Bursa kripto Bitget mencatat eksodus dana besar-besaran setelah para pengguna menarik lebih dari 4.000 Bitcoin (BTC) hanya dalam kurun waktu satu jam sejak layanan penarikan aset dibuka kembali pada pekan ini. Arus keluar kilat bernilai lebih dari $330 juta (sekitar Rp5,3 triliun) tersebut terjadi sebagai reaksi langsung para nasabah terhadap insiden pembobolan hot wallet senilai $388 juta yang menimpa bursa beberapa hari sebelumnya. Meskipun manajemen bursa telah berulang kali memberikan jaminan bahwa seluruh kerugian pengguna ditanggung penuh oleh dana proteksi, kepanikan pasar memicu aksi pengamanan aset secara mandiri ke dompet pribadi dan platform kompetitor.
Lonjakan Arus Keluar 4.000 Bitcoin dalam 60 Menit
Data pemantauan transaksi on-chain menunjukkan antrean penarikan yang luar biasa padat segera setelah Bitget mencabut penangguhan penarikan untuk aset lapis utama. Dalam rentang 60 menit pertama, tercatat transfer keluar lebih dari 4.000 BTC yang tersebar ke ratusan alamat penampung eksternal, menandai salah satu laju penarikan Bitcoin per jam tertinggi yang dialami bursa sepanjang tahun 2026.
Analis intelijen blockchain mencatat bahwa sebagian besar transfer keluar diarahkan ke dompet kustodi mandiri (self-custody) perangkat keras, sementara sebagian lainnya dialirkan ke bursa pesaing seperti Coinbase dan Binance. Lonjakan volume transaksi ini sempat memicu penumpukan antrean verifikasi internal pada sistem node Bitget, meski proses pencairan dilaporkan tetap berjalan lancar tanpa penghentian darurat lanjutan dari tim operasional bursa.
Kekhawatiran Likuiditas Pasca-Pembobolan Hot Wallet $388 Juta
Eksodus kilat ini berakar dari kekhawatiran mendalam para nasabah terhadap integritas sistem keamanan Bitget menyusul insiden eksploitasi $388 juta pada akhir pekan lalu. Investigasi forensik sebelumnya mengungkap bahwa pelaku berhasil membobol kredensial penarikan otomatis melalui celah produk pihak ketiga, yang berujung pada pengurasan berbagai aset termasuk 54 juta XRP senilai $83 juta serta puluhan juta dolar dalam bentuk Ethereum dan stablecoin.
Kendati ekosistem kripto seperti Tether, Circle, dan protokol NEAR Intents bergerak cepat membekukan sebagian dana curian, sentimen ketidakpercayaan di kalangan pengguna ritel maupun institusional tetap tinggi. Para deposan memilih memprioritaskan mitigasi risiko modal ketimbang membiarkan saldo mereka tersimpan di dompet bursa terpusat yang baru saja pulih dari serangan siber masif.
Ketahanan Cadangan Dompet Dingin dan Jaminan Dana Proteksi
Menanggapi gelombang penarikan tersebut, perwakilan manajemen Bitget menyatakan bahwa operasional bursa tetap stabil dan seluruh permintaan penarikan nasabah dilayani secara normal tanpa batasan kuota. Manajemen menegaskan bahwa infrastruktur dompet dingin (cold storage) bursa menyimpan rasio cadangan lebih dari 100% dari total kewajiban pengguna, sehingga lonjakan penarikan tidak mengganggu solvabilitas finansial platform secara keseluruhan.
Selain cadangan modal primer, Bitget kembali mengingatkan komitmen aktivasi User Protection Fund senilai $400 juta yang dialokasikan khusus untuk menyerap kerugian akibat insiden operasional luar biasa. Pengamat industri menilai kesiapan likuiditas Bitget dalam memproses penarikan masif tanpa membekukan kembali platform menjadi ujian krusial bagi kelangsungan reputasi bursa terpusat pasca-krisis eksploitasi siber.
Sumber: Bitcoin Magazine



