Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan Amerika Serikat (FinCEN) di bawah naungan Departemen Keuangan AS resmi mencabut dua proposal regulasi kontroversial yang menargetkan transaksi dompet mandiri (self-custody/unhosted wallets) serta layanan pencampur kripto (crypto mixing services) pada Senin (5/10/2026). Langkah strategis ini mengakhiri ketidakpastian regulasi yang telah membayangi industri aset digital selama bertahun-tahun. Otoritas menegaskan bahwa penarikan aturan ini dilakukan guna mencegah efek jera yang melumpuhkan aktivitas ekonomi sah (chilling effect on legitimate activity) sekaligus mendukung komitmen administrasi federal untuk merumuskan regulasi aset digital yang proporsional, seimbang, dan tepat guna (fit-for-purpose).
Pencabutan Regulasi Dompet Mandiri Sejak Era Mnuchin
Proposal pertama yang dicabut adalah ketentuan pencatatan transaksi dompet pribadi yang diusulkan sejak Desember 2020 oleh mantan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada masa-masa akhir jabatannya. Berdasarkan rancangan awal regulasi tersebut, institusi perbankan dan lembaga jasa pengiriman uang (Money Services Businesses atau MSB) diwajibkan menyimpan catatan verifikasi identitas nasabah untuk setiap penarikan dana ke dompet mandiri bernilai di atas $3.000. Selain itu, entitas keuangan juga diwajibkan menyerahkan laporan mata uang dan identitas pihak penerima (counterparty) kepada otoritas federal untuk transaksi yang melebihi $10.000.
Aturan tersebut memicu gelombang penolakan keras dari para pengembang Web3, komunitas open-source, dan pelaku industri kripto karena dinilai membebankan standar pengawasan perbankan sentralistik kepada teknologi desentralisasi non-kustodian. Kebijakan ini dianggap melanggar hak privasi keuangan fundamental warga negara serta menciptakan risiko kebocoran data pribadi para pemegang aset digital. Dengan pencabutan resmi ini, lembaga keuangan berizin di AS tidak lagi dibebani kewajiban pelaporan khusus saat nasabah memindahkan aset digital mereka ke perangkat cold wallet atau aplikasi non-kustodian.
Pembatalan Klasifikasi Mixer Kripto dalam PATRIOT Act
Selain regulasi dompet mandiri, FinCEN juga resmi membatalkan proposal tahun 2023 yang berupaya mengklasifikasikan seluruh transaksi pencampuran mata uang virtual konvertibel (CVC mixing) sebagai ancaman utama pencucian uang (primary money laundering concern) di bawah Bagian 311 USA PATRIOT Act. Rencana aturan tersebut semula menuntut institusi perbankan dan bursa kripto mengumpulkan serta menyetorkan data audit mendalam terkait setiap transfer yang bersentuhan dengan protokol privasi on-chain, tanpa membedakan motif pengguna.
Dalam keterangan resminya, FinCEN mengakui bahwa pengawasan menyeluruh terhadap teknologi pengaburan transaksi berisiko mematikan inovasi dan menekan utilitas teknologi blockchain secara sah bagi pengguna yang memerlukan privasi transaksi komersial. Asosiasi perdagangan aset digital The Digital Chamber menyambut antusias langkah tersebut dan menyatakan bahwa keputusan Departemen Keuangan sukses melenyapkan beban kepatuhan berlebihan yang selama ini membatasi kebebasan bertransaksi bagi warga AS.
Implikasi Pasar dan Arah Kebijakan Regulasi AS
Keputusan Departemen Keuangan AS mencerminkan perubahan arah kebijakan federal yang lebih akomodatif dan ramah terhadap ekosistem aset digital di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Langkah deregulasi ini melengkapi proposal kerangka kerja baru yang baru saja dirilis regulator pasar berjangka komoditas (CFTC) untuk bursa kripto berlisensi, sehingga menandai babak baru pendekatan pengawasan AS yang memprioritaskan mitigasi risiko nyata ketimbang larangan blanket ban yang mematikan industri.
Pasar kripto merespons positif pengumuman FinCEN tersebut, di mana harga Bitcoin terpantau bertahan kokoh di atas level $85.000 per koin seiring pulihnya kepercayaan institusional dan kejelasan hukum di yurisdiksi AS. Kendati dua proposal pengawasan ketat tersebut ditarik sepenuhnya, FinCEN menggarisbawahi bahwa rezim kepatuhan anti-pencucian uang (AML) serta penegakan sanksi ekonomi oleh Office of Foreign Assets Control (OFAC) tetap ditegakkan secara presisi untuk menindak aktor jahat dan organisasi kriminal tanpa mengorbankan hak kepemilikan mandiri aset kripto.
Sumber: The Block



