Perusahaan perbendaharaan Bitcoin asal Prancis yang tercatat di bursa efek Euronext, Capital B, melaporkan lonjakan rugi bersih hingga mencapai €69,5 juta atau sekitar $78,1 juta untuk semester pertama tahun 2026. Pembengkakan kerugian ini dipicu secara langsung oleh beban penurunan nilai akuntansi (impairment charge) atas kepemilikan aset Bitcoin sebesar €67,5 juta atau setara $75,9 juta. Kendati mencatatkan rugi bersih yang melebar drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar €1,9 juta, manajemen menegaskan bahwa pos penurunan nilai tersebut merupakan penyesuaian nilai buku wajar tanpa dampak arus kas langsung terhadap operasional bisnis perusahaan.
Beban Penurunan Nilai Akuntansi Non-Kas Menekan Laba Bersih
Laporan keuangan semester pertama tahun 2026 yang dirilis resmi oleh Capital B pada Kamis memperlihatkan dampak volatilitas harga aset kripto terhadap pembukuan perusahaan publik di Eropa. Beban penurunan nilai Bitcoin sebesar $75,9 juta dihitung berdasarkan pergerakan harga pasar spot Bitcoin pada penutupan kuartal kedua per 30 Juni 2026. Standar akuntansi yang berlaku mengharuskan perusahaan mencatat penurunan nilai pasar aset digital ke dalam laporan laba rugi sebagai impairment, meskipun aset tersebut tidak dijual secara riil di pasar terbuka.
Meskipun laba bersih tertekan oleh beban akuntansi tersebut, kinerja lini operasional inti Capital B justru mempertahankan pertumbuhan positif. Pendapatan konsolidasi perseroan tercatat tumbuh 3,5% secara tahunan (year-on-year) menjadi €5,8 juta ($6,5 juta), naik dari angka €5,6 juta pada semester pertama 2025. Sementara itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang disesuaikan (adjusted EBITDA) berada di posisi negatif $1,2 juta, mencerminkan efisiensi operasional di tengah restrukturisasi fokus bisnis korporasi.
Agresivitas Akumulasi 3.538 Bitcoin dan Dukungan Adam Back
Di balik catatan rugi akuntansi di atas kertas, Capital B justru semakin mempercepat strategi akumulasi cadangan Bitcoin sepanjang tahun berjalan. Sepanjang paruh pertama 2026, perseroan berhasil menghimpun pendanaan ekuitas sebesar €27,5 juta ($30,9 juta), yang kemudian dilanjutkan dengan penggalangan modal tambahan senilai €31,7 juta ($35,6 juta) antara 1 Juli hingga 15 Oktober 2026. Seluruh arus modal segar tersebut dialokasikan secara khusus untuk memperbesar kepemilikan aset kripto di neraca keuangan.
Langkah akumulasi terstruktur ini mendongkrak total cadangan Bitcoin strategis Capital B hingga mencapai 3.538 BTC per 30 September 2026. Angka tersebut melonjak 25,3% dibandingkan simpanan awal tahun sebanyak 2.823 BTC pada Januari. Total biaya perolehan seluruh cadangan koin mencapai €310,6 juta ($349,4 juta) dengan harga rata-rata pembelian di level €87.805 ($98.768) per koin. Pada September 2026, perusahaan menuntaskan pembelian tunggal terbesar tahun ini sebanyak 376 BTC senilai €25,3 juta ($28,4 juta) yang didanai melalui partisipasi investor ventura institusional termasuk Chief Executive Officer Blockstream, Adam Back.
Peringkat Kedua Perbendaharaan Eropa dan Rencana Ekspansi
Koleksi aset digital tersebut kini bernilai sekitar $290 juta berdasarkan harga pasar terkini, mengukuhkan posisi Capital B sebagai entitas pemegang cadangan Bitcoin korporasi terbesar kedua di benua Eropa setelah Bitcoin Group asal Jerman, serta menduduki peringkat ke-25 secara global menurut data Bitcointreasuries. Perseroan yang sebelumnya bernama The Blockchain Group ini telah menyelesaikan perubahan identitas merek (rebranding) pada Juli 2025 demi memantapkan posisinya sebagai pelopor pure-play digital asset treasury di Eropa.
Manajemen Capital B juga mengumumkan metrik BTC Yield sebesar 2,2% untuk sembilan bulan pertama tahun 2026, yang mengukur pertumbuhan persentase kepemilikan Bitcoin terhadap setiap lembar saham beredar penuh (fully diluted). Untuk memperkuat struktur permodalan jangka panjang, pemegang saham perseroan sebelumnya telah meratifikasi plafon kapasitas pembiayaan hingga $120 miliar melalui instrumen ekuitas dan utang terstruktur. Selain itu, aksi pemecahan saham terbalik (reverse stock split) dengan rasio 10-banding-1 telah diterapkan pada Juli guna meningkatkan likuiditas perdagangan dan memperluas daya tarik bagi investor institusional global.
Sumber: The Block dan CoinTelegraph



