Senator Amerika Serikat Elizabeth Warren mendesak Meta untuk membuka secara rinci rencana stablecoin dan kerja sama pembayarannya sebelum Senat melangkah ke tahap penting pembahasan Clarity Act. Dalam surat yang dikirim kepada CEO Meta Mark Zuckerberg, Warren menilai Kongres harus memahami secara penuh implikasi strategi stablecoin perusahaan teknologi raksasa itu sebelum menetapkan aturan baru yang akan membentuk struktur pasar kripto di Amerika Serikat. Desakan ini muncul ketika Senat Banking Committee diperkirakan segera menggelar voting yang selama berbulan-bulan tertunda.
Fokus utama Warren adalah skala pengaruh Meta. Dengan basis pengguna global yang mencapai miliaran orang melalui Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger, setiap keputusan perusahaan untuk mengintegrasikan stablecoin tertentu dinilai bisa mengubah persaingan pasar secara material. Warren memperingatkan bahwa preferensi Meta terhadap satu produk stablecoin dapat berdampak pada kompetisi, privasi pengguna, integritas sistem pembayaran, dan stabilitas keuangan. Kekhawatiran itu makin sensitif karena Meta sebelumnya pernah mencoba menerbitkan mata uang digital sendiri melalui proyek Libra, yang akhirnya gagal setelah mendapat tekanan keras dari regulator dan parlemen.
Meski Meta menegaskan tidak sedang menerbitkan stablecoin miliknya sendiri, perusahaan itu baru-baru ini sudah meluncurkan program pembayaran kreator menggunakan USDC lewat infrastruktur Stripe di Solana dan Polygon. Langkah itu dianggap pasar sebagai sinyal bahwa Meta kembali serius mengeksplorasi pembayaran berbasis aset digital, kali ini melalui stablecoin pihak ketiga. Warren menilai kurangnya transparansi mengenai model kerja sama, perlindungan privasi, dan insentif komersial antara Meta dengan penerbit stablecoin merupakan masalah serius yang tidak boleh dibiarkan sebelum legislator mengambil keputusan.
Bagi pasar kripto, isu ini penting karena memperlihatkan bahwa pertumbuhan stablecoin kini tidak lagi hanya ditentukan oleh bursa dan perusahaan kripto, tetapi juga oleh platform teknologi konsumen berskala global. Jika Meta pada akhirnya mendorong penggunaan stablecoin di dalam ekosistem aplikasinya, dampaknya bisa sangat besar terhadap volume transaksi, distribusi likuiditas, dan dominasi penerbit tertentu seperti Circle. Di sisi lain, perhatian regulator terhadap risiko privasi dan konsentrasi kekuatan pasar juga berpotensi membuat jalur adopsi stablecoin di perusahaan teknologi besar menjadi jauh lebih ketat dibanding sektor keuangan kripto murni.
Untuk investor dan pelaku industri, perkembangan ini layak dicermati karena hasil voting Clarity Act dapat menentukan seberapa luas ruang gerak integrasi stablecoin di ekonomi digital Amerika. Jika Warren berhasil mendorong pengawasan lebih detail terhadap Meta, maka perusahaan teknologi lain kemungkinan juga akan menghadapi standar transparansi yang lebih keras saat masuk ke pembayaran kripto. Sebaliknya, jika integrasi stablecoin oleh platform besar dibiarkan melaju tanpa banyak pembatasan, persaingan di sektor pembayaran digital bisa berubah cepat dan semakin menguntungkan pemain dengan distribusi pengguna paling besar. Sumber: Decrypt
