Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat (CFTC) resmi menerbitkan aturan final interim sekaligus mengajukan proposal regulasi baru untuk memasukkan kontrak event (event contracts) di pasar prediksi ke dalam kerangka regulasi swap federal pada Jumat (9/10/2026). Langkah regulasi kilat ini diinisiasi langsung oleh Ketua CFTC Mike Selig guna mengukuhkan kewenangan eksklusif lembaga pengawas derivatif tersebut atas platform pasar prediksi seperti Kalshi dan Polymarket. Kebijakan ini secara tegas memisahkan taruhan acara dari perjudian kasino konvensional, sekaligus memperkuat posisi hukum CFTC di tengah pertarungan sengit melawan sejumlah regulator negara bagian yang menuduh platform pasar prediksi menjalankan aktivitas perjudian ilegal tanpa izin resmi.
Klasifikasi Kontrak Event Sebagai Instrumen Swap Federal
Aturan final interim yang diterbitkan CFTC memiliki status hukum yang langsung berlaku efektif sejak hari pengesahan, meski tetap membuka periode masukan publik seiring proses implementasi berjalan di lapangan. Melalui regulasi tersebut, CFTC mendefinisikan secara spesifik batas transaksi yang masuk ke dalam yurisdiksi federal lembaga, dengan menegaskan bahwa kontrak event berbasis olahraga, politik, dinamika sosial budaya, hingga cuaca memenuhi kriteria instrumen swap di bawah payung hukum derivatif Amerika Serikat.
Pada saat yang sama, CFTC menyusun proposal pendamping dengan masa dengar pendapat publik selama 30 hari guna memperjelas batasan operasional platform perdagangan. Proposal ini menetapkan bahwa perjudian bergaya kasino murni berada di luar definisi swap dan tidak berada di bawah pengawasan CFTC. Dengan membatasi ruang lingkup ini, CFTC berupaya menepis tuduhan bahwa pengakuan kontrak event sebagai swap akan secara otomatis mengkriminalisasi taruhan di kasino negara bagian maupun kasino reservasi suku asli Amerika.
Pertarungan Yurisdiksi Melawan Otoritas Negara Bagian
Langkah agresif regulator derivatif federal ini dipicu oleh eskalasi sengketa hukum di berbagai tingkatan pengadilan Amerika Serikat. Beberapa negara bagian secara agresif melayangkan gugatan terhadap platform pasar prediksi terdaftar karena menilai taruhan berbasis hasil acara olahraga melanggar undang-undang perjudian lokal. Dalam beberapa bulan terakhir, putusan pengadilan banding federal terpecah menjadi dua kubu, di mana satu sirkuit memenangkan CFTC sementara dua pengadilan sirkuit lainnya memenangkan otoritas negara bagian hingga memicu sengketa sirkuit yang kini diajukan ke Mahkamah Agung AS.
Analis kebijakan finansial dari TD Cowen, Jaret Seiberg, menilai bahwa penerbitan aturan interim ini merupakan strategi hukum taktis untuk memperkuat posisi tawar pemerintah federal di persidangan. Menurut Seiberg dalam catatan risetnya, aturan ini dirancang guna mematahkan argumen negara bagian yang mengklaim bahwa yurisdiksi CFTC akan mencaplok izin kasino lokal secara sepihak. Menariknya, Ketua CFTC Mike Selig saat ini bertindak sebagai komisaris tunggal yang memegang wewenang penuh di komisi beranggotakan lima orang tersebut, seiring langkah pemerintahan Presiden Donald Trump yang belum menunjuk komisaris tambahan dari pihak oposisi.
Implikasi Regulasi Terhadap Ekosistem Kalshi dan Polymarket
Bagi industri pasar prediksi dan platform derivatif digital, langkah CFTC menjadi angin segar yang memberikan kepastian regulasi tingkat federal. Perusahaan operator seperti Kalshi dan Polymarket telah lama mendorong agar CFTC diakui sebagai satu-satunya regulator pengawas tunggal, guna menghindari fragmentasi aturan di puluhan negara bagian yang berpotensi melumpuhkan likuiditas pasar. Dengan status swap yang resmi, operator pasar prediksi memiliki legitimasi institusional yang lebih kokoh untuk menarik partisipasi modal institusi keuangan tradisional.
Kejelasan status instrumen swap ini juga diproyeksikan membuka integrasi yang lebih luas antara pasar prediksi berbasis blockchain dan infrastruktur kliring keuangan arus utama. Jika Mahkamah Agung AS nantinya mengukuhkan yurisdiksi eksklusif CFTC, pasar prediksi terdesentralisasi dan teregulasi akan memiliki landasan hukum permanen untuk memperdagangkan volume kontrak bernilai miliaran dolar tanpa ancaman penutupan operasional mendadak dari kejaksaan negara bagian.
Sumber: CoinDesk



