Home/BREAKING: ETH Tumbang 35% vs BTC, Risiko Turun 40% Lagi
Crypto

BREAKING: ETH Tumbang 35% vs BTC, Risiko Turun 40% Lagi

BREAKING: ETH Tumbang 35% vs BTC, Risiko Turun 40% Lagi

Key Takeaways

Ether sudah turun 35% terhadap Bitcoin dalam setahun dan kini menghadapi risiko koreksi 40% lagi, di tengah naiknya suplai ETH di bursa besar kripto dunia.

Pasangan ETH/BTC kembali jadi sorotan pasar pada Minggu, 10 Mei, setelah laporan CoinTelegraph menunjukkan Ether telah anjlok lebih dari 35% terhadap Bitcoin dalam 12 bulan terakhir. Pelemahan ini bukan sekadar angka tahunan biasa, karena struktur grafik jangka panjang yang dipantau analis kini dinilai mirip dengan pola bearish 2024–2025. Dalam skenario yang dibahas, ETH/BTC bahkan masih berisiko turun sekitar 40% lagi menuju area 0,0176 BTC bila tekanan jual berlanjut. Artinya, isu yang sedang dipantau pasar bukan hanya lemahnya performa Ether, tetapi kemungkinan bahwa Bitcoin masih terus mencuri dominasi relatif di tengah rotasi modal besar di pasar kripto.

Latar belakangnya cukup jelas. Sejak 2022, ETH/BTC berkali-kali gagal menembus garis tren turun multi-tahun yang menjadi tembok resistensi utama. Setelah sempat menguji area itu lagi pada Agustus 2025, pasangan ini kembali ditolak di dekat level Fibonacci 0,382 dan rata-rata pergerakan eksponensial 50 bulan. Sejak itu, ETH/BTC bergerak turun dan kembali kehilangan pijakan di bawah EMA 20 bulan di sekitar 0,034 BTC. Bagi trader teknikal, kombinasi penolakan di area resistensi besar dan hilangnya support menandakan seller masih dominan, sehingga ruang pelemahan tambahan tetap terbuka selama belum ada katalis baru yang cukup kuat untuk membalikkan tren.

Dampak langsung ke pasar terlihat dari narasi yang makin kontras antara Ethereum dan Bitcoin. Data yang dikutip dari CryptoQuant menunjukkan cadangan ETH di Binance naik ke sekitar 3,62 juta ETH, atau sekitar 24,6% dari total Ether yang tersimpan di seluruh bursa. Dalam praktiknya, kenaikan saldo di exchange sering dibaca sebagai sinyal bertambahnya pasokan yang siap dijual. Sebaliknya, cadangan Bitcoin di Binance justru disebut menurun, sebuah sinyal yang lebih identik dengan pengetatan suplai di sisi bursa. Kombinasi dua tren ini memperkuat pandangan bahwa tekanan relatif pada ETH masih lebih berat, sementara BTC tetap mendapat dukungan dari arus akumulasi dan likuiditas yang lebih ketat.

Reaksi komunitas dan pelaku pasar pun mulai mengerucut pada satu tema: Ether masih butuh katalis yang jauh lebih kuat untuk mengejar momentum Bitcoin. Di kalangan trader kripto, perdebatan besar saat ini bukan lagi soal apakah Ethereum punya fundamental, melainkan kapan fundamental itu bisa kembali diterjemahkan menjadi arus beli yang konsisten. Sejumlah analis menyoroti bahwa narasi “ultrasound money” Ethereum tidak lagi sekuat beberapa tahun lalu, sementara Bitcoin justru terus ditopang oleh akumulasi korporasi dan integrasi yang lebih luas ke portofolio institusional. Sentimen itu membuat banyak pelaku pasar memilih bersikap defensif pada ETH/BTC sampai ada perubahan struktur tren yang benar-benar meyakinkan.

Untuk investor, hal yang perlu diperhatikan adalah perbedaan antara pelemahan relatif dan kejatuhan absolut. ETH masih bisa naik terhadap dolar AS dalam fase tertentu, tetapi tetap dianggap tertinggal jika kenaikannya kalah cepat dari Bitcoin. Karena itu, investor sebaiknya memantau dua hal sekaligus: apakah cadangan ETH di bursa terus bertambah, dan apakah ETH/BTC mampu merebut kembali area teknikal penting di atas support yang hilang. Jika tidak, pasar bisa terus menganggap setiap pantulan sebagai relief rally sementara. Dalam jangka pendek, berita ini menegaskan bahwa dominasi Bitcoin belum benar-benar pudar, sementara Ether masih harus membuktikan bahwa fase lemahnya terhadap BTC memang sudah mendekati akhir. Sumber: CoinTelegraph, CryptoQuant.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar