Perusahaan perbendaharaan aset digital Evernorth Holdings resmi mencatatkan saham perdananya di bursa efek Nasdaq pada perdagangan Senin (12/10/2026). Melantai di bawah kode ticker XRPN, entitas ini menjadi perusahaan perbendaharaan murni pertama di Wall Street yang secara eksklusif mengelola aset kripto XRP. Debut publik ini langsung disambut antusias oleh para investor pasar modal dengan lonjakan harga saham sebesar 5% pada sesi pembukaan. Langkah strategis ini memperluas akses bagi investor institusi konvensional untuk memperoleh eksposur terhadap XRP melalui instrumen ekuitas teregulasi di bursa saham Amerika Serikat.
Debut XRPN di Nasdaq dan Struktur Cadangan $657 Juta
Evernorth resmi beralih status menjadi perusahaan publik setelah merampungkan aksi merger kombinasi bisnis dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) Armada Acquisition Corp. II. Kesepakatan aksi korporasi tersebut sebelumnya telah memperoleh persetujuan mutlak dari para pemegang saham Armada pada 2 Oktober 2026. Melalui aksi korporasi ini, Evernorth mengamankan posisi sebagai entitas publik pemegang cadangan XRP terbesar di dunia.
Berdasarkan laporan kepemilikan aset yang dirilis, Evernorth saat ini menguasai portofolio sekitar 473 juta keping XRP. Mengacu pada valuasi pasar saat transaksi berlangsung di kisaran harga $1,39 per koin, total nilai cadangan perbendaharaan digital yang dikuasai Evernorth mencapai sekitar $657 juta. Kehadiran instrumen saham XRPN memberikan alternatif sarana investasi pasar modal yang transparan tanpa mengharuskan investor mengelola dompet digital dan kustodi on-chain secara mandiri.
Rekrut Mantan Eksekutif Coinbase dan Strategi Yield DeFi
Sebagai bagian dari transisi menuju pasar modal publik, dewan direksi Evernorth turut mengumumkan perombakan susunan pimpinan eksekutif senior. Manajemen resmi menunjuk Hugo Jeandesboz, yang sebelumnya menjabat sebagai Co-Chief Investment Officer di Coinbase Asset Management, untuk menduduki posisi strategis sebagai Chief Investment Officer (CIO) Evernorth. Jeandesboz akan memegang mandat penuh dalam merumuskan arsitektur strategi perbendaharaan, alokasi permodalan, serta mitigasi risiko likuiditas perusahaan.
Berbeda dari model perbendaharaan kripto konvensional yang cenderung pasif, Evernorth menegaskan tidak hanya menyimpan aset XRP di dalam fasilitas brankas kustodi dingin. Di bawah kepemimpinan Jeandesboz, perusahaan berencana mengoptimalkan kepemilikan XRP melalui partisipasi aktif pada ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi). Langkah tersebut mencakup penyediaan likuiditas terarah serta strategi pemupukan imbal hasil (yield generation) guna mendulang arus pendapatan berkelanjutan bagi pemegang saham publik.
Dampak Institusional Terhadap Likuiditas dan Pasar XRP
Pencatatan perdana Evernorth di bursa Nasdaq memberikan angin segar bagi pasar XRP yang saat ini menempati peringkat kelima aset kripto terbesar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. Data pasar Coingecko mencatat kapitalisasi pasar XRP berada di kisaran $87,8 miliar dengan volume transaksi harian melampaui $1,48 miliar. Keberadaan instrumen ekuitas seperti XRPN diproyeksikan mampu menyerap likuiditas pasar modal institusi tradisional yang memiliki batasan mandat dalam memegang aset digital langsung.
Ujian berikutnya bagi manajemen Evernorth adalah transparansi pelaporan audit neraca secara berkala sesuai ketentuan ketat komisi sekuritas federal. Keberhasilan implementasi strategi yield DeFi dengan proteksi aset institusional akan menjadi tolok ukur krusial bagi kelanjutan model bisnis perbendaharaan altcoin di Wall Street. Kehadiran XRPN kian mempertegas integrasi aset kripto utama ke dalam instrumen pasar modal global menyusul ekspansi derivatif dan produk investasi terstruktur lainnya.
Sumber: TokenPost, CoinTelegraph



