaran umum perdana (IPO) atau aksi akuisisi korporasi. Pembayaran dividen atau nilai akhir (payout) dari setiap unit catatan digital tersebut ditautkan langsung dengan nilai realisasi per lembar saham biasa (common share) dari entitas yang bersangkutan saat transaksi likuiditas terealisasi. Meskipun memberikan keuntungan finansial setara apresiasi saham, kepemilikan catatan ini tidak menyertakan hak suara atau kepemilikan yuridis langsung atas saham perusahaan.
Keunggulan utama dari arsitektur on-chain ini terletak pada aspek fleksibilitas hak kustodi dan likuiditas perdagangan. Para pemegang token berhak menyimpan aset mereka secara mandiri menggunakan dompet self-custody yang kompatibel dengan Web3, sekaligus memperjualbelikannya di pasar sekunder tanpa henti selama 24 jam sehari dan 7 hari sepekan (24/7). Efisiensi ini mendobrak kendala penyelesaian transaksi saham privat tradisional yang umumnya memakan waktu berminggu-minggu dan memerlukan persetujuan hukum manual.
Ekspansi Sektor RWA dan Persaingan Pasar Modal Privat
Peluncuran Ondo Private Markets memperkuat dominasi Ondo Finance di kancah tokenisasi aset institusional. Sebelum ekspansi ke ekuitas pra-IPO, divisi Ondo Stocks yang menyediakan instrumen saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat tertokenisasi telah mencatatkan total nilai terkunci (Total Value Locked/TVL) melampaui $1 miliar, dengan katalog lebih dari 450 instrumen investasi aktif. Sebelumnya, Ondo juga menggandeng manajer investasi raksasa Franklin Templeton guna memfasilitasi perdagangan ETF on-chain lintas waktu.
Langkah Ondo turut memanaskan kompetisi institusional dalam mendemokratisasi akses investasi pasar privat. Pada April lalu, sayap ventura Robinhood mengalokasikan investasi sebesar $75 juta ke saham biasa OpenAI guna memberi eksposur bagi nasabah ritel melalui dana tertutup (closed-end fund). Di sisi lain, bank multinasional Wall Street, Citigroup (Citi), juga mengumumkan pengembangan pasar saham privat berbasis blockchain pada pertengahan tahun ini. Perkembangan ini mempertegas bahwa konvergensi antara DeFi, likuiditas privat, dan kecerdasan buatan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekosistem aset digital tahun 2026.
Sumber: CoinTelegraph



