Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengajukan preseden putusan pengadilan banding kasus Bitcoin Fog sebagai amunisi tambahan untuk menolak permohonan pembebasan (acquittal) pengembang Tornado Cash, Roman Storm. Jaksa penuntut federal New York berpendapat bahwa putusan Pengadilan Banding D.C. Circuit baru-baru ini mengukuhkan yurisdiksi hukum federal atas operasi protokol mixer kripto. Langkah hukum ini menjadi pukulan berat bagi upaya Roman Storm yang tengah berusaha menggugurkan vonis bersalah terkait konspirasi pengoperasian bisnis pengiriman uang tanpa izin serta dakwaan pencucian uang di Pengadilan Distrik Selatan New York (SDNY).
Preseden Kasus Bitcoin Fog Perkuat Yurisdiksi Jaksa di Manhattan
Jaksa federal mengutip putusan D.C. Circuit tertanggal 25 September 2026 yang menguatkan vonis pidana serta hukuman penjara 12,5 tahun bagi operator Bitcoin Fog, Roman Sterlingov. Dalam putusan tersebut, majelis hakim banding menegaskan bahwa yurisdiksi penuntutan di Washington D.C. sah untuk seluruh empat dakwaan pidana. Hakim D.C. Circuit mendasarkan yurisdiksi pencucian uang pada bukti transaksi yang dijalankan agen rahasia dari kantornya di distrik tersebut, serta aktivitas pengiriman uang tanpa izin yang terbukti melayani pengguna setempat.
Berdasarkan preseden itu, jaksa SDNY menegaskan bahwa aktivitas Tornado Cash di wilayah Manhattan sudah lebih dari cukup untuk menetapkan yurisdiksi pengadilan federal New York. Jaksa menolak dalih pembelaan Roman Storm yang mengklaim transaksi pengguna di Manhattan tidak memenuhi syarat yurisdiksi teritorial. Menurut jaksa, prinsip operasional mixer terdesentralisasi tetap tunduk pada hukum pidana federal selama layanannya diakses dan memfasilitasi aliran dana di wilayah hukum Amerika Serikat.
Kesaksian Shakeeb Ahmed dan Bantahan Likuiditas Mixing Pool
Dalam permohonan pembebasan pasca-sidang yang diajukan sejak September 2025, kuasa hukum Roman Storm berargumen bahwa kesaksian peretas Shakeeb Ahmed tidak cukup membuktikan adanya keterkaitan yurisdiksi New York. Ahmed sebelumnya bersaksi menggunakan Tornado Cash dari apartemen pribadinya di Manhattan, namun tim pembela menilai transaksi individual tersebut tidak secara langsung memajukan konspirasi kriminal yang dituduhkan jaksa terhadap pengembang perangkat lunak.
Namun, jaksa penuntut membantah keras pembelaan tersebut dengan argumen teknis arsitektur mixer kripto. DOJ menyatakan bahwa setiap setoran dana, meskipun berlangsung singkat di dalam smart contract, secara langsung memperbesar likuiditas mixing pool. Likuiditas yang membesar ini esensial untuk menyamarkan jejak transaksi dan memfasilitasi pencucian uang. Oleh karena itu, penggunaan Tornado Cash oleh Ahmed dari apartemennya di Manhattan secara nyata memajukan tujuan konspirasi pengaburan dana ilegal.
Babak Krusial Menanti Putusan Hakim Failla Jelang Sidang Ulang 2027
Kasus Roman Storm kini berada di tangan Hakim Distrik Katherine Polk Failla yang telah mendengarkan argumen lisan atas mosi pembebasan pada April 2026. Hakim Failla hingga saat ini belum mengeluarkan putusan resmi terkait apakah permohonan pembatalan vonis Storm dikabulkan atau ditolak. Sebelumnya pada Agustus 2025, juri memvonis bersalah Storm atas tuduhan konspirasi menjalankan bisnis pengiriman uang tanpa izin, namun mengalami kebuntuan suara (deadlock) pada dakwaan pencucian uang dan pelanggaran sanksi internasional.
Apabila Hakim Failla menolak mosi pembebasan Roman Storm, persidangan ulang (retrial) untuk dua dakwaan yang sempat mengalami kebuntuan tersebut telah dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2027. Keputusan final dalam kasus ini dipantau ketat oleh komunitas pengembang Web3 global, karena akan menjadi preseden hukum krusial mengenai batas tanggung jawab pidana pembuat kode open-source terhadap penyalahgunaan protokol privasi oleh pihak ketiga.
Sumber: CoinTelegraph



