Kejaksaan Agung New York resmi mengamankan kesepakatan perdata hingga $35 juta serta sanksi pencekalan seumur hidup dari industri kripto dan sekuritas terhadap mantan CEO Celsius Network, Alex Mashinsky, pada Jumat (9/10/2026). Langkah hukum tegas yang dipimpin oleh Jaksa Agung New York Letitia James ini mengakhiri gugatan perdata negara bagian atas skema penipuan yang memperdaya ratusan ribu investor kripto, termasuk lebih dari 26.000 warga New York. Mashinsky, yang saat ini tengah menjalani hukuman pidana penjara 12 tahun di lembaga pemasyarakatan federal, terbukti menyesatkan nasabah mengenai tingkat keamanan dana deposito di platform pinjaman kripto tersebut sebelum Celsius kolaps total pada pertengahan 2022.
Sanksi Denda Finansial dan Pencekalan Industri Seumur Hidup
Berdasarkan rincian kesepakatan penyelesaian yang diumumkan oleh kantor Jaksa Agung New York, Alex Mashinsky diwajibkan membayar denda sebesar $25 juta kepada otoritas negara bagian apabila ia gagal menyerahkan $10 juta dalam bentuk penyitaan aset hasil kejahatan kepada pemerintah federal Amerika Serikat. Selain itu, klausul penegakan hukum tersebut juga menetapkan penalti tambahan sebesar $10 juta apabila Mashinsky tidak menuntaskan seluruh masa hukuman pidana penjaranya selama 12 tahun penuh. Hukuman finansial ini melengkapi rentetan sanksi perdata yang sebelumnya telah dijatuhkan oleh Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) pada Juni 2026 yang turut melarangnya beraktivitas di pasar komoditas.
Tak hanya menyasar kewajiban materiil, keputusan pengadilan ini secara permanen melarang Mashinsky untuk kembali bekerja, memimpin, mengelola, atau menjalankan bisnis apa pun di sektor sekuritas, komoditas, maupun industri aset kripto di wilayah yurisdiksi New York. Jaksa Agung Letitia James menegaskan bahwa penegakan hukum ini merupakan pesan keras bagi para pelaku industri digital agar tidak menyalahgunakan kepercayaan publik. Mashinsky secara sistematis mempromosikan Celsius sebagai platform penyimpanan yang jauh lebih aman daripada bank konvensional, sembari secara rahasia mempertaruhkan dana nasabah pada instrumen berisiko tinggi dan menutupi kerugian neraca perusahaan yang kian membengkak.
Dampak Keruntuhan Celsius dan Distribusi Dana Restitusi Kreditur
Kehancuran Celsius Network bermula pada Juni 2022 ketika perusahaan mendadak membekukan seluruh fasilitas penarikan dana nasabah di tengah krisis likuiditas parah di pasar aset digital global. Sebulan kemudian, entitas pemberi pinjaman kripto tersebut resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 ke pengadilan niaga Amerika Serikat. Keruntuhan Celsius memicu efek domino yang merontokkan sejumlah institusi pinjaman kripto lainnya dan menyulut kepanikan masif di kalangan investor ritel yang kehilangan akses terhadap simpanan miliaran dolar mereka seketika.
Hingga Agustus 2026, para nasabah dan kreditur Celsius dilaporkan telah menerima pengembalian dana lebih dari $3,4 miliar melalui rangkaian persidangan dan proses kepailitan yang diawasi pengadilan federal. Saat keluar dari status pailit pada awal 2024, Celsius merancang rencana distribusi likuiditas sekitar $3 miliar dalam bentuk aset kripto dan uang tunai melalui kemitraan dengan platform pembayaran Coinbase serta PayPal. Kejaksaan Agung New York memastikan bahwa dana penyelesaian dari Mashinsky akan diarahkan untuk mendukung pemulihan finansial para korban yang terdampak langsung oleh manipulasi laporan keuangan platform tersebut.
Ketegasan Otoritas New York Melindungi Konsumen Kripto
Tindakan hukum terhadap mantan pucuk pimpinan Celsius ini semakin menegaskan posisi agresif negara bagian New York dalam meregulasi dan menindak penipuan di ekosistem aset digital. Melalui gugatan yang pertama kali diajukan pada tahun 2023, Letitia James membeberkan bagaimana Mashinsky berulang kali memberikan pernyataan palsu dalam siaran langsung mingguan untuk meyakinkan publik bahwa modal mereka terlindungi secara utuh, padahal Celsius saat itu telah berada di ambang kebangkrutan sistemik akibat kegagalan tata kelola risiko operasional.
Jaksa Agung Letitia James menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memburu entitas dan oknum yang menyalahgunakan ekosistem aset digital demi keuntungan pribadi. Dalam pernyataan resminya, James menyatakan dirinya tidak akan mengizinkan para penipu menggunakan mata uang kripto untuk memangsa masyarakat New York yang tidak menaruh curiga. Putusan ini menjadi preseden penting bagi yurisdiksi keuangan global bahwa kejahatan manipulasi pasar kripto tidak hanya berujung pada hukuman penjara federal, tetapi juga pelucutan seluruh akses profesional dan sanksi pemulihan aset yang mengikat secara permanen.
Sumber: CoinDesk



