Regulasi

NFL Desak Mahkamah Agung AS Adili Sengketa Pasar Prediksi Kalshi

NFL Desak Mahkamah Agung AS Adili Sengketa Pasar Prediksi Kalshi

Key Takeaways

NFL ajukan amicus brief ke Mahkamah Agung AS melawan Kalshi, mendesak pasar prediksi olahraga tunduk pada regulasi judi negara bagian bukan swap CFTC.

Liga sepak bola Amerika Serikat, National Football League (NFL), resmi mengambil langkah hukum agresif dengan mengajukan amicus brief ke Mahkamah Agung Amerika Serikat pada Kamis (8/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk mendukung banding negara bagian New Jersey melawan operator pasar prediksi Kalshi. NFL mendesak pengadilan tertinggi tersebut untuk meninjau ulang putusan Pengadilan Banding Sirkuit Ketiga yang sebelumnya menetapkan kontrak acara olahraga Kalshi sebagai instrumen swap di bawah yurisdiksi eksklusif Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Menurut liga, kontrak pasar prediksi pada pertandingan olahraga merupakan bentuk perjudian ilegal yang wajib tunduk pada undang-undang perjudian negara bagian, bukan produk derivatif keuangan yang dilindungi oleh regulasi federal.

Gugatan Amicus Brief dan Sengketa Yurisdiksi Sirkuit

Dalam berkas hukum yang diajukan oleh mantan Jaksa Agung AS William Barr mewakili NFL, liga menegaskan bahwa interpretasi hukum Dodd-Frank Wall Street Reform and Consumer Protection Act telah disalahartikan oleh Pengadilan Sirkuit Ketiga. NFL berpendapat bahwa definisi swap dalam undang-undang tersebut dirancang untuk instrumen keuangan yang melakukan lindung nilai (hedging) terhadap risiko ekonomi yang sudah ada, bukan taruhan yang sengaja menciptakan risiko baru dari hasil pertandingan olahraga. Perbedaan putusan hukum ini telah memicu perpecahan yurisdiksi (circuit split) antar pengadilan federal di Amerika Serikat, di mana Pengadilan Sirkuit Keenam dan Kesembilan sebelumnya memutuskan sebaliknya dengan mendukung wewenang regulasi negara bagian.

Sikap tegas NFL ini turut didukung oleh tokoh kunci perumus regulasi keuangan Amerika Serikat. Mantan Ketua SEC Gary Gensler serta mantan Senator Christopher Dodd, yang merupakan salah satu penulis utama undang-undang Dodd-Frank, turut mengajukan brief terpisah yang mendukung posisi New Jersey. Pengacara hukum taruhan olahraga Daniel Wallach menyatakan melalui media sosial bahwa intervensi langsung dari liga olahraga paling bernilai di dunia ini meningkatkan peluang Mahkamah Agung AS untuk memberikan surat perintah peninjauan (certiorari) secara signifikan sebelum musim kompetisi 2027 dimulai.

Ancaman Manipulasi dan Keterbatasan Pengawasan CFTC

NFL membeberkan berbagai keluhan mendalam terkait celah integritas kompetisi olahraga yang ditimbulkan oleh perdagangan kontrak prediksi tanpa batas. Pihak liga menyatakan sebelumnya telah meminta CFTC dan operator bursa seperti Kalshi untuk melarang kontrak yang rentan dimanipulasi oleh satu individu, seperti keputusan wasit, cedera pemain, atau statistik yang hasilnya dapat diketahui secara internal sebelum publik mengetahuinya. Namun, permintaan proteksi integritas tersebut ditolak oleh penyelenggara pasar prediksi dengan dalih efisiensi pasar bebas dan likuiditas kontrak derivatif.

Selain ancaman insider trading, NFL menyoroti kelemahan regulasi usia dan sumber daya pengawasan federal yang sangat terbatas. Pengguna berusia 18 tahun saat ini diizinkan memperdagangkan kontrak di Kalshi, padahal sebagian besar yurisdiksi negara bagian mewajibkan batas usia minimal 21 tahun untuk aktivitas taruhan olahraga. Lebih lanjut, NFL mencatat bahwa CFTC hanya memiliki 543 staf di seluruh negeri, jumlah yang dinilai sangat tidak memadai untuk mengawasi jutaan transaksi bursa prediksi secara real-time. Tanpa daftar terintegrasi mengenai individu yang dilarang bertaruh dari liga resmi, kebijakan anti-insider trading yang diterapkan platform prediksi dinilai hanya sebatas formalitas tanpa penegakan nyata.

Dampak Ledakan Volume Pasar Prediksi dan Industri Kripto

Perdebatan yurisdiksi ini mencapai puncaknya seiring dengan ledakan adopsi pasar prediksi berbasis kontrak acara maupun protokol terdesentralisasi on-chain seperti Polymarket. Berdasarkan data berkas perkara, kontrak terkait pertandingan NFL menyumbang nilai transaksi sebesar $1,8 miliar dari total $3,3 miliar volume perdagangan pasar prediksi pada hari Minggu pembuka musim kompetisi tahun ini. Analis dari firma riset keuangan Bernstein bahkan memproyeksikan potensi pasar prediksi global dapat mencapai valuasi hingga $10 triliun, sementara CEO Robinhood Vlad Tenev memperkirakan kontrak kripto dan keuangan akan melampaui volume olahraga dalam jangka panjang.

Kendati NFL mengambil langkah konfrontatif di ranah peradilan tertinggi, pendekatan industri olahraga terhadap platform prediksi terpecah menjadi dua kubu. Major League Baseball (MLB) sebelumnya telah menetapkan Polymarket sebagai sponsor resmi pasar prediksi eksklusif mereka pada Maret lalu dengan menandatangani pakta integritas bersama CFTC, sementara National Hockey League (NHL) mulai melisensikan merek dagang mereka ke operator pasar serupa. Putusan akhir Mahkamah Agung AS nantinya akan menjadi preseden hukum krusial yang menentukan apakah pasar prediksi beroperasi di bawah payung hukum federal CFTC atau harus mematuhi izin perjudian per negara bagian.

Sumber: Decrypt

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar