Perusahaan infrastruktur dan bursa aset kripto global, Blockchain.com, resmi mengajukan permohonan dua lisensi operasional utama kepada Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi Amerika Serikat (CFTC) pada Jumat (9/10/2026). Langkah regulasi strategis yang pertama kali dilaporkan oleh CNBC ini bertujuan untuk mengamankan izin penyelenggaraan bursa pasar prediksi (event contracts) serta perdagangan kontrak derivatif kripto bagi investor ritel maupun institusi di pasar domestik AS. Pengajuan ini mencakup lisensi Pasar Kontrak yang Ditunjuk (Designated Contract Market/DCM) dan Pedagang Komisi Berjangka (Futures Commission Merchant/FCM). Inisiatif berani ini dilakukan di tengah meningkatnya persaingan ketat di sektor kontrak prediksi berbasis blockchain dan persiapan matang perusahaan untuk melantai di bursa saham AS.
Pengajuan Lisensi Ganda DCM dan FCM di Bawah Regulasi CFTC
Permohonan lisensi ganda DCM dan FCM memegang peranan krusial bagi transformasi model bisnis Blockchain.com di wilayah yurisdiksi Amerika Serikat. Dengan memegang status Designated Contract Market (DCM), bursa ini secara resmi diizinkan mengoperasikan pasar bursa berjangka mandiri yang mendaftarkan dan memperdagangkan kontrak peristiwa atau event contracts secara langsung. Sementara itu, lisensi Futures Commission Merchant (FCM) memberikan kewenangan hukum bagi Blockchain.com untuk bertindak sebagai pialang atau perantara resmi yang menerima pesanan beli dan jual derivatif serta mengelola dana jaminan atau margin dari para nasabah.
Kombinasi kedua lisensi ini menandai pergeseran arah strategi perusahaan yang signifikan. Sebelumnya pada Juli 2026, Blockchain.com sempat mengumumkan kemitraan integrasi dengan platform pasar prediksi terdesentralisasi terkemuka, Polymarket, ke dalam aplikasi selulernya. Namun, dengan mengajukan lisensi DCM dan FCM langsung ke regulator federal, Blockchain.com kini berencana membangun dan mengoperasikan ekosistem pasar prediksi internal miliknya sendiri. Infrastruktur berizin penuh ini dirancang untuk melayani investor ritel maupun entitas institusional tanpa bergantung pada perantara pihak ketiga, sekaligus memberikan kepatuhan regulasi tingkat tinggi yang selaras dengan ketentuan hukum komoditas federal AS.
Rencana Penawaran Umum Perdana $500 Juta dan Valuasi $6 Miliar
Langkah kepatuhan regulasi agresif ini berlangsung seiring dengan persiapan Blockchain.com untuk menggelar penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Wall Street. Berdasarkan laporan internal yang beredar di pasar finansial, perusahaan menargetkan penghimpunan dana segar hingga $500 juta dalam aksi korporasi tersebut, dengan proyeksi valuasi pasar perusahaan yang berpotensi menyentuh angka $6 miliar. Kehadiran produk derivatif berizin dan pasar prediksi yang teregulasi diproyeksikan menjadi mesin pendorong pendapatan baru yang sangat menarik bagi para investor institusional sebelum pencatatan saham perdana direalisasikan.
Ketua CFTC Michael Selig dalam berbagai kesempatan baru-baru ini menegaskan komitmen lembaganya untuk mempercepat pembentukan kerangka kerja regulasi aset kripto melalui mekanisme pembuatan aturan mandiri (rulemaking). Dalam wawancara dengan Fox Business pekan ini, Selig menjelaskan bahwa penyusunan aturan baru ini bertujuan menghadirkan perlindungan kokoh bagi pasar spot dan derivatif kripto guna mencegah terulangnya skandal kejahatan seperti kejatuhan FTX pada akhir 2022. Selig menegaskan bahwa regulasi terstruktur akan mencegah penggelapan dana nasabah dan mempertegas bahwa CFTC memegang yurisdiksi federal eksklusif atas instrumen event contracts di seluruh Amerika Serikat.
Sengketa Yurisdiksi Federal dan Yurisprudensi Pasar Prediksi AS
Ekspansi Blockchain.com ke ranah pasar prediksi hadir pada momentum krusial ketika batas kewenangan pengawasan event contracts tengah diuji secara ketat di sistem peradilan Amerika Serikat. Berbagai regulator tingkat negara bagian saat ini melayangkan gugatan hukum terhadap operator pasar prediksi terkemuka seperti Kalshi dan Polymarket dengan tuduhan pelanggaran undang-undang perjudian lokal, khususnya terkait kontrak hasil pemilu dan pertandingan olahraga. Bulan lalu, otoritas negara bagian New Jersey bahkan resmi mengajukan petisi ke Mahkamah Agung AS guna meminta putusan final atas sengketa batas wewenang antara hukum judi negara bagian dan yurisdiksi swap federal CFTC.
Kepemilikan lisensi DCM dan FCM dari CFTC akan memberikan Blockchain.com benteng hukum yang sangat kokoh dalam menghadapi fragmentasi regulasi antarnegara bagian tersebut. Berdasarkan kerangka Commodity Exchange Act (CEA) dan Undang-Undang Dodd-Frank, bursa berjangka yang terdaftar di bawah pengawasan CFTC memperoleh perlindungan preemption federal dari intervensi hukum perjudian lokal. Dengan kepastian hukum ini, Blockchain.com berpeluang merebut pangsa pasar prediksi bernilai miliaran dolar yang saat ini terus tumbuh pesat, sekaligus menetapkan tolok ukur baru bagi konvergensi antara bursa kripto dan pasar keuangan derivatif teregulasi di AS.
Sumber: CoinTelegraph



