Pengadilan Inggris secara resmi menerbitkan perintah penyitaan aset bernilai fantastis terhadap mantan perwira National Crime Agency (NCA), Paul Chowles. Chowles diwajibkan membayar uang ganti rugi sebesar £1.810.678,93 atau setara $2,4 juta (sekitar Rp38 miliar) atas tindak pidana pencurian 50 Bitcoin dari dompet kripto yang disita dalam pengusutan pasar gelap Silk Road 2.0. Nilai aset sitaan tersebut meroket drastis dibandingkan saat dicuri sembilan tahun silam pada Mei 2017, ketika 50 koin Bitcoin tersebut hanya bernilai sekitar £60.000 ($77.000). Langkah tegas ini menjadi preseden penting penegakan hukum dalam mengejar keuntungan hasil kejahatan aset digital.
Perintah Konfiskasi Aset Rp38 Miliar Akibat Lonjakan Harga BTC
Crown Prosecution Service (CPS) berhasil mengamankan perintah konfiskasi terhadap pria berusia 44 tahun asal Bristol tersebut di bawah payung hukum Proceeds of Crime Act 2002 pada Rabu (30/9/2026). Pengadilan memutuskan bahwa Chowles wajib mengembalikan nilai penuh dari seluruh aset yang digelapkan, mencerminkan apresiasi harga Bitcoin yang melonjak lebih dari tiga puluh kali lipat sejak waktu pencurian. Hingga saat ini, pihak berwenang telah berhasil memulihkan 30 dari total 50 Bitcoin yang diselewengkan Chowles.
Jaksa penuntut menegaskan bahwa selisih nilai yang sangat besar antara valuasi tahun 2017 dan 2026 tidak menghapuskan tanggung jawab finansial pelaku terhadap nilai pasar riil aset saat ini. Perintah kompensasi ganti rugi juga telah diterbitkan untuk korban dalam perkara ini. Divisi Proceeds of Crime CPS sendiri mencatatkan rekor pemulihan dana kejahatan lebih dari £530 juta melalui mekanisme perintah konfiskasi selama lima tahun terakhir, dengan lebih dari £102 juta di antaranya telah berhasil dikembalikan langsung kepada para korban kejahatan finansial.
Modus Pencucian Uang Melalui Bitcoin Fog dan Kartu Kripto
Sebagai figur yang memimpin analisis teknis dan ekstraksi data perangkat digital sitaan Silk Road 2.0, Chowles memanfaatkan akses khususnya untuk menyedot 50 Bitcoin dari dompet cadangan milik pendiri situs, Thomas White. Pemindahan aset ilegal tersebut dilakukan secara bertahap selama dua hari pada Mei 2017. Guna mengaburkan jejak transaksi di buku besar terdistribusi, ia memecah saldo kripto tersebut menjadi pecahan-pecahan kecil lalu mengalirkannya melalui layanan pencampur koin desentralisasi Bitcoin Fog.
Setelah melalui proses pencampuran yang rumit di jaringan Bitcoin Fog, Chowles mencairkan dana tersebut ke mata uang fiat menggunakan kartu debit kripto Cryptopay dan Wirex. Berdasarkan catatan audit forensik pengadilan, mantan aparat tersebut mengeksekusi sebanyak 279 transaksi pencairan dengan akumulasi nilai tunai mencapai £144.580. Selama bertahun-tahun, tuduhan hilangnya dana sitaan tersebut sempat dialamatkan kepada Thomas White, yang secara konsisten membantah tuduhan tersebut hingga akhirnya koin sempat dinyatakan hilang tanpa jejak pada akhir 2021.
Penyelidikan Forensik Chainalysis dan Putusan Penjara Pelaku
Titik terang kasus ini akhirnya terungkap setelah penggeledahan rumah kediaman Chowles pada tahun 2022 berhasil menyita sejumlah perangkat keras yang masih menyimpan kunci privat (private keys) dompet kripto terkait. Tim penyidik Kepolisian Merseyside bekerja sama erat dengan firma analitik blockchain Chainalysis guna merekonstruksi jalur transaksi on-chain yang sebelumnya telah dikaburkan lewat Bitcoin Fog. Bukti forensik digital yang tak terbantahkan tersebut akhirnya memaksa Chowles mengakui perbuatannya di hadapan meja hijau.
Chowles resmi dijatuhi vonis hukuman penjara selama lima tahun enam bulan oleh Pengadilan Mahkota Liverpool (Liverpool Crown Court) pada Juli 2025 usai mengaku bersalah atas dakwaan pencurian serta transfer dan penyembunyian properti hasil tindak pidana. Manajemen NCA juga telah memecatnya secara tidak hormat pada 11 Juli 2025. Jaksa Spesialis Divisi Proceeds of Crime CPS, Luke Clements, menyatakan bahwa Chowles telah menyalahgunakan posisi kepercayaan publik demi keuntungan pribadi dengan mencuri aset yang sejatinya telah disita oleh aparat hukum. Clements menegaskan institusinya akan terus memburu aset pelaku kejahatan tanpa kompromi.
Sumber: Decrypt



