Penyedia infrastruktur kustodi aset digital terkemuka, Cobo, secara resmi mengumumkan penutupan permanen aplikasi dompet konsumen ritel (Cobo Wallet App) pada 1 Desember 2026 pukul 00:00 UTC+8 (atau 30 November 2026 pukul 23:00 WIB). Langkah ini mengakhiri hampir sembilan tahun operasional layanan dompet ritel yang dirintis sejak 2017 oleh tokoh perintis industri kripto, Shixing Mao (dikenal sebagai Discus Fish, salah satu pendiri F2Pool) dan Michael Wu. Manajemen menetapkan batas waktu akhir (deadline) penarikan aset hingga 30 November 2026. Pengguna yang membiarkan saldo kripto mengendap melewati tenggat waktu tersebut akan dikenakan biaya pengelolaan akun agresif sebesar 2% per bulan dengan denda minimum setara $100 per bulan.
Mekanisme Denda Akun Mengendap dan Skema Pemotongan Minimum
Pihak manajemen Cobo menegaskan bahwa kelalaian pengguna menarik dana sebelum penutupan layanan pada 1 Desember 2026 akan dianggap secara otomatis sebagai persetujuan terhadap ketentuan biaya pemeliharaan akun. Pemotongan biaya perdana dijadwalkan berlangsung pada 1 Januari 2027 pukul 00:00 UTC+8 untuk periode penahanan aset selama bulan Desember 2026. Selanjutnya, saldo pengguna akan dipotong pada hari pertama setiap awal bulan berjalan sampai aset tersebut berhasil ditarik secara mandiri atau habis terkuras oleh akumulasi denda.
Biaya pemotongan standar ditetapkan sebesar 2% dari total jumlah fisik masing-masing aset kripto yang tersisa, tanpa adanya proses konversi antar-aset. Namun, bagi akun dengan saldo kecil di mana nilai persentase 2% berada di bawah ekuivalen $100, sistem akan secara otomatis mengenakan denda minimum sebesar $100 yang dikonversikan berdasarkan harga agregator CoinMarketCap pada saat eksekusi. Dalam pedoman resmi perhitungannya, akun yang menyimpan 1.000 USDT akan dipotong sebesar 100 USDT (atau 10% dari saldo awal), sedangkan akun dengan saldo di bawah $100, seperti 60 USDT, akan langsung hangus seketika karena seluruh dana disita untuk menutup kewajiban denda minimal bulanan.
Tindakan Kritis bagi Pengguna dan Mitigasi Keamanan Dana
Selain kewajiban memindahkan seluruh saldo kripto ke dompet pribadi non-kustodial atau bursa terpusat lainnya sebelum 30 November 2026, Cobo menginstruksikan para penggunanya untuk segera memperbarui atau menghapus seluruh alamat penerimaan (deposit address) Cobo Wallet yang telah tersimpan di berbagai platform eksternal. Langkah preventif ini mencakup rekening transfer bursa derivatif, kolam penambangan (mining pools), hingga kontrak cerdas terdesentralisasi agar pengiriman dana masa depan tidak tertahan atau masuk ke sistem yang telah dinonaktifkan secara permanen.
Terkait prosedur penarikan dana, manajemen memperingatkan komunitas kripto global agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman penipuan siber dan rekayasa sosial (phishing) yang kerap memanfaatkan momen penghentian layanan. Cobo menegaskan bahwa staf resmi perusahaan tidak akan pernah meminta kata sandi akun, frasa pemulihan (recovery seed phrase), maupun kode otentikasi dua faktor (2FA) pengguna. Perusahaan juga menegaskan tidak menyediakan saluran berbayar untuk mempercepat antrean penarikan dana serta melarang keras pihak ketiga mana pun melakukan klaim pemindahan aset atas nama pengguna.
Transisi Strategis Menuju Kustodi Institusional dan Infrastruktur AI
Keputusan penghentian aplikasi dompet ritel ini merupakan bagian dari restrukturisasi model bisnis jangka panjang Cobo. Perusahaan asal Asia ini sejatinya telah menghentikan pendaftaran pengguna ritel baru sejak tahun 2021 untuk memusatkan seluruh sumber daya teknik pada penyediaan infrastruktur kustodi institusional, teknologi multi-party computation (MPC), dan solusi kepatuhan bursa berskala enterprise. Pasar ritel yang semakin kompetitif dan pergeseran fokus industri mendorong Cobo mempertegas posisinya sebagai tulang punggung kustodi korporasi.
Dalam lanskap bisnis barunya, Cobo telah memperluas kemitraan strategis dengan pemain teknologi global, termasuk keterlibatannya dalam inisiatif Google AP2 untuk mengembangkan infrastruktur dompet agen kecerdasan buatan (AI agent payments) serta kolaborasi dual-staking Bitcoin institusional bersama Core Foundation. Bagi para pemegang aset kripto yang masih mengandalkan Cobo Wallet App, langkah segera memindahkan aset ke cold storage atau perangkat keras menjadi keharusan mutlak sebelum batas akhir 30 November demi melindungi portofolio dari potongan penalti saldo yang memberatkan.
Sumber: TokenPost & Cobo Official Announcement



