Bursa aset kripto global Bitget resmi mengumumkan dimulainya proses pemulihan layanan penarikan dana nasabah secara bertahap pada Senin, 28 September 2026. Langkah pemulihan operasional ini diambil setelah tim teknis bursa berhasil mengidentifikasi dan menambal celah keamanan sistem yang memicu insiden eksploitasi hot wallet senilai $388 juta (sekitar Rp6,3 triliun) pada akhir pekan lalu. Manajemen menegaskan bahwa seluruh kerugian finansial akibat insiden keamanan tersebut akan diganti penuh menggunakan User Protection Fund, sehingga saldo setiap pengguna dipastikan tetap utuh tanpa pemotongan.
Pemulihan Operasional dan Mekanisme Penarikan Bertahap
Dalam pernyataan resmi yang dirilis bursa pada Senin pagi, Bitget menjelaskan bahwa pembukaan kembali gerbang penarikan dana dilakukan secara bertahap berdasarkan jenis aset kripto dan jaringan blockchain. Pendekatan bertahap ini diterapkan untuk memantau integritas transaksi on-chain secara ketat dan mencegah lonjakan lalu lintas penarikan mendadak yang berpotensi membebani node jaringan bursa. Penarikan untuk token utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) dilaporkan menjadi prioritas awal sebelum menyusul token alternatif lainnya.
Pihak bursa juga mengimbau para pengguna untuk tetap tenang dan memverifikasi status antrean penarikan mereka langsung melalui dasbor aplikasi resmi. Manajemen memastikan bahwa pembatasan sementara yang sempat diterapkan sejak insiden peretasan telah dicabut secara terukur seiring selesainya sinkronisasi buku besar aset dengan cadangan dingin (cold storage). Tim operasional Bitget bekerja sepanjang waktu untuk memvalidasi setiap permintaan transfer keluar agar tidak terjadi anomali transaksi baru.
Penambalan Celah Keamanan dan Proteksi Saldo Nasabah
Audit forensik internal Bitget mengungkapkan bahwa pelaku eksploitasi memanfaatkan kerentanan logika pada modul manajemen penarikan hot wallet, bukan melalui kebocoran kunci privat (private keys). Tim pengembang bursa telah merilis pembaruan keamanan darurat guna menutup celah tersebut serta memperketat batas otorisasi multi-tanda tangan (multisig) untuk seluruh transaksi bernilai besar. Manajemen menegaskan bahwa infrastruktur dompet dingin tempat sebagian besar aset cadangan disimpan tetap sepenuhnya aman dan tidak tersentuh peretas.
Untuk memberikan jaminan kepastian finansial bagi nasabah, Bitget mengalokasikan pencairan dari User Protection Fund yang bernilai lebih dari $400 juta guna menutup defisit likuiditas yang timbul. Dana perlindungan cadangan yang disiapkan dalam bentuk stablecoin dan aset likuid ini dirancang khusus untuk menyerap dampak peristiwa luar biasa seperti peretasan bursa. Dengan aktivasi dana tersebut, posisi neraca bursa kembali seimbang dan hak saldo setiap pengguna dijamin tanpa perlu menerapkan haircut atau konversi token paksa.
Pelacakan Aset Curian dan Koordinasi Penegak Hukum
Sebelum pemulihan penarikan dana ini dimulai, ekosistem kripto global telah bergerak cepat untuk membatasi ruang gerak pelaku peretasan. Penerbit stablecoin utama, Tether dan Circle, tercatat membekukan alamat dompet penampung peretas yang memuat aset senilai ratusan juta dolar hanya beberapa jam pasca-kejadian. Selain itu, peretas dilaporkan sempat mengonversi 54 juta token XRP senilai $83 juta ke berbagai aset lain sebelum sebagian jalurnya berhasil diblokir oleh bursa-bursa mitra.
Bitget menyatakan terus berkoordinasi secara intensif dengan aparat penegak hukum internasional, firma analitik forensik blockchain, dan aliansi keamanan industri untuk melacak sisa aliran dana yang dicuri. Bursa juga menawarkan imbalan bounty bagi peretas etis dan pihak yang memberikan informasi valid hingga aset curian dapat dipulihkan. Langkah pembukaan kembali penarikan ini menjadi sinyal positif pemulihan ketahanan industri di tengah maraknya serangan siber yang menargetkan infrastruktur pertukaran aset terpusat.
Sumber: The Block



