Bitcoin

Likuidasi Kripto Tembus $256 Juta, Posisi Long Terpukul 92%

Likuidasi Kripto Tembus $256 Juta, Posisi Long Terpukul 92%

Key Takeaways

Pasar kripto mengalami gelombang likuidasi $256,6 juta dalam 24 jam dengan 92% menimpa posisi long, dipicu koreksi Bitcoin ke $81.712 dan kejatuhan bursa saham.

Pasar derivatif aset kripto global mengalami pembilasan likuiditas berskala masif dalam kurun waktu 24 jam terakhir hingga Jumat (23/10/2026). Total nilai likuidasi paksa di seluruh bursa utama mencapai $256,6 juta dari 54.206 pesanan pedagang yang ditutup secara otomatis akibat gagal memenuhi margin pemeliharaan. Menariknya, tekanan jual ekstrem ini hampir sepenuhnya memukul telak para spekulan bullish, dengan posisi long menyumbang sekitar 92% atau setara $235,5 juta dari total kerugian. Gelombang likuidasi ini terjadi bertepatan dengan penurunan kapitalisasi pasar kripto global sebesar 4,59% menjadi $2,75 triliun, di tengah volume perdagangan harian yang mencapai $90,01 miliar.

Gelombang Likuidasi Paksa Sapu $235 Juta Posisi Long

Berdasarkan data agregasi bursa derivatif hingga pukul 00:05 UTC, Binance mencatat volume likuidasi terbesar dengan total mencapai $181,3 juta. Angka tersebut disusul oleh bursa OKX yang membukukan nilai likuidasi sebesar $48,8 juta, serta Bybit yang mencatat likuidasi paksa senilai $26,5 juta. Akumulasi dari ketiga platform derivatif papan atas ini merefleksikan tingginya leverage spekulatif yang menumpuk di sisi pembeli selama reli beberapa hari sebelumnya.

Sebaliknya, posisi short hanya menyumbang $21,1 juta dari keseluruhan pembilasan pasar, memperlihatkan asimetri risiko yang sangat timpang antara kubu bull dan bear. Pesanan likuidasi tunggal terbesar tercatat di bursa Binance pada kontrak berjangka Bitcoin (BTC) dengan nilai fantastis mencapai $11,8 juta. Fenomena likuidasi berantai atau liquidation cascade ini terjadi ketika penurunan harga awal memicu penutupan paksa posisi berleverage tinggi, yang kemudian menghasilkan tekanan jual otomatis seketika di buku pesanan spot maupun derivatif.

Bitcoin dan Derivatif Saham Semikonduktor Paling Terpukul

Secara sektoral, Bitcoin menjadi aset dengan volume likuidasi paling dominan yakni mencapai $74,2 juta, yang terdiri dari $71 juta posisi long dan hanya $3,2 juta posisi short. Harga spot Bitcoin terkoreksi 2,49% dalam 24 jam terakhir ke level $81.712, kendati dominasi pasarnya masih kokoh di kisaran 59,4%. Ether (ETH) berada di posisi kedua dengan total likuidasi sebesar $52,9 juta, di mana $48,5 juta di antaranya berasal dari posisi long setelah harganya merosot 3,41% ke level $2.400.

Koreksi tajam juga merembet ke sejumlah altcoin berkapitalisasi besar dan kontrak perpetual aset sintetis (RWA). Solana (SOL) mencatat likuidasi sebesar $11,1 juta dengan $10,6 juta pada posisi long saat harganya turun ke $104,40. Zcash (ZEC) menyumbang likuidasi $10,9 juta dengan $9,3 juta posisi long. Menariknya, kontrak perpetual sintetis ETF semikonduktor berleverage tiga kali lipat (SOXL) turut mencatat likuidasi signifikan sebesar $9,1 juta ($8,7 juta long), disusul oleh kontrak emas sintetis (XAU) sebesar $7,8 juta. Di seluruh instrumen yang diperdagangkan, volume likuidasi posisi long konsisten melampaui posisi short.

Korelasi Makro Wall Street dan Proyeksi Likuiditas Pasar

Aksi jual agresif di pasar kripto kali ini memiliki korelasi erat dengan sentimen risk-off yang melanda pasar ekuitas global dan lonjakan harga komoditas energi. Indeks Nasdaq Composite di bursa Wall Street ditutup merosot 2,6% pada sesi perdagangan sebelumnya, dipimpin oleh kejatuhan indeks saham semikonduktor yang ambles hingga 6,8%. Pada saat yang sama, harga minyak mentah Brent melonjak menembus $113,17 per barel, memicu kekhawatiran baru mengenai tekanan inflasi jangka panjang yang dapat menahan suku bunga acuan tetap tinggi.

Meskipun pembilasan pasar ini menimbulkan kerugian ratusan juta dolar bagi trader ritel, analis pasar menilai pembersihan leverage spekulatif ini sebagai langkah netralisasi yang sehat bagi struktur pasar. Dengan tersapunya posisi long berleverage berlebih, tingkat suku bunga pendanaan (funding rates) di pasar perpetual kembali ke level netral, mengurangi risiko terjadinya guncangan likuiditas yang lebih destruktif menjelang penutupan sesi perdagangan mingguan.

Sumber: TokenPost

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar