Penyedia indeks saham global Morgan Stanley Capital International (MSCI) secara resmi mengesahkan metodologi baru yang dapat mendepak perusahaan dengan perbendaharaan aset digital dominan, termasuk Strategy (MSTR), Metaplanet, dan Upexi, dari indeks pasar saham acuannya. Kebijakan eksklusi terhadap entitas yang diklasifikasikan sebagai perusahaan non-operasional (non-operating companies) ini merupakan tindak lanjut dari proposal yang pertama kali diajukan pada Agustus lalu. Berdasarkan jadwal resmi yang diumumkan pada Kamis (15/10/2026), MSCI akan merilis daftar final konstituen yang dihapus pada 11 November 2026, dengan tanggal efektivitas aturan berlaku penuh mulai penutupan perdagangan 30 November 2026.
Metodologi Non-Operasional dan Kriteria Rasio Keuangan
Dalam kerangka metodologi yang disahkan, MSCI akan menilai kelayakan perusahaan konstituen berdasarkan porsi aset operasional dan lima rasio keuangan spesifik. Perusahaan yang gagal memenuhi setidaknya empat dari lima uji rasio keuangan tersebut akan diklasifikasikan sebagai entitas non-operasional dan dinyatakan tidak memenuhi syarat (ineligible) untuk masuk dalam portofolio MSCI Global Investable Market Indexes. Bagi emiten yang telah menjadi konstituen aktif indeks, penghapusan umumnya mensyaratkan kegagalan proses penyaringan secara berturut-turut selama dua periode pelaporan tahunan sebelum didepak secara permanen.
Selain Strategy, Metaplanet, dan Upexi yang sebelumnya telah diidentifikasi langsung untuk penghapusan, MSCI juga memasukkan sejumlah emiten perbendaharaan kripto lainnya ke dalam daftar pantauan (watchlist) untuk potensi eksklusi. Perusahaan yang masuk dalam daftar pantauan tersebut mencakup Sharplink Inc (SBET), Ton Strategy Company (TONX), Solana Company (HSDT), dan DeFi Development Corp (DFDV). Langkah standardisasi indeks ini dirancang untuk membatasi emiten yang memfungsikan neraca keuangan utamanya sebagai wahana akumulasi aset kripto daripada operasional bisnis konvensional.
Estimasi Dampak Outflow $2,8 Miliar dan Pembelaan Strategy
Eksklusi dari indeks acuan global berisiko memaksa manajer investasi dan dana indeks pasif (passive tracking funds) untuk melikuidasi kepemilikan saham pada entitas terkait. Analis dari JPMorgan Chase sebelumnya memperkirakan bahwa penghapusan Strategy dari indeks acuan MSCI berpotensi memicu gelombang penjualan pasif hingga mencapai $2,8 miliar. Direktur Eksekutif Bitcoin Policy Institute, Conner Brown, menyoroti bahwa kebijakan eksklusi indeks pasar luas secara efektif mengeluarkan emiten dari portofolio investasi standar puluhan juta investor ritel dan institusional yang tidak pernah meminta penghapusan tersebut secara mandiri.
Pihak manajemen Strategy sendiri secara tegas menentang perubahan metodologi tersebut sejak tahap konsultasi publik pada Agustus lalu sembari meredam kekhawatiran volatilitas likuiditas. Manajemen Strategy mengungkapkan bahwa total dana pasif yang melacak MSCI Global Investable Market Indexes memegang sekitar 13 juta lembar saham MSTR, atau setara dengan 3,1% dari total saham dasar yang beredar (basic shares outstanding). Perusahaan perbendaharaan Bitcoin dengan cadangan kas mencapai 848.250 BTC tersebut menegaskan bahwa volume kepemilikan dana pasif tersebut relatif kecil karena nilainya setara dengan transaksi harian saham MSTR dalam kurun waktu kurang dari satu hari perdagangan.
Implikasi Pasar Modal dan Pengawasan Emiten Kripto
Langkah represif penyedia indeks global ini mencerminkan meningkatnya friksi antara instrumen pasar modal tradisional dengan model bisnis perbendaharaan aset digital murni. Meskipun Strategy dan emiten sejenis berhasil memanfaatkan pasar ekuitas untuk menghimpun modal penerbitan utang konversi demi memborong Bitcoin, metodologi konvensional indeks ekuitas menolak pengkategorian kepemilikan aset kripto sebagai aset operasional komersial. Jika eksklusi resmi dieksekusi pada 30 November 2026, arus modal keluar terstruktur diperkirakan menciptakan tekanan jual jangka pendek pada harga saham emiten perbendaharaan digital di bursa Wall Street.
Di sisi lain, perkembangan ini mendorong perdebatan luas di kalangan regulator dan manajer aset global mengenai perlunya kategori indeks khusus yang mampu mengakomodasi entitas perbendaharaan digital (digital asset treasury companies). Langkah MSCI berpotensi memicu penyedia indeks lain, seperti S&P Dow Jones Indices atau FTSE Russell, untuk meninjau kembali kriteria inklusi konstituen mereka. Hingga rilis daftar final pada 11 November mendatang, para pelaku pasar institusional akan memantau ketat restrukturisasi portofolio pengelola dana pasif dalam mengantisipasi penyeimbangan kembali (rebalancing) posisi menjelang penutupan tahun 2026.
Sumber: CoinTelegraph



