Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi Amerika Serikat (CFTC) resmi mengajukan dua rancangan aturan baru kepada Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) Gedung Putih untuk mempertegas status hukum kontrak prediksi (event contracts). Langkah regulasi agresif ini bertujuan memasukkan instrumen bursa prediksi ke dalam definisi resmi swaps yang berada di bawah yurisdiksi federal penuh, sekaligus memutus keterkaitannya dengan tuduhan perjudian ilegal yang dilayangkan sejumlah regulator negara bagian. Kebijakan ini menandai eskalasi perlawanan regulator pasar derivatif AS dalam melindungi ekosistem platform prediksi seperti Kalshi, Polymarket, Crypto.com, hingga Robinhood dari gelombang gugatan daerah.
Klasifikasi Kontrak Prediksi Jadi Swaps dan Eliminasi Produk Kasino
Dalam pengajuan resminya ke Gedung Putih tertanggal 28 September 2026, CFTC mengusulkan pembentukan aturan baru yang memperluas definisi instrumen swaps agar secara eksplisit mencakup kontrak hasil kejadian terukur, seperti bursa taruhan olahraga dan pemilu. Melalui skema ini, kontrak biner dengan hasil ya atau tidak yang diperdagangkan secara luas di platform publik akan diakui secara sah sebagai kontrak pertukaran finansial antarpihak yang diawasi langsung oleh pemerintah federal.
Selain aturan umum tersebut, CFTC juga melayangkan interim final rule yang dapat langsung berlaku efektif tanpa menunggu proses legislasi berlarut-larut. Aturan interim ini secara tegas menghapus klasifikasi produk perjudian bergaya kasino dari cakupan kontrak yang dapat diakui sebagai swap. Dengan membedakan secara ketat antara derivatif prediksi dengan perjudian kasino biasa, regulator berupaya membentengi platform finansial dari tuduhan bahwa bursa event contract hanyalah kedok operasional kasino tanpa izin.
Perpecahan Pengadilan Federal dan Sengketa Kewenangan Negara Bagian
Langkah CFTC ini hadir di tengah pertarungan hukum sengit dengan regulator negara bagian yang menuduh bursa prediksi mengoperasikan platform judi ilegal. Pekan lalu, Pengadilan Banding Federal Sirkuit ke-6 dan Sirkuit ke-8 memenangkan klaim negara bagian dengan memutuskan bahwa kontrak olahraga di bursa Kalshi tidak memenuhi syarat sebagai swaps dan wajib tunduk pada undang-undang perjudian lokal. Sebaliknya, Pengadilan Banding Sirkuit ke-3 sebelumnya justru menegaskan bahwa CFTC memiliki yurisdiksi eksklusif atas pasar prediksi.
Perbedaan putusan antar-sirkuit federal ini menciptakan jurang hukum yang tajam di tingkat nasional. Ketua CFTC Mike Selig secara konsisten membela kewenangan tunggal lembaganya dan secara rutin mengambil tindakan hukum terhadap intervensi regulator negara bagian. Sejumlah pengamat hukum memperkirakan pertentangan yurisdiksi yang kian meruncing ini berpotensi besar dibawa ke Mahkamah Agung AS guna menentukan batas kewenangan antara undang-undang komoditas federal dan regulasi perjudian negara bagian.
Kepemimpinan Tunggal Mike Selig dan Implikasi Terhadap Pasar Kripto
Meskipun CFTC secara undang-undang dirancang memiliki lima komisioner, lembaga ini saat ini beroperasi di bawah kepemimpinan tunggal Mike Selig. Presiden Donald Trump hingga kini belum menominasikan empat komisioner lainnya, sehingga Selig memiliki wewenang untuk mengambil keputusan kebijakan dan regulasi secara unilateral. Kedua draf aturan yang diajukan ke Gedung Putih diklasifikasikan oleh CFTC sebagai regulasi yang tidak signifikan secara ekonomi (not economically significant), mempercepat laju peninjauan birokrasi di OMB.
Selain regulasi kontrak prediksi, dokumen pengungkapan OMB juga mencatat bahwa CFTC telah menyerahkan dokumen prerule terpisah yang berfokus pada kerangka regulasi aset kripto. Bagi ekosistem Web3 dan bursa derivatif digital, kepastian klasifikasi kontrak prediksi sebagai instrumen swaps federal memberikan legitimasi operasional yang kuat serta perlindungan hukum dari kriminalisasi sepihak oleh otoritas lokal di berbagai yurisdiksi AS.
Sumber: CoinDesk



