Dua protokol bursa terdesentralisasi terkemuka di ekosistem Layer-2, Aerodrome dan Velodrome Finance, secara resmi mengumumkan penggabungan strategis untuk membentuk protokol terpadu bernama Aero. Integrasi skala besar ini dijadwalkan meluncur secara serentak pada Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 20.00 ET atau Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 00.00 UTC di tujuh jaringan blockchain utama. Jaringan yang didukung mencakup Base, Ethereum mainnet, OP Mainnet, Arc, Ink, Arbitrum, hingga Robinhood Chain. Langkah korporasi DeFi ini menandai berakhirnya era pemungutan suara mingguan model ve(3,3) yang selama ini menjadi fondasi tata kelola kedua platform, beralih menuju sistem distribusi insentif yang terikat langsung dengan proyeksi pendapatan riil bursa.
Transformasi Tata Kelola dari ve(3,3) Menuju Alokasi Prediktif
Perubahan paling mendasar dalam merger ini adalah penghapusan total mekanisme emisi berbasis sistem voting mingguan ve(3,3) yang dipopulerkan oleh mendiang Andre Cronje. Dalam sistem lama, pemegang token pengunci hak suara menentukan alokasi emisi setiap pekan melalui voting pool likuiditas. Pada arsitektur Aero yang baru, mekanisme tersebut digantikan oleh fitur Alokasi Prediktif (Predictive Allocation). Melalui sistem ini, pemegang token dapat mengarahkan insentif langsung ke kolam likuiditas pilihan mereka dan berhak menerima pembagian pendapatan secara proporsional dari kolam yang mereka dukung.
Untuk meminimalkan volatilitas ekstrem serta mencegah eksploitasi pergerakan modal jangka pendek, pengembang menetapkan batasan waktu ketat. Setiap posisi kepemilikan modal diwajibkan menunggu jeda waktu minimal 47 jam di antara setiap perubahan alokasi kolam. Seluruh posisi terkunci veAERO dan veVELO yang ada saat ini akan dikonversi menjadi sAERO, sebuah instrumen baru yang dapat dipindahtangankan (transferable) dan tidak mengalami dilusi berbasis mekanisme rebase inflasioner.
Posisi pemegang token yang dikonversi ke sAERO tetap mempertahankan sisa masa penguncian modal sebelumnya, dengan pembulatan ke atas hingga hitungan pekan penuh. Sementara itu, posisi yang sebelumnya dikunci secara permanen akan bertransformasi menjadi taruhan dengan tenor penguncian maksimum yang tidak dapat ditarik kembali sebelum masa berlaku berakhir. Pembaruan kontrak pintar ini dirancang untuk menciptakan stabilitas likuiditas jangka panjang bagi para penyedia modal institusional maupun ritel.
Rincian Rasio Konversi Token dan Regulasi Batas Atas Emisi
Struktur restrukturisasi modal menetapkan formula konversi token yang terdiversifikasi berdasarkan valuasi dan kontribusi ekosistem masing-masing. Token AERO milik Aerodrome dikonversi menjadi token AERO baru dengan rasio setara 1 banding 1. Di sisi lain, pemegang token VELO milik Velodrome akan menerima rasio konversi sebesar 0,044 token AERO baru untuk setiap satu unit VELO yang dimiliki. Berdasarkan skema tersebut, pemegang token Aerodrome mendapatkan alokasi mayoritas sekitar 94,5% dari total pasokan token baru, sedangkan komunitas Velodrome mengamankan porsi sebesar 5,5%.
Bagi pengguna yang menyimpan aset di dompet non-kustodian (self-custody), proses migrasi wajib dilakukan secara mandiri melalui portal pembaruan resmi protokol, di mana transaksi konversi bersifat permanen dan tidak dapat dibatalkan. Sementara itu, bursa terpusat yang mencatatkan kedua aset akan memfasilitasi konversi saldo nasabah secara otomatis sesuai jadwal yang telah dikoordinasikan.
Dari aspek moneter protokol, Aero memperkenalkan sistem Pagu Pengukur (Gauge Caps) yang membatasi imbalan emisi untuk setiap kolam likuiditas berdasarkan proyeksi pendapatan yang dihasilkan. Target jangka panjang protokol mematok batas rata-rata insentif di seluruh bursa sebesar 1,2 kali dari proyeksi pendapatan, sementara alokasi token AERO yang melebihi batas tersebut tidak akan dicetak ke pasar (unminted). Kebijakan deflasioner ini diperkirakan memangkas tingkat penerbitan tahunan dari kisaran 11% menjadi sekitar 8% dari total pasokan, dengan batas inflasi tahunan maksimum yang dikunci secara ketat pada angka 20%.
Rekam Jejak Finansial $580 Juta dan Prospek Ekspansi Multi-Rantai
Konsolidasi kedua bursa terdesentralisasi ini ditopang oleh rekam jejak performa keuangan yang solid di industri keuangan terdesentralisasi. Hingga pertengahan Oktober 2026, akumulasi pendapatan kumulatif dari Aerodrome dan Velodrome telah menembus angka sekitar $580 juta. Dari total tersebut, Aerodrome menyumbangkan kontribusi dominan sebesar $510 juta di ekosistem Base, sedangkan Velodrome menyumbangkan pendapatan senilai $69,8 juta dari ekspansi multi-rantai di jaringan Layer-2 lainnya.
Kekuatan arus kas protokol tercermin nyata pada kinerja operasional selama empat pekan di bulan September 2026. Sepanjang periode tersebut, pemegang veAERO mengantongi pembagian biaya perdagangan sebesar $6,1 juta serta pembayaran likuiditas dan peluncuran (Liquidity and Launch Payments) senilai $8,9 juta. Sebagai pembanding, total emisi tetap yang dibayarkan kepada penyedia likuiditas pada periode yang sama mencapai nilai $10,5 juta, menegaskan keberlanjutan model bisnis yang mulai melampaui ketergantungan pada subsidi inflasi token.
Ekspansi Aero ke tujuh blockchain sekaligus—termasuk jaringan inkubasi bursa seperti Robinhood Chain dan L2 berkinerja tinggi seperti Ink dan Arc—menempatkan protokol terpadu ini sebagai infrastruktur likuiditas terdesentralisasi lintas rantai paling agresif. Dengan menyelaraskan emisi modal terhadap pendapatan riil, Aero berupaya membuktikan bahwa bursa terdesentralisasi mampu bertahan secara mandiri tanpa harus membebani ekosistem dengan inflasi token yang merugikan investor jangka panjang.
Sumber: TokenPost



