Perusahaan manajemen aset dan jasa keuangan yang melantai di bursa Nasdaq, DeFi Development Corp (ticker: DFDV), resmi menambah kepemilikan aset kripto Solana ke dalam neraca keuangannya. Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi Formulir 8-K yang diserahkan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), emiten pemegang cadangan kas Solana korporasi terbesar kedua di dunia ini memborong sebanyak 26.202 SOL senilai kurang lebih $3 juta antara 28 September hingga 2 Oktober 2026. Aksi akumulasi teranyar ini mengerek total simpanan perbendaharaan digital perseroan menjadi 2.564.212 SOL dan ekuivalen SOL dengan valuasi portofolio menembus $302 juta.
Rincian Akumulasi Kas Solana dan Saham Preferen CHAD
Ekspansi portofolio Solana ini menandai kenaikan tipis sebesar 1% dibandingkan posisi per 25 September 2026 yang tercatat sebesar 2.538.010 SOL. Kendati demikian, laju pembelian mingguan perseroan terpantau mulai melambat jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Sebagai perbandingan, DeFi Development Corp sempat mengakumulasi 101.381 SOL pada pekan yang berakhir 18 September, sebelum kemudian menyerap 47.706 SOL pada pekan berikutnya seiring penyesuaian likuiditas pasar modal.
Untuk mendanai strategi akumulasi agresif tersebut, perseroan menerbitkan instrumen saham preferen berticker CHAD yang membayarkan dividen mendahului saham biasa. Saham preferen CHAD dipatok dengan nilai nominal $10 dan memberikan imbal hasil tahunan sebesar 13% atau setara $1,30 per lembar saham. Dewan direksi perseroan juga telah menetapkan dividen harian sebesar $0,00516 per lembar saham untuk setiap hari bursa hingga 30 Oktober 2026. Selain instrumen saham preferen, DFDV juga membuka fasilitas penawaran ekuitas at-the-market (ATM) senilai $300 juta guna menghimpun modal segar secara berkala dari pasar terbuka.
Kinerja Kuartal III dan Lonjakan Nilai Aktiva Bersih
Manajemen perseroan memandang perlambatan laju mingguan sebagai dinamika wajar dalam pengelolaan perbendaharaan jangka panjang. Chief Executive Officer (CEO) DeFi Development Corp, Joseph Onorati, menegaskan bahwa laju ekspansi korporasi tetap berada pada jalur pertumbuhan yang sangat solid. Menurutnya, fokus utama manajemen adalah memaksimalkan eksposur terdesentralisasi bagi para pemegang saham di pasar modal reguler.
"Kapal DFDV melaju dengan kecepatan kilat. Kami terus konsisten membeli SOL dan telah memperbesar kas perbendaharaan kami sebesar 11% sejak 12 Agustus lalu," ujar Joseph Onorati dalam siaran pers resmi perseroan.
Dalam laporan estimasi awal kinerja kuartal III per 30 September 2026, perseroan mengumumkan bahwa metrik SOL per saham dan total kepemilikan SOL melonjak dua digit sejak pertengahan Agustus. Di saat yang sama, nilai aktiva bersih (Net Asset Value/NAV) per saham biasa—yakni sisa valuasi setelah dikurangi seluruh kewajiban utang dan liabilitas saham preferen—tercatat melonjak lebih dari 100%. Lonjakan ini mencerminkan keberhasilan transformasi bisnis korporasi yang sebelumnya beroperasi sebagai platform teknologi properti komersial Janover sebelum melakukan pivot total ke perbendaharaan digital pada 2025.
Replikasi Model Perbendaharaan Kripto dan Risiko Valuasi
Model bisnis yang diterapkan DeFi Development Corp mengadopsi strategi perbendaharaan aset digital (Digital Asset Treasury/DAT) yang dipopulerkan oleh Strategy milik Michael Saylor pada Bitcoin. Perseroan tidak hanya menyimpan aset kripto secara pasif di dalam kustodi, melainkan juga mengoperasikan node validator mandiri di jaringan Solana untuk mengamankan konsensus sekaligus mengantongi imbal hasil staking on-chain secara berkelanjutan. Skema ini menawarkan sarana bagi investor institusional tradisional untuk memperoleh eksposur terungkit (magnified exposure) terhadap fluktuasi harga Solana melalui rekening sekuritas konvensional.
Kendati demikian, pendekatan DAT menyimpan tantangan struktural terkait premi valuasi pasar. Perusahaan perbendaharaan digital mengandalkan kemampuan menjual saham baru di atas nilai intrinsik aset kripto yang mendasarinya (mNAV). Ketika sentimen pasar berbalik melemah dan harga saham terkoreksi hingga diperdagangkan di bawah nilai aset bersihnya (diskon mNAV), kapasitas perseroan untuk menerbitkan saham dan memborong token baru akan terhambat. Manajemen DFDV kini bertumpu pada arus kas validator dan likuiditas saham CHAD untuk menjaga stabilitas neraca sembari mengantisipasi volatilitas kuartal penutup 2026.
Sumber: Decrypt



