Regulasi

CFTC Rilis Proposal Aturan Kripto CTX dan CAM untuk Bursa AS

CFTC Rilis Proposal Aturan Kripto CTX dan CAM untuk Bursa AS

Key Takeaways

CFTC AS resmi ajukan aturan Regulation CTX dan CAM guna mengawasi perdagangan kripto leverage serta membuka lisensi bursa nasional baru di Amerika Serikat.

Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat (U.S. Commodity Futures Trading Commission atau CFTC) resmi mengumumkan dua proposal regulasi komprehensif untuk mengawasi ekosistem perdagangan aset kripto pada Senin (5/10/2026). Langkah strategis ini mencakup penerbitan Regulation Crypto Asset Transactions (Regulation CTX) dan Regulation Crypto Asset Markets (Regulation CAM) yang dirancang untuk mengatur transaksi kripto berbasis fasilitas leverage, margin, serta pembiayaan pinjaman dana (financing). Pengumuman regulasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua CFTC Mike Selig dalam pidato utamanya pada simposium hukum tahunan Fordham Law Blockchain Regulatory Symposium di New York, sebagai respons proaktif regulator federal dalam mengisi kekosongan hukum struktural pasar kripto di Amerika Serikat.

Kerangka Kerja Regulation CTX dan Skema Lisensi CAM

Melalui proposal Regulation CTX, regulator derivatif AS menetapkan standar operasional baku bagi seluruh aktivitas perdagangan aset digital yang melibatkan penggunaan dana pinjaman untuk melipatgandakan posisi transaksi pedagang. Setiap aktivitas perdagangan dengan leverage atau margin yang melibatkan investor ritel maupun institusional kini secara eksplisit ditarik ke dalam yurisdiksi kepatuhan CFTC guna mencegah manipulasi likuiditas dan risiko gagal bayar sistemik.

Sementara itu, Regulation CAM memperkenalkan kategori pendaftaran entitas baru bernama Crypto Asset Markets (CAMs) bagi platform bursa yang memfasilitasi transaksi leverage tersebut. Skema CAMs ini bertindak sebagai bentuk turunan yang lebih terfokus dari status Designated Contract Markets (DCMs) konvensional yang selama ini menaungi bursa berjangka utama. Meskipun kategori CAMs menyediakan jalur kepatuhan yang lebih ramping bagi pertukaran aset digital, platform yang bermaksud memperdagangkan instrumen kontrak berjangka (futures), derivatif swaps, dan opsi kripto tetap diwajibkan mengantongi lisensi penuh DCM seperti yang telah dimiliki Coinbase, Crypto.com, Bitnomial, serta platform pasar prediksi Kalshi dan Polymarket.

Celah Pengawasan Pasar Spot dan Penegakan Hukum

Meskipun menghadirkan pedoman nasional terpadu, proposal CFTC ini belum mampu menutup celah yurisdiksi pada pasar spot langsung (spot market), yaitu transaksi jual beli murni di mana aset berpindah tangan secara langsung pada harga pasar tanpa fasilitas margin. Ketiadaan mandat pengawasan langsung terhadap perdagangan spot Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) berakar dari tersendatnya pengesahan undang-undang Digital Asset Market Clarity Act di Senat AS pada bulan lalu. Akibatnya, pengawasan pasar spot reguler tetap berada di bawah rezim lisensi pengiriman uang negara bagian (state money transmission laws).

Namun demikian, Ketua CFTC Mike Selig menegaskan bahwa lembaganya tetap memegang wewenang penuh untuk menindak segala bentuk kecurangan (fraud) dan manipulasi pasar di seluruh sektor komoditas digital, termasuk pada transaksi spot. Dalam pidatonya di hadapan para praktisi hukum Fordham Law, Selig menyatakan komitmennya untuk mengakhiri era ketidakpastian hukum: "Hari ini, CFTC menjalankan perannya untuk menghadirkan aturan main yang jelas bagi pasar aset kripto melalui pemberitahuan awal pembentukan aturan Regulation CTX dan Regulation CAM. Aturan ini mengodifikasi jalur bagi bursa aset kripto untuk beroperasi di bawah pengawasan nasional yang seragam oleh CFTC, menggunakan kewenangan hukum yang sama dengan yang sebelumnya dimanfaatkan pemerintah lalu untuk pendekatan penegakan hukum secara sepihak."

Sinergi Regulasi Bersama SEC dan Periode Konsultasi 60 Hari

Inisiatif regulasi CFTC ini melengkapi serangkaian gebrakan kebijakan dari Securities and Exchange Commission (SEC) di bawah kepemimpinan Paul Atkins dan Mark Uyeda. Pada akhir pekan lalu, SEC telah mengajukan aturan standar kustodi aset kripto bagi manajer investasi serta memberlakukan pengecualian khusus untuk mempercepat adopsi tokenisasi sekuritas di pasar keuangan AS. Koordinasi kedua lembaga pengawas keuangan ini berpijak pada taksonomi token gabungan yang dirumuskan awal tahun 2026, yang membedakan yurisdiksi instrumen sekuritas di bawah SEC dan komoditas derivatif di bawah CFTC.

CFTC kini membuka masa konsultasi publik selama 60 hari bagi para pelaku industri, bursa, dan komunitas hukum Web3 untuk memberikan masukan terhadap draf Regulation CTX dan Regulation CAM. Regulator optimis bahwa kepastian regulasi tingkat federal ini akan mendorong investor dan entitas global untuk lebih memilih bertransaksi di ekosistem bursa yang berlisensi resmi di AS. Dokumen usulan aturan tersebut dijadwalkan masuk ke lembaran negara Federal Register pekan ini sebelum tahap finalisasi kebijakan berikutnya.

Sumber: CoinDesk

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar