SharpLink Gaming CEO Joseph Chalom menyebut ada tiga katalis utama yang bisa mendorong harga Ether (ETH) kembali menguat dalam waktu dekat. Dalam wawancara di program Chain Reaction Cointelegraph yang dipublikasikan pekan ini, Chalom menilai pengesahan CLARITY Act di Amerika Serikat, kembalinya minat risiko investor global, dan percepatan tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) menjadi faktor paling penting untuk membuka ruang kenaikan baru bagi ETH.
Pernyataan itu muncul saat Ether masih diperdagangkan di sekitar US$2.190, jauh di bawah rekor tertingginya di US$4.823 yang tercapai pada Agustus 2025. Artinya, ETH masih terkoreksi sekitar 55% dari level puncaknya. Chalom menekankan bahwa pasar belum melihat kombinasi katalis yang cukup kuat untuk membawa Ethereum kembali ke lintasan bullish, tetapi menurutnya tiga faktor tersebut mulai bergerak ke arah yang sama.
Katalis pertama adalah CLARITY Act, rancangan aturan pasar aset digital di AS yang bertujuan memberi kepastian hukum lebih besar bagi industri kripto. Menurut Chalom, dampaknya tidak hanya penting bagi pelaku pasar di AS, tetapi juga dipantau dekat oleh pusat keuangan Asia seperti Korea Selatan, Hong Kong, Tokyo, dan Singapura. Jika AS benar-benar beralih dari pendekatan yang sebelumnya dianggap bermusuhan menjadi lebih pro-inovasi, Ethereum berpotensi mendapat dorongan sentimen institusional yang besar.
Katalis kedua adalah pulihnya risk appetite. Chalom menilai arus modal ke kripto masih tertahan oleh ketegangan geopolitik dan dominasi narasi saham AI. Jika tekanan makro mereda dan investor kembali mencari aset berisiko, ETH bisa ikut menikmati rotasi modal. Bagi pasar, ini berarti pergerakan Ethereum dalam beberapa pekan ke depan akan sangat sensitif terhadap data makro, imbal hasil obligasi, serta sentimen global terhadap aset teknologi dan kripto.
Katalis ketiga adalah tokenisasi. Chalom berargumen Ethereum tetap berada di posisi terdepan untuk menjadi rumah utama tokenisasi aset keuangan. Ia menyoroti bahwa nilai pasar RWA onchain saat ini baru sekitar US$32 miliar, namun dapat tumbuh menjadi ratusan miliar dolar hingga satu triliun dolar dalam satu tahun bila adopsi institusi makin cepat. Langkah JPMorgan yang mengajukan money market fund tokenized di Ethereum dan kolaborasi Franklin Templeton dengan Ondo Finance ikut memperkuat narasi tersebut.
Reaksi komunitas kripto cenderung positif karena pernyataan ini datang dari eksekutif perusahaan treasury Ethereum terbesar kedua di bursa, dengan kepemilikan sekitar 861.251 ETH atau senilai US$1,89 miliar. Namun investor tetap perlu berhati-hati. Tiga katalis yang disebut Chalom masih bersifat prospektif, bukan kepastian yang sudah terjadi hari ini. Fokus utama investor kini adalah apakah CLARITY Act benar-benar bergerak cepat, apakah sentimen risiko global membaik, dan apakah adopsi tokenisasi di Ethereum terus bertambah secara nyata. Jika satu saja meleset, reli ETH bisa tertunda. Tetapi bila tiga faktor itu bertemu, Ethereum berpeluang mendapatkan momentum baru yang sangat kuat.
