Jaringan mata uang kripto berbasis privasi Pirate Chain (ARRR) mengonfirmasi temuan celah keamanan kritis pada sistem validasi transaksi yang memicu pencetakan tanpa izin (*unauthorized minting*) sebanyak 39,8 juta token ARRR senilai sekitar $10,3 juta. Insiden yang terdeteksi sejak 14 Oktober 2026 ini menyebabkan lonjakan inflasi mendadak terhadap total suplai sirkulasi koin sebesar kurang lebih 20 persen dalam hitungan jam. Menanggapi situasi darurat tersebut, operator Delayed Proof of Work (dPoW) sepakat membekukan sementara layanan notarisasi konsensus, sementara platform perdagangan NonKYC telah memblokir akun yang teridentifikasi mencurigakan serta menyetop seluruh penarikan dana guna menghentikan pelarian aset.
Celah Validasi Transaksi dan Pelanggaran Akuntansi Turnstile Ironwood
Berdasarkan laporan investigasi teknis yang dirilis oleh pengembang Pirate Chain pada 15 Oktober 2026, eksploitasi ini bermula dari malfungsi ganda pada logika pemrosesan blok di lapisan kode sumber. Celah pertama melibatkan pembobolan mekanisme pembatasan pencetakan koin baru (*issuance check bypass*), yang memungkinkan transaksi manipulatif melewati verifikasi pagu suplai jaringan. Celah kedua berupa galat penguraian skrip keluaran (*output script parsing error*), di mana mesin transaksi salah menafsirkan instruksi validasi transfer sehingga menghasilkan saldo baru yang tidak sah tanpa memerlukan konsumsi koin masukan (*input*).
Kerentanan kritis ini terhubung langsung dengan integrasi modul akuntansi suplai bertajuk *turnstile Ironwood*, yang baru saja diaktifkan di jaringan utama pada 3 Oktober 2026. Modul ini dirancang untuk mencatat perpindahan saldo antar-lapisan, tetapi celah logika di dalamnya justru dieksploitasi untuk mencetak koin baru langsung ke dalam kolam privasi terlindung (*Sapling shielded pool*). Akibatnya, token ilegal tersebut seketika terselubung oleh enkripsi zk-SNARKs yang menyamarkan alamat pengirim, penerima, serta nominal saldo, membuat pelacakan lanjutan di penjelajah blok publik menjadi sangat sulit dilakukan oleh para peneliti forensik.
Respon Cepat Bursa NonKYC dan Penghentian Notarisasi dPoW Konsensus
Menyadari adanya transaksi anomali berskala masif, bursa pertukaran kripto NonKYC menjadi entitas komersial pertama yang mengambil langkah mitigasi aktif. Pihak NonKYC mendeteksi aliran deposit ARRR mencurigakan yang mencoba mencairkan aset baru ke pasar, sehingga sistem kepatuhan bursa langsung membatasi akses akun terkait dan membekukan seluruh transaksi penarikan koin. Pengembang Pirate Chain menegaskan bahwa NonKYC merupakan satu-satunya platform perdagangan yang secara resmi dikonfirmasi telah memblokir rekening terduga pelaku eksploitasi dalam rilis awal investigasi.
Pada saat bersamaan, para operator Delayed Proof of Work (dPoW)—arsitektur keamanan warisan ekosistem Komodo yang memvalidasi dan mencatatkan status blok Pirate Chain ke rantai eksternal—mencapai konsensus bulat untuk menangguhkan layanan notarisasi sementara waktu. Langkah pencegahan darurat ini diambil guna menghindari legitimasi blok yang memuat transaksi cacat ke dalam buku besar abadi. Tim pengembang juga secara resmi telah menyurati seluruh operator bursa dan kolam penambangan (*mining pools*) mitra agar secara sukarela menghentikan sementara operasional deposit, penarikan, dan perdagangan pasar spot ARRR hingga prosedur perbaikan selesai dieksekusi.
Implikasi Inflasi 20% bagi Likuiditas Pasar dan Rencana Pemulihan Jaringan
Masuknya 39,8 juta token baru ke dalam peredaran menimbulkan ancaman dilusi moneter yang sangat parah bagi para pemegang koin ARRR di pasar global. Mengingat koin-koin baru tersebut telah bercampur di dalam kolam privasi Sapling, tim inti Pirate Chain menghadapi dilema teknis yang kompleks untuk melakukan pemusnahan (*burn*) atau pembatalan saldo curian tanpa mengganggu saldo pengguna sah lainnya. Pengembang memastikan bahwa kunci notarisasi utama dan fondasi kriptografi privasi jaringan tidak mengalami kebocoran data (*no private key compromise*), serta rantai utama Pirate Chain secara teknis masih terus memproduksi blok secara operasional.
Sebagai panduan darurat, tim pengembang Pirate Chain menginstruksikan seluruh komunitas dan pemilik dompet untuk tidak memindahkan dana atau mengeksekusi transfer on-chain apa pun selama fase pemulihan berlangsung. Komunitas inti saat ini tengah berkoordinasi intensif dengan para pengembang perangkat lunak desentralisasi untuk memformulasikan solusi konsensus, termasuk opsi pembaruan node wajib (*mandatory node update*) atau soft fork guna menolak transaksi yang berasal dari saldo ilegal tersebut sebelum koin disalurkan kembali ke bursa terpusat.
Sumber: TokenPost / PANews



