Industri aset kripto mencatat rekor kelam sepanjang September 2026 setelah dua firma keamanan blockchain terkemuka, PeckShield dan CertiK, merilis data kerugian akibat peretasan dan exploit yang melampaui angka $766 juta hingga $768 juta. Periode ini resmi dinobatkan sebagai bulan dengan insiden keamanan terparah sepanjang tahun 2026. Lonjakan tajam kerugian ini didorong oleh serangkaian serangan siber skala besar yang menyasar bursa terpusat serta protokol likuiditas lintas rantai, di mana dua insiden terbesar menyumbang porsi mayoritas dari total kerugian ekosistem global.
Dominasi Pembobolan Bitget dan Insiden Liquid Network
Dua kasus pembobolan terbesar yang memicu lonjakan kerugian pada September 2026 adalah insiden keamanan yang menimpa platform bursa Bitget serta eksploitasi smart contract pada Liquid Network. Bitget menderita kerugian masif mencapai $388 juta setelah celah keamanan pada sistem vendor pihak ketiga berhasil dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menguras cadangan aset digital, termasuk puluhan juta koin XRP dan Bitcoin dalam hitungan jam.
Sementara itu, protokol Liquid Network mengalami serangan exploit terarah dengan total nilai kerugian awal menyentuh angka $320 juta. Kendati demikian, tekanan kolaboratif dari para validator jaringan dan pelacakan transaksi on-chain intensif berhasil memaksa pelaku mengembalikan dana lebih dari $270 juta beberapa hari setelah insiden berlangsung. Meskipun sebagian aset berhasil dipulihkan, kedua kasus profil tinggi ini tetap tercatat sebagai salah satu pencurian aset kripto terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah industri.
Data PeckShield dan CertiK Catat Rekor Terburuk 2026
Berdasarkan laporan analitik bulanan yang dirilis pada Rabu, PeckShield mengidentifikasi sebanyak 55 insiden peretasan berskala besar sepanjang September dengan akumulasi dana tercuri mencapai $766,5 juta. Di sisi lain, firma audit CertiK mencatat total 97 insiden keamanan di berbagai rantai blockchain dengan taksiran kerugian agregat mencapai $768,4 juta. Kedua lembaga riset tersebut menegaskan bahwa angka kerugian bulan September melesat drastis dibandingkan catatan bulan Agustus sebelumnya.
Selain pembobolan Bitget dan Liquid Network, laporan keamanan tersebut turut mencatat serangkaian serangan lain yang menyasar penyedia infrastruktur dompet dan platform hiburan terdesentralisasi. Di antaranya adalah pembobolan Safe Wallet yang menelan kerugian $7,8 juta, peretasan dompet perangkat keras DCENT senilai $6 juta, serta eksploitasi platform kasino kripto Duelbits sebesar $5,9 juta yang sempat memaksa layanan situs berhenti beroperasi secara total.
Implikasi Keamanan Siber dan Total Kerugian Industri
Meningkatnya intensitas dan kecanggihan serangan siber memicu kekhawatiran mendalam di kalangan investor institusi serta pengembang protokol Web3. Dalam pernyataan resminya pada Rabu, juru bicara CertiK memberikan peringatan keras kepada komunitas kripto global. "Bulan September menjadi pengingat nyata betapa cepatnya lanskap ancaman keamanan siber dapat berubah," tegas CertiK dalam laporan evaluasi keamanan mereka.
Data terkini pada dasbor intelijen CertiK menunjukkan bahwa sepanjang tahun berjalan 2026, telah terjadi sebanyak 656 insiden keamanan di seluruh sektor Web3 dengan akumulasi kerugian fantastis menembus $2,68 miliar. Peningkatan risiko ini kian mendesak para pengelola platform kustodian dan bursa kripto untuk memperketat audit smart contract, memperbarui protokol manajemen kunci privat, serta memperkuat audit keamanan rantai pasok vendor guna mencegah kerugian serupa terulang kembali.
Sumber: CoinTelegraph



