Teknologi & Development

Ethereum Uji Batas Gas 200 Juta di Sepolia Lewat Glamsterdam

Ethereum Uji Batas Gas 200 Juta di Sepolia Lewat Glamsterdam

Key Takeaways

Testnet Ethereum Sepolia aktifkan upgrade Glamsterdam dengan batas gas 200 juta, melonjak tiga kali lipat dari mainnet guna tekan lonjakan biaya transaksi.

Jaringan uji coba (testnet) Ethereum Sepolia resmi mengaktifkan pembaruan Glamsterdam dan mulai memproduksi blok transaksi dengan batas kapasitas komputasi (block gas limit) hingga hampir 200 juta gas. Angka ini melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan kapasitas jaringan utama (mainnet) Ethereum saat ini yang dipatok pada batas 60 juta gas. Peningkatan batas gas yang dijadwalkan pada epoch 353.024 tersebut menjadi tonggak pengujian krusial para pengembang inti untuk mengukur ketahanan infrastruktur validator sebelum mengimplementasikan ekspansi kapasitas pemrosesan blok berskala masif ke jaringan publik utama.

Aktivasi Glamsterdam dan Lonjakan Kapasitas Gas Sepolia

Pembaruan Glamsterdam yang mulai berlaku di testnet Sepolia pada 6 Oktober 2026 menargetkan perluasan ruang tampung data transaksi dalam setiap blok tunggal. Gas merupakan satuan dasar pengukur beban komputasi di ekosistem Ethereum, dan batas gas (gas limit) berfungsi sebagai plafon maksimal beban kerja komputasi yang diizinkan masuk ke dalam satu blok konsensus. Berdasarkan parameter teknis yang dijadwalkan pengembang, aktivasi pada epoch 353.024 mulai berjalan tepat pada pukul 13:53:36 UTC, membuka kapasitas throughput teoritis yang belum pernah diuji sebelumnya di lingkungan jaringan publik.

Kendati kapasitas ruang blok kini terbuka hingga 200 juta gas, aktivitas transaksi riil di jaringan uji coba saat ini baru memanfaatkan sebagian kecil dari plafon tersebut. Pantauan data penjelajah blok Etherscan terhadap 25 blok berurutan (nomor blok 11.872.013 hingga 11.872.037) mencatat tingkat utilisasi gas baru berkisar antara 24 persen hingga 43 persen dari batas maksimal. Ruang cadangan yang melimpah ini dirancang untuk mencegah perebutan ruang blok antar-pengguna saat lalu lintas jaringan padat, sehingga lonjakan biaya transaksi (gas fee) akibat perang penawaran biaya prioritas dapat diredam secara signifikan.

Beban Kinerja Validator dan Jejak Riwayat Limit Gas

Peningkatan ukuran blok komputasi menuntut kesiapan perangkat keras para validator, yakni entitas komputer yang mempertaruhkan agunan ETH untuk memverifikasi dan menyetujui setiap blok baru. Peneliti Ethereum Foundation sebelumnya sempat memperingatkan bahwa batas gas di atas 40 juta berisiko memicu keterlambatan propagasi data antarsimpul jaringan (node) jika koneksi desentralisasi tidak memadai. Oleh karena itu, penyesuaian plafon gas di jaringan Ethereum historisnya dilakukan secara bertahap dan melalui pemungutan suara konsensus yang ketat.

Sebagai perbandingan historis, validator Ethereum sempat menyetujui penaikan batas gas dari 30 juta menjadi 32 juta melalui voting tipis 52 persen berbanding 48 persen pada Februari 2025. Batas tersebut kemudian dilipatgandakan menjadi 60 juta gas sepanjang tahun 2025 sebelum akhirnya diresmikan sebagai parameter baku melalui pembaruan Fusaka yang aktif pada 3 Desember 2025. Uji coba 200 juta gas di Sepolia membuktikan batas teknis baru dapat dicapai tanpa memicu kegagalan konsensus fatal di lingkungan uji coba, meskipun para peneliti tetap mengawasi beban latensi jaringan secara berkala.

Roadmap Arsitektur Vitalik Buterin dan Dampak Mainnet

Eksperimen batas gas 200 juta di Sepolia sejalan dengan visi jangka panjang yang dipaparkan salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, mengenai perombakan arsitektur protokol protokol secara menyeluruh dalam tiga hingga empat tahun mendatang. Peta jalan tersebut mencakup penerapan block-level access lists yang mencatat akun serta data yang disentuh setiap blok, memungkinkan validator memproses transaksi secara paralel tanpa harus memverifikasi antrean satu per satu. Selain itu, integrasi enshrined proposer-builder separation (ePBS) disiapkan untuk memasukkan mekanisme lelang pembuatan blok langsung ke dalam aturan konsensus protokol asli.

Meskipun pengujian di Sepolia menunjukkan hasil stabil, pengembang inti belum menetapkan jadwal aktivasi untuk testnet publik lainnya seperti Hoodi maupun rencana adopsi ke jaringan utama Ethereum. Dengan demikian, mainnet Ethereum dipastikan tetap mempertahankan batas gas 60 juta dalam waktu dekat demi menjaga desentralisasi validator mandiri. Hasil uji ketahanan beban di Sepolia akan menjadi dasar data empiris bagi komunitas pengembang sebelum merumuskan proposal perubahan parameter gas limit pada hard fork Ethereum berikutnya.

Sumber: Decrypt

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar