Riset

IMF Ungkap Pasar Saham Tertokenisasi $2,3 Miliar Masih Ilikuid

IMF Ungkap Pasar Saham Tertokenisasi $2,3 Miliar Masih Ilikuid

Key Takeaways

IMF merilis riset pasar saham tertokenisasi $2,3 miliar, menemukan 80% transaksi pecahan saham namun memperingatkan risiko likuiditas tipis dan volatilitas.

Dana Moneter Internasional (IMF) menerbitkan laporan stabilitas keuangan global terbarunya yang menyoroti akselerasi adopsi saham tertokenisasi di jaringan blockchain. Dalam laporan bertajuk "Scaling Tokenization: New efficiencies and new vulnerabilities", IMF mengungkapkan bahwa perdagangan saham berbasis blockchain berhasil menghadirkan akses pasar 24 jam nonstop dan kepemilikan pecahan (fractional ownership). Namun, lembaga moneter multilateral tersebut memperingatkan bahwa likuiditas di pasar ini masih sangat dangkal, volatilitas 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan bursa saham konvensional, serta infrastruktur penyelesaian transaksi antar-platform yang belum matang sehingga rentan memicu eskalasi krisis likuiditas sistemik.

Dominasi Transaksi Saham Pecahan dan Akses Perdagangan 24 Jam

Studi IMF mengamati dinamika perdagangan lima saham korporasi Amerika Serikat yang paling aktif ditransaksikan dalam bentuk token, mencakup Tesla (TSLA), Nvidia (NVDA), dan Alphabet (GOOG), serta instrumen indeks Nasdaq 100 di berbagai bursa kripto terpusat maupun terdesentralisasi. Hasil analisis menunjukkan lebih dari separuh (50%) volume transaksi berlangsung di luar jam operasional reguler bursa Wall Street, menegaskan tingginya minat pemodal ritel global terhadap akses pasar tanpa henti.

Selain perdagangan sepanjang waktu, sekitar 80% transaksi saham tertokenisasi tercatat bernilai kurang dari satu lembar saham utuh. Temuan ini membuktikan bahwa daya tarik utama tokenisasi aset dunia nyata (RWA) saat ini terletak pada keterjangkauan modal masuk bagi investor kecil. Menariknya, pergerakan harga saham tertokenisasi pada sesi perdagangan malam hari terbukti memuat informasi sinyal pasar yang valid, di mana lebih dari 85% perubahan harga semalam langsung tercermin pada saham konvensional dalam lima menit pertama pembukaan bursa AS.

Nilai Pasar Capai $2,3 Miliar di Tengah Ancaman Ilikuiditas

Meskipun mencatat pertumbuhan pesat sebagai bagian dari ekosistem aset dunia nyata tertokenisasi (RWA) yang kini bernilai total $65 miliar per Juli 2026, segmen saham tertokenisasi baru menyumbang sekitar $2,3 miliar. Skala ini masih sangat kecil jika disandingkan dengan kapitalisasi pasar ekuitas global yang diproyeksikan mendekati $160 triliun oleh Securities Industry and Financial Markets Association (SIFMA).

IMF menggarisbawahi bahwa pasar saham kripto memiliki tingkat volatilitas rata-rata 1,5 kali lipat lebih tinggi dengan likuiditas yang jauh lebih tipis dibandingkan bursa primer. CEO Bitget Gracy Chen menyatakan bahwa memindahkan aset ke dalam jaringan blockchain hanyalah tahap awal dari transformasi finansial, sedangkan tantangan terbesar ke depan adalah memastikan efisiensi perputaran modal di level institusional. Fragmentasi platform dan belum seragamnya integrasi antara bursa swasta, kustodian, serta protokol DeFi membuat biaya selip harga (slippage) tetap menjadi beban signifikan.

Potensi Efisiensi Penyelesaian dan Risiko Otomatisasi Likuidasi

Laporan IMF mengakui teknologi ledger terdistribusi (DLT) berpotensi memangkas beban kerja rekonsiliasi manual, mengotomatisasi distribusi dividen korporasi, dan mempercepat transfer agunan lintas yurisdiksi. Deretan bursa ternama seperti Bullish, OKX bersama Intercontinental Exchange (ICE), Kraken, Binance, Coinbase, hingga Robinhood terus memacu ekspansi instrumen ekuitas tertokenisasi ini untuk merespons permintaan institusional.

Kendati demikian, IMF memperingatkan bahwa mekanisme otomatisasi seperti panggilan margin otomatis (automated margin calls) dan eksekusi likuidasi instan di tengah jam perdagangan malam dapat memperparah guncangan pasar saat terjadi krisis. Tanpa kerangka hukum kepemilikan yang mengikat, standar interoperabilitas lintas rantai, dan aturan perlindungan likuiditas darurat, keterhubungan antara pasar kripto dan sistem keuangan tradisional dikhawatirkan dapat mentransmisikan risiko volatilitas secara tidak terkendali.

Sumber: CoinDesk

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar