Harga Bitcoin (BTC) melonjak menembus level psikologis $87.000 pada perdagangan Jumat (02/10/2026), mendekati rekor tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Lonjakan harga aset kripto nomor satu ini terpicu oleh rilis laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (Nonfarm Payrolls) periode September yang mencatatkan angka jauh di bawah ekspektasi pasar. Melambatnya penyerapan tenaga kerja di Negeri Paman Sam langsung menekan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dan melemahkan indeks dolar, sehingga memicu gelombang optimisme likuiditas dan sentimen risk-on di pasar aset digital global.
Reli Harga Menembus $87.200 dan Squeeze Derivatif
Berdasarkan data perdagangan bursa Bitstamp, pasangan BTC/USD sempat menyentuh level tertinggi harian di $87.229 sesaat setelah data makroekonomi dirilis. Kenaikan tajam ini mengonfirmasi kekuatan teknikal Bitcoin setelah beberapa hari sebelumnya berhasil menguji ulang (retest) area batas bawah harian di kisaran $82.800, sebagaimana dicatat oleh analis teknikal Aksel Kibar. Area tersebut terbukti menjadi pijakan akumulasi yang kokoh bagi para pelaku pasar sebelum momentum makro datang mendorong harga menembus dinding jual di atas $85.000.
Pergerakan impulsif ke atas level $87.000 ini memicu gejolak besar di pasar derivatif kripto. Data likuidasi bursa menunjukkan posisi short senilai lebih dari $120 juta terpaksa dilikuidasi dalam rentang waktu singkat ketika harga menembus klaster pesanan jual institusional. Bersamaan dengan lonjakan tersebut, open interest pada kontrak berjangka Bitcoin mencatatkan penambahan modal baru hingga $2,3 miliar, menandakan masuknya leverage beli yang agresif di tengah dominasi pasar Bitcoin yang kembali merangkak mendekati ambang batas 60%.
Data Nonfarm Payrolls Meleset dan Revisi Tajam Agustus
Laporan resmi dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics) menunjukkan sektor ketenagakerjaan non-pertanian hanya membukukan penambahan 29.000 pekerjaan pada September 2026. Angka realisasi ini merosot tajam dibandingkan konsensus para ekonom Wall Street yang memproyeksikan penambahan sebesar 90.000 pekerjaan. Pelemahan ini semakin diperparah oleh revisi signifikan pada data dua bulan sebelumnya; penambahan tenaga kerja bulan Agustus dipangkas dari 162.000 menjadi 133.000, sementara laporan bulan Juli berbalik dari surplus 21.000 menjadi kontraksi bersih berupa hilangnya 10.000 pekerjaan.
Selain rendahnya penciptaan lapangan kerja, tingkat pengangguran (unemployment rate) AS merangkak naik ke posisi 4,2%, melampaui estimasi awal sebesar 4,1%. Sementara itu, pertumbuhan rata-rata upah per jam (average hourly earnings) tercatat melambat ke level 0,1% secara bulanan (MoM) dan 3,0% secara tahunan (YoY), di bawah konsensus 3,2%. Perlambatan upah ini meredakan kekhawatiran inflasi dari sisi biaya tenaga kerja (wage-push inflation), sekaligus mempertegas sinyal bahwa aktivitas ekonomi domestik AS mulai mengalami perlambatan struktural yang memerlukan respons pelonggaran moneter.
Implikasi Makroekonomi, Yield Obligasi, dan Prospek Suku Bunga The Fed
Rilis data tenaga kerja yang mengecewakan langsung memicu aksi beli masif pada pasar obligasi pemerintah AS. Yield surat utang negara (U.S. Treasury) bertenor 10 tahun terpangkas 7 basis poin ke level 5,17%, sementara yield obligasi bertenor 2 tahun turun ke kisaran 4,71%. Penurunan imbal hasil obligasi bebas risiko ini memberikan ruang bernapas bagi aset-aset berisiko tinggi. Di pasar modal konvensional, indeks saham teknologi Nasdaq melonjak hingga 1,8% dan S&P 500 menguat 1%, seiring pelemahan indeks dolar AS (greenback) terhadap sekeranjang mata uang utama dunia.
Bagi pasar kripto, penurunan yield Treasury menjadi katalis positif utama yang memperkuat daya tarik Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai alternatif dan lindung nilai terhadap devaluasi moneter. Pelaku pasar kini memperkirakan Federal Reserve (The Fed) memiliki fleksibilitas lebih luas untuk menahan kenaikan suku bunga lanjutan, atau bahkan mempercepat siklus pelonggaran likuiditas demi menopang stabilitas pasar tenaga kerja. Selama area support $85.000 mampu dipertahankan pada penutupan mingguan, momentum tren bullish di awal kuartal keempat (Uptober) diproyeksikan membuka jalan menuju pengujian rekor harga tertinggi baru sepanjang masa.
Sumber: CoinTelegraph & CoinDesk



