Teknologi & Development

Komunitas Starknet Dukung Penuh Transisi ke Layer-1 Pasca-Kuantum

Komunitas Starknet Dukung Penuh Transisi ke Layer-1 Pasca-Kuantum

Key Takeaways

Komunitas Starknet menyetujui riset transisi jaringan menjadi Layer-1 independen pasca-kuantum dengan 93,52% suara guna memitigasi risiko keamanan Ethereum.

Komunitas Starknet secara resmi menyetujui proposal tata kelola untuk memulai riset mendalam terkait rencana transisi jaringan dari solusi penskalaan Layer-2 menjadi blockchain Layer-1 independen yang kebal terhadap ancaman komputer kuantum (post-quantum). Pemungutan suara non-mengikat yang berlangsung selama tujuh hari tersebut ditutup pada Kamis (22/10/2026) dengan tingkat partisipasi tertinggi dalam sejarah tata kelola Starknet. Dari sekitar 3.200 suara yang masuk, sebanyak 93,52% kekuatan suara mendukung penuh langkah eksplorasi pemisahan dari rantai induk Ethereum demi mempercepat adopsi infrastruktur kriptografi pasca-kuantum secara mandiri.

Hasil Voting Tata Kelola dan Pembentukan Kelompok Kerja Teknis

Keputusan strategis ini memberikan mandat resmi kepada pengembang StarkWare dan Starknet Foundation untuk membentuk kelompok kerja khusus (*working group*) yang bertugas menyusun cetak biru arsitektur teknis Layer-1 mandiri. Dalam proses pemungutan suara tersebut, pihak StarkWare memutuskan untuk mengambil posisi abstain guna memastikan bahwa arah masa depan protokol ditentukan sepenuhnya oleh komunitas pemegang token dan validator independen.

Meskipun persetujuan komunitas mencapai angka dominan, transisi penuh dari Layer-2 menuju Layer-1 masih memerlukan pemungutan suara tata kelola lanjutan yang bersifat mengikat (*binding governance vote*). Manajemen memastikan bahwa selama fase riset dan pengembangan berlangsung, Starknet akan tetap beroperasi normal sebagai jaringan Layer-2 Ethereum. Selain itu, token STRK dipastikan tetap menjadi aset utilitas dan tata kelola asli tanpa adanya penerbitan token baru, sementara infrastruktur jembatan (*bridge*) lintas rantai ke Ethereum akan terus dipertahankan untuk menjamin likuiditas pengguna.

Chief Executive Officer StarkWare, Eli Ben-Sasson, mengungkapkan bahwa tim pengembang akan langsung memulai penyusunan draf *whitepaper* sebelum akhir pekan ini. "Kami menargetkan untuk merilis draf whitepaper resmi kepada publik untuk ditinjau secara terbuka pada November mendatang," ujar Ben-Sasson dalam keterangannya kepada media. Kelompok kerja teknis yang dibentuk akan membedah secara rinci mekanisme konsensus baru, model keamanan ekonomi, serta arsitektur ketersediaan data (*data availability*) yang terlepas dari batasan rantai induk.

Kesenjangan Linimasa Keamanan Kuantum dan Ketergantungan Ethereum

Langkah pelepasan diri Starknet dari ekosistem Ethereum dipicu oleh kekhawatiran mendalam terkait lambatnya linimasa peningkatan keamanan di lapisan dasar (*base layer*). Meskipun Starknet telah menggunakan bukti matematika berbasis *hash* (STARK proofs) dan mendukung akun terprogram (*programmable accounts*) yang secara teoritis mampu menerapkan tanda tangan pasca-kuantum, sistem keamanan jaringan saat ini masih sangat terikat pada linimasa peningkatan Ethereum, khususnya pada infrastruktur kontrak jembatan dan penyelesaian akhir transaksi.

StarkWare sebelumnya telah meluncurkan peta jalan (*roadmap*) resistensi kuantum tiga fase pada Juni lalu, yang mencakup pembaruan kriptografi, migrasi kontrak pintar, serta transformasi infrastruktur jembatan. Ben-Sasson secara tegas menargetkan Starknet siap menghadapi era pasca-kuantum pada tahun 2027, jauh lebih cepat dibandingkan proyeksi resmi Ethereum yang menargetkan transisi keamanan kuantum pada tahun 2029.

"Target Ethereum untuk menjadi kebal kuantum pada tahun 2029 sudah terlalu terlambat, dan tenggat waktu pengembangan perangkat lunak berskala besar sering kali mengalami penundaan," tegas Ben-Sasson. Menurutnya, potensi percepatan perkembangan komputer kuantum (Q-Day) dan ancaman kecerdasan buatan terhadap algoritma kurva eliptik konvensional (seperti ECDSA dan Schnorr) memaksa protokol lapisan penskalaan untuk mengambil langkah proteksi preventif lebih awal demi melindungi dana miliaran dolar di ekosistem terdesentralisasi.

Implikasi Arsitektur Pasca-Kuantum dan Ekosistem Layer-1 Mandiri

Evolusi menuju Layer-1 mandiri akan memungkinkan Starknet mengimplementasikan skema kriptografi pasca-kuantum tingkat lanjut tanpa harus menunggu konsensus ribuan validator Ethereum. Saat ini, divisi StarkWare Quantum Hub telah berhasil menguji coba teknologi anti-serangan kuantum secara langsung di jaringan operasional (*live network*), meskipun modul eksperimental tersebut masih dalam tahap penyempurnaan dan menanti audit keamanan komprehensif dari lembaga independen.

Transisi ini juga berpotensi mengubah lanskap persaingan infrastruktur blockchain secara global, di mana Starknet tidak lagi sekadar menjadi penyedia ruang blok sekunder, melainkan platform komputasi terverifikasi berdaulat. Para peneliti kriptografi institusional menilai bahwa kepemilikan lapisan konsensus sendiri akan memberikan fleksibilitas penuh bagi Starknet untuk mengadopsi skema tanda tangan berbasis *hash* seperti Winternitz One-Time Signatures (WOTS) atau standar NIST seperti ML-DSA dan SLH-DSA tanpa terhalang biaya gas tinggi di rantai induk.

Kendati demikian, kelompok kerja teknis Starknet dihadapkan pada tantangan besar untuk membangun lapisan konsensus berkecepatan tinggi dengan finalitas sub-detik yang tetap aman secara desentralisasi. Rilis draf *whitepaper* pada November 2026 mendatang akan menjadi acuan penting bagi para pengembang aplikasi terdesentralisasi (dApps), mitra kustodian institusional, serta investor pasar modal untuk menilai kelayakan transisi arsitektur terbesar dalam sejarah penskalaan Web3 tersebut.

Sumber: CoinTelegraph

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar