Regulasi

FASB Kaji Aturan Baru, Stablecoin Bisa Diakui Sebagai Setara Kas

FASB Kaji Aturan Baru, Stablecoin Bisa Diakui Sebagai Setara Kas

Key Takeaways

FASB usulkan aturan akuntansi baru yang izinkan korporasi AS catat stablecoin sebagai setara kas di neraca, hapus hambatan likuiditas treasury perusahaan.

Dewan Standar Akuntansi Keuangan Amerika Serikat (Financial Accounting Standards Board atau FASB) tengah mengkaji pembaruan standar akuntansi yang berpotensi merevolusi perlakuan aset digital bagi perbendaharaan korporasi. Laporan terbaru dari jaringan blockchain Tempo, proyek infrastruktur yang didukung Stripe, mengungkapkan bahwa usulan Accounting Standards Update (ASU) tersebut akan mengizinkan perusahaan mengklasifikasikan kepemilikan stablecoin tertentu sebagai setara kas (cash equivalents) pada neraca keuangan. Langkah ini dinilai sebagai terobosan krusial yang mengikis hambatan administratif terbesar bagi korporasi multinasional untuk mengintegrasikan mata uang kripto stabil ke dalam arus kas operasional harian.

Hambatan Neraca Tradisional dan Hak Penebusan Langsung

Di bawah standar akuntansi keuangan AS (GAAP) yang berlaku saat ini, kepemilikan aset kripto termasuk stablecoin umumnya diperlakukan sebagai aset tak berwujud tanpa batas waktu (indefinite-lived intangible assets) atau aset digital yang wajib dicatat pada nilai wajar. Klasifikasi kaku tersebut membuat saldo stablecoin tidak dapat dihitung ke dalam cadangan kas resmi perusahaan, yang secara langsung menekan rasio likuiditas primer seperti current ratio dan quick ratio. Kondisi ini kerap memicu kekhawatiran manajer keuangan karena berisiko melanggar klausul perjanjian utang perbankan (loan covenants), kendati token yang disimpan dijamin penuh satu banding satu oleh dolar AS dan instrumen pasar uang berperingkat tinggi.

Menurut analisis laporan Tempo, proposal pembaruan FASB memberikan solusi konkret namun menerapkan kriteria kepatuhan yang ketat. Korporasi yang ingin mencatat stablecoin sebagai setara kas diwajibkan memiliki hak penebusan langsung (direct redemption rights) dengan penerbit resmi token bersangkutan. Artinya, kepemilikan stablecoin seperti USD Coin (USDC) yang dibeli secara anonim melalui bursa kripto spot sekunder tanpa kontrak bilateral tidak secara otomatis memenuhi syarat pengakuan kas ini. Tempo mencontohkan struktur kemitraan Coinbase, yang telah sukses mengklasifikasikan cadangan USDC sebagai setara kas dalam laporan tahunan 2025 berkat perjanjian penebusan langsung secara kontraktual bersama Circle.

"Kontrak langsung Anda dengan entitas penerbitlah yang memberikan kualifikasi akuntansi tersebut, dan kepemilikan token semata di dompet digital tidak serta-merta membuat Anda memenuhinya," tegas tim riset Tempo dalam laporan evaluasi regulasi tersebut.

Jadwal Konsultasi Publik dan Harmonisasi GENIUS Act

Proposal pembaruan akuntansi ini telah dibuka oleh FASB untuk masa konsultasi publik hingga 19 November mendatang. Selama periode dengar pendapat ini, dewan penyusun standar keuangan AS akan menghimpun masukan dari kantor akuntan publik tier-1, asosiasi bendahara perusahaan, dan industri teknologi keuangan sebelum merumuskan naskah final serta menetapkan tanggal efektivitas aturan secara resmi. Upaya deregulasi administratif ini dipandang sangat tepat waktu mengingat tekanan pasar institusional yang menuntut perlakuan akuntansi yang lebih adil dan mencerminkan substansi ekonomi riil dari instrumen pembayaran berbasis blockchain.

Langkah FASB tersebut hadir menyusul pengesahan regulasi bersejarah GENIUS Act oleh Kongres Amerika Serikat pada Juli 2025, yang menciptakan payung hukum federal komprehensif pertama bagi stablecoin pembayaran. Undang-undang federal tersebut dijadwalkan mulai berlaku efektif pada Januari 2027 atau selambat-lambatnya 120 hari setelah otoritas perbankan dan pasar modal menuntaskan aturan pelaksanaannya. Sementara GENIUS Act berfokus pada mandat hukum bagi penerbit token mengenai kecukupan cadangan likuiditas dan kewajiban audit independen, FASB melengkapinya dari sisi pengguna akhir dengan mengatur bagaimana entitas komersial membukukan aset tersebut secara legal dan transparan di hadapan auditor.

Ledakan Pasar Stablecoin $300 Miliar dan Proyeksi Pasar

Urgensi pembaruan pedoman akuntansi ini kian mendesak seiring ekspansi masif ekosistem stablecoin global yang kini telah menembus kapitalisasi pasar agregat sebesar $300 miliar berdasarkan metrik data DefiLlama. Stablecoin berdenominasi dolar AS telah bertransformasi dari sekadar alat penyelesaian spekulasi perdagangan kripto menjadi infrastruktur vital pembiayaan perdagangan lintas batas dan manajemen perbendaharaan korporat global yang memproses miliaran dolar volume transaksi setiap minggunya. Kejelasan klasifikasi sebagai setara kas diperkirakan akan memicu gelombang adopsi perbendaharaan baru dari emiten Fortune 500 yang selama ini tertahan oleh ketidakpastian audit.

Selain itu, dinamika geopolitik moneter turut mendorong percepatan integrasi ini. Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tengah aktif mengkaji skema kemitraan strategis dengan sektor swasta untuk memperluas penetrasi stablecoin dolar AS di pasar internasional. Inisiatif lintas kementerian yang melibatkan Departemen Keuangan AS, Departemen Luar Negeri, dan United States International Development Finance Corporation (DFC) ini bertujuan mempertahankan dominasi dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia di tengah digitalisasi sistem keuangan global. Dengan sinkronisasi antara kerangka akuntansi FASB dan dukungan geopolitik Washington, stablecoin diproyeksikan segera menjadi komponen standar dalam kas korporasi modern.

Sumber: Cointelegraph

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar