Home/Bitcoin Anjlok ke $60.000: Analisis Koreksi Pasar Crypto Terburuk Sejak Keruntuhan FTX
Crypto

Bitcoin Anjlok ke $60.000: Analisis Koreksi Pasar Crypto Terburuk Sejak Keruntuhan FTX

Bitcoin Anjlok ke $60.000: Analisis Koreksi Pasar Crypto Terburuk Sejak Keruntuhan FTX

Key Takeaways

Jakarta, 6 Februari 2026 — Pasar cryptocurrency global mengalami gejolak hebat dalam minggu pertama Februari 2026, menandai salah satu penurunan paling signifikan sejak keruntuhan FTX pada November 2022. Bitcoin jatuh dari level $89.000 ke titik terendah $60.000 pada 5 Februari sebelum mengalami rebound teknikal ke $64.350, sementara Ethereum terpuruk 37% dari $3.000 ke $1.891.

Total kapitalisasi pasar cryptocurrency menguap hingga $2 triliun dari puncaknya, dengan likuidasi posisi leverage mencapai $1,82 miliar dalam periode 24 jam—angka tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir.


Ringkasan Eksekutif

Koreksi tajam yang melanda pasar crypto pada awal Februari 2026 dipicu oleh kombinasi kompleks faktor makroekonomi, tekanan institusional, dan sentimen pasar yang memburuk drastis. Meskipun volatilitas ekstrem mendominasi pergerakan harga jangka pendek, data on-chain menunjukkan fundamental jaringan blockchain utama tetap kuat, mengindikasikan potensi pemulihan dalam jangka menengah hingga panjang.


Pergerakan Harga Aset Utama

Periode 1-6 Februari 2026 mencatat penurunan signifikan di seluruh spektrum aset digital, dengan Bitcoin memimpin koreksi pasar.

Tabel Performa Aset Kripto (1-6 Februari 2026)

Aset

Harga Awal (1 Feb)

Harga Akhir (6 Feb)

Perubahan

Terendah 7 Hari

Bitcoin (BTC)

$84.028

$64.350

-23,4%

$60.297

Ethereum (ETH)

$2.442

$1.891

-22,6%

$1.701

BNB

$752

$643

-14,5%

$603

XRP

$1,59

$1,27

-20,1%

$1,08

Solana (SOL)

$117

$92

-21,3%

$88

Pergerakan Harga Bitcoin dan Ethereum

Volatilitas Ekstrem

Bitcoin sempat menyentuh level $60.033 pada 5 Februari—titik terendah sejak April 2025—sebelum mengalami rebound impresif sebesar 9% dalam periode enam jam. Ethereum kehilangan support psikologis $2.000 untuk pertama kalinya dalam 300 hari terakhir, mencerminkan tekanan jual yang masif dari investor ritel maupun institusional.

Altcoin Season Index turun drastis ke level 24 dari 42 minggu sebelumnya, mengindikasikan dominasi Bitcoin yang menguat dan sentimen risk-off yang kuat di kalangan pelaku pasar.


Analisis Faktor Penyebab Koreksi

1. Tekanan Institusional: Outflow ETF Masif

Bitcoin Exchange-Traded Fund (ETF) mencatat outflow bersih sebesar $1,58 miliar dalam empat hari perdagangan berturut-turut, mencerminkan hilangnya kepercayaan investor institusional terhadap aset digital dalam jangka pendek.

Tabel Arus Dana ETF Kripto (2-5 Februari 2026)

Tanggal

BTC ETF Outflow

ETH ETF Outflow

5 Februari

-$258,8 juta

-$72,3 juta

4 Februari

-$544,9 juta

-$79,4 juta

3 Februari

-$272,0 juta

+$14,0 juta

2 Februari

+$561,8 juta

-$2,9 juta

Arus Dana ETF Kripto

BlackRock's iShares Bitcoin Trust (IBIT) mencatat volume perdagangan rekor $10 miliar pada 5 Februari, dengan mayoritas transaksi merupakan aksi jual panik. Meskipun outflow signifikan, total Assets Under Management (AUM) ETF crypto masih bertahan di sekitar $165 miliar, menunjukkan bahwa outflow hanya mewakili 3-5% dari total kepemilikan institusional.

2. Kerugian Korporat: MicroStrategy Catat Rugi $12,6 Miliar

Strategy Inc. (MSTR), perusahaan holding Bitcoin terbesar secara publik, melaporkan kerugian kuartalan Q4 2025 sebesar $12,6 miliar—salah satu kerugian korporat terbesar dalam sejarah pasar keuangan. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor ini memegang 713.504 BTC dengan harga akuisisi rata-rata $76.000 per koin, kini menghadapi unrealized loss sebesar $8,3 miliar seiring Bitcoin diperdagangkan di bawah basis biaya perusahaan.

Saham MSTR anjlok 70% dari puncaknya pada November 2024, memicu kekhawatiran pasar tentang potensi "death spiral"—situasi di mana penurunan harga Bitcoin dapat memaksa perusahaan melakukan likuidasi aset untuk memenuhi kewajiban keuangan, yang pada gilirannya akan menekan harga Bitcoin lebih lanjut.

3. Likuidasi Leverage: $1,82 Miliar Terhapus

Data dari The Block menunjukkan bahwa $1,82 miliar posisi leverage dilikuidasi dalam periode 24 jam, dengan 90% merupakan posisi long (beli). Ini menandai penurunan harian terbesar sejak keruntuhan FTX pada November 2022.

Bitcoin Volatility Index (BVIV) melonjak ke level 100%—tertinggi sejak kolapsnya FTX—mencerminkan ketidakpastian ekstrem di pasar. Mekanisme cascade liquidation terjadi: penurunan harga memicu margin call, yang kemudian memaksa forced selling, yang selanjutnya menekan harga lebih rendah, menciptakan siklus penurunan yang terus berulang.

4. Makroekonomi: Federal Reserve Hawkish dan Penguatan Dolar

Kondisi makroekonomi Amerika Serikat memberikan tekanan tambahan pada aset berisiko, termasuk cryptocurrency.

Indikator Makroekonomi AS (Februari 2026)

Indikator

Nilai Terkini

Keterangan

Suku Bunga Federal Reserve

3,75%

Dipertahankan sejak Januari 2026

Inflasi (CPI)

2,7% YoY

Stagnan

Tingkat Pengangguran

4,4%

Stabil

Non-Farm Payrolls

+50.000

Di bawah ekspektasi +68.000

DXY (Dollar Index)

97,86

Menguat dari 97,5

Data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari ekspektasi—dengan Non-Farm Payrolls hanya menambah 50.000 pekerjaan versus proyeksi 68.000—memicu kekhawatiran tentang potensi resesi ekonomi. Namun, Federal Reserve mempertahankan sikap hawkish dengan mempertahankan suku bunga di level 3,75%, menciptakan tekanan pada aset berisiko.

Penguatan Dolar AS, tercermin dalam kenaikan Dollar Index (DXY) ke 97,86, membuat aset alternatif seperti cryptocurrency kurang menarik bagi investor global, terutama di emerging markets.

5. Sentimen Pasar: Extreme Fear

Fear & Greed Index—indikator sentimen pasar crypto yang populer—anjlok ke level 5 dari skala 100, berada di zona "Extreme Fear". Ini menandai penurunan drastis dari level 61 ("Greed") pada 15 Januari 2026, dan merupakan pembacaan terendah sejak crash FTX pada November 2022.

Sentimen Pasar Crypto

Secara kontras, Bitcoin Rainbow Chart menunjukkan harga berada di zona "Fire Sale - Buy It!", yang secara historis mengindikasikan peluang akumulasi jangka panjang bagi investor yang memiliki horizon investasi multi-tahun.


Berita dan Perkembangan Penting

Kerugian Realisasi Bitcoin Capai $3,2 Miliar

Analis Murphy Chen melaporkan bahwa kerugian realisasi entitas Bitcoin mencapai $3,2 miliar dalam satu hari—melampaui skala kerugian dari peristiwa black swan sebelumnya seperti kolapsnya Luna, kebangkrutan FTX, dan peristiwa likuidasi 312/519.

Kekhawatiran "Death Spiral"

Forbes melaporkan bahwa kapitalisasi pasar crypto yang menguap $2 triliun memicu kekhawatiran tentang spiral penurunan yang tidak terkendali, terutama mengingat leverage yang masih tinggi di sistem dan korelasi yang kuat dengan pasar ekuitas teknologi.

Prediksi Analis: Bottom di $60.000

Firm analis Wall Street Bernstein memprediksi Bitcoin akan mencapai bottom di kisaran $60.000 pada paruh pertama 2026 sebelum memulai rally pemulihan yang berkelanjutan. Prediksi ini didasarkan pada analisis siklus historis dan valuasi on-chain metrics.


Aktivitas Whale dan Data On-Chain

Transfer Besar 7 Hari Terakhir

Aktivitas whale menunjukkan pergerakan signifikan modal, yang dapat mengindikasikan baik aksi jual panik maupun persiapan akumulasi:

  • Binance → Unknown Wallet: 600 juta USDT ($599 juta) - 6 Februari

  • Tether Treasury → Bitfinex: 550 juta USDT ($549 juta) - 6 Februari

  • Coinbase Institutional: Aktivitas keluar-masuk BTC senilai $190 juta+ - 5 Februari

  • Wintermute → Binance: 1.200 BTC ($79,5 juta) - 5 Februari

Pergerakan USDT dalam jumlah besar ke exchange sering kali menandakan persiapan untuk likuidasi atau pembelian pada level harga yang lebih rendah. Transfer BTC dari Coinbase Institutional menunjukkan redistribusi aset di kalangan investor institusional.

Arus Masuk-Keluar Exchange

Bitcoin Exchange Flow (Rata-rata 7 Hari)

  • 5 Februari: +14.310 BTC (inflow besar, mengindikasikan tekanan jual)

  • 4 Februari: +4.270 BTC

  • 3 Februari: -267 BTC (outflow kecil)

  • Rata-rata 7 hari: +3.500 BTC/hari

Inflow BTC yang konsisten ke exchange menandakan tekanan jual yang berlanjut, dengan pemegang mencari likuiditas untuk melepas posisi.

Ethereum Exchange Flow

Ethereum menunjukkan pola yang lebih kompleks dengan swing volatil antara -154.000 hingga +58.000 ETH. Outflow besar sebesar 84.620 ETH pada 5 Februari kemungkinan mengindikasikan whale accumulation atau pemindahan ke cold storage untuk holding jangka panjang.


Ekosistem DeFi: TVL Turun 26% dalam Sebulan

Total Value Locked (TVL) di ekosistem DeFi mengalami penurunan signifikan, mencerminkan risiko deleveraging dan capital flight dari protokol-protokol terdesentralisasi.

Tabel Perubahan TVL DeFi

Periode

TVL Awal

TVL Akhir

Perubahan

1 Bulan

$127,24 miliar

$93,83 miliar

-26,26%

1 Minggu

$116,15 miliar

$93,83 miliar

-19,22%

1 Hari

$100,65 miliar

$93,83 miliar

-6,78%

Analisis DeFi TVL

Distribusi TVL per Blockchain

  • Ethereum: $53,70 miliar (57,24%)

  • Solana: $6,22 miliar (6,63%)

  • BSC: $5,29 miliar (5,64%)

  • Bitcoin: $4,89 miliar (5,21%)

  • Base: $3,76 miliar (4,01%)

Ethereum tetap mendominasi ekosistem DeFi dengan lebih dari separuh total TVL, meskipun mengalami penurunan absolut yang signifikan.

Volume Trading

  • DEX 24 jam: $13,81 miliar (-22,14%)

  • Perpetual Futures 24 jam: $72,60 miliar (+58,13%)

Lonjakan volume perpetual futures—meningkat 58%—menandakan aktivitas spekulasi yang tinggi dan hedging yang agresif oleh trader institusional dan ritel.


Performa Token dan Altcoin

Top 10 Token berdasarkan Volume DEX (24 Jam)

Token

Blockchain

Volume 24h

Perubahan Harga

Market Cap

cbBTC

Base

$1,29 miliar

-8,82%

$5,26 miliar

cbBTC

Ethereum

$275 juta

-9,9%

$5,45 miliar

TRUMP

Solana

$160 juta

-19,29%

$772 juta

RLUSD

Ethereum

$70 juta

0%

$1,51 miliar

ELSA

Base

$54 juta

-19,47%

$15 juta

BFS

Solana

$52 juta

+27,59%

$123 juta

Performa Aset Kripto Utama

Meme coins seperti TRUMP dan ELSA mengalami penurunan tajam seiring risk-off sentiment yang dominan. Namun, BFS pada blockchain Solana menjadi outlier dengan gain impresif +27,59%, menunjukkan rotasi modal selektif ke token-token tertentu yang memiliki narrative atau fundamental khusus.


Analisis Mendalam: Mengapa Crash Ini Berbeda?

Faktor Bullish Jangka Panjang

1. Tidak Ada Kapitulasi Miner

Berbeda dengan siklus bear market sebelumnya, tidak terdapat tanda-tanda kapitulasi miner atau deleveraging masif dari mining pools. Hash rate Bitcoin tetap stabil di level all-time high, mengindikasikan kepercayaan operator jaringan terhadap profitabilitas jangka panjang.

2. Institusi Masih Bertahan

Meskipun terjadi outflow ETF sebesar $1,58 miliar, total AUM masih bertahan di sekitar $165 miliar. Outflow hanya merepresentasikan 3-5% dari total kepemilikan, menunjukkan bahwa mayoritas institusi mempertahankan eksposur mereka terhadap aset digital.

3. Aktivitas On-Chain yang Kuat

Ethereum mencatat 2,5 juta transaksi per hari (all-time high) dan 1 juta active addresses pada puncak Januari 2026. Fundamental jaringan menguat meski harga tertekan, mengindikasikan adopsi berkelanjutan dari aplikasi terdesentralisasi dan infrastruktur Web3.

4. Sinyal Rainbow Chart

Bitcoin berada di zona "Fire Sale" pada Bitcoin Rainbow Chart, yang secara historis menandakan peluang akumulasi jangka panjang dengan risk-reward ratio yang favorable.

Faktor Bearish Jangka Pendek

1. Breakdown 200-Week EMA

Bitcoin menembus di bawah 200-week exponential moving average—sinyal teknikal yang secara historis mengindikasikan transisi ke deep bear market atau koreksi berkepanjangan.

2. Korelasi dengan Tech Stocks

Penurunan pasar saham teknologi AS (Nasdaq turun lebih dari 3%) menunjukkan bahwa crypto masih diperlakukan sebagai risk asset yang berkorelasi tinggi dengan ekuitas pertumbuhan, bukan sebagai safe haven atau store of value yang independen.

3. Ketidakpastian Regulasi

Diskusi antara White House dan perusahaan crypto mengenai regulasi stablecoin dilaporkan terhenti, menciptakan ketidakpastian regulatori yang dapat menghambat aliran modal institusional baru ke ekosistem.

4. Rekor Realized Loss

Realized loss sebesar $3,2 miliar dalam satu hari melampaui semua black swan events sebelumnya, mengindikasikan capitulation yang signifikan dari holder jangka menengah.


Outlook dan Prediksi Pasar

Kalender Makroekonomi Penting

Minggu Depan (7-13 Februari 2026)

  • 7 Februari: China Foreign Reserves Januari

  • 8 Februari: Pemilu Jepang & Thailand (potensi volatilitas geopolitik)

  • 10 Februari: US CPI Inflation Data

  • 12 Februari: FOMC Meeting Minutes

Skenario Pasar

Skenario Bearish (Probabilitas: 40%)

  • Bitcoin test ulang $60.000 atau lebih rendah ($55.000-$58.000)

  • ETF outflow berlanjut hingga akhir Februari

  • Trigger: Data ekonomi AS memburuk lebih lanjut + Fed mempertahankan sikap hawkish

Skenario Sideways (Probabilitas: 35%)

  • Bitcoin konsolidasi di range $62.000-$72.000 selama 2-4 minggu

  • Institusi dalam mode "wait and see" menunggu clarity regulasi

  • Altcoin Season Index tetap di bawah 30

Skenario Bullish (Probabilitas: 25%)

  • Bitcoin rebound ke $75.000-$80.000 dalam 2 minggu

  • Catalyst: Fed pivot dovish atau paket stimulus ekonomi dari China

  • Bernstein prediction terpenuhi: Bottom di $60.000 diikuti rally Q2 2026

Level Teknikal Kunci

Bitcoin (BTC)

  • Support: $60.000 (psikologis) | $58.000 (200-week EMA) | $55.000 (major support)

  • Resistance: $68.000 | $72.000 | $76.000

Ethereum (ETH)

  • Support: $1.700 | $1.500

  • Resistance: $2.000 | $2.200 | $2.400


Rekomendasi Strategi Investasi

Untuk Investor Agresif

Dollar-Cost Averaging (DCA) Bertahap Mulai akumulasi 20-30% alokasi portfolio di level $62.000-$65.000 untuk Bitcoin dan $1.800-$2.000 untuk Ethereum. Pendekatan DCA mengurangi risiko market timing yang tidak tepat.

Watch List Selektif Pantau token seperti BFS (Solana) yang menunjukkan relative strength dengan gain +27,59% saat pasar terkoreksi. Token dengan narrative kuat dan fundamental solid cenderung outperform dalam fase pemulihan.

Hindari FOMO Jangan melakukan all-in pada level harga saat ini. Simpan minimal 50% cash reserve untuk averaging down jika Bitcoin mentest level $58.000 atau lebih rendah.

Untuk Semua Investor

Stop Loss Disiplin Set mental stop loss di $55.000 untuk Bitcoin sebagai proteksi downside. Evaluasi ulang thesis investasi jika level ini ditembus dengan volume tinggi.

Target Buy Zone

  • Bitcoin: $60.000-$62.000

  • Ethereum: $1.700-$1.850

Risk Management Ketat Hindari penggunaan leverage lebih dari 2x dalam kondisi volatilitas ekstrem seperti saat ini. Likuidasi cascade dapat terjadi dengan cepat dan menghapus portofolio dalam hitungan jam.


Kesimpulan

Pasar cryptocurrency mengalami koreksi yang brutal namun potentially healthy, dipicu oleh kombinasi kompleks faktor makroekonomi (Federal Reserve hawkish, penguatan dolar), tekanan institusional (outflow ETF $1,58 miliar), dan likuidasi leverage masif ($1,82 miliar).

Meskipun sentimen berada di level Extreme Fear (5/100), fundamental on-chain tetap menunjukkan kekuatan dengan aktivitas jaringan Ethereum di all-time high dan tidak adanya kapitulasi dari miner Bitcoin.

Perspektif Historis

Secara historis, setiap kali Fear & Greed Index menyentuh level di bawah 10, Bitcoin rata-rata mengalami rebound 40-60% dalam periode 3-6 bulan berikutnya. Crash ini kemungkinan besar merupakan end-of-cycle correction dalam bull market yang lebih besar, bukan awal dari crypto winter yang berkepanjangan—terutama mengingat adopsi institusional yang masih solid dan infrastruktur market yang jauh lebih matang dibanding siklus sebelumnya.

Bottom Line

Koreksi saat ini menyajikan "fire sale" opportunity bagi akumulator jangka panjang dengan tolerance terhadap volatilitas tinggi. Namun, volatilitas jangka pendek masih akan elevated. Investor disarankan menunggu konfirmasi teknikal support di range $60.000-$62.000 sebelum menambah posisi signifikan.

Pendekatan yang paling prudent adalah mengombinasikan strategi DCA dengan risk management yang ketat, sambil mempertahankan perspective jangka panjang terhadap teknologi blockchain dan adopsi cryptocurrency secara global.


Disclaimer

Laporan ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi semata. Pasar cryptocurrency sangat volatil dan mengandung risiko tinggi termasuk risiko kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Konten ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau rekomendasi trading.

Pembaca sangat disarankan untuk melakukan riset mandiri (DYOR - Do Your Own Research) dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional yang memiliki lisensi sebelum mengambil keputusan investasi apa pun. Performa historis bukan merupakan indikator hasil masa depan.

Data harga dan statistik yang disajikan akurat per 6 Februari 2026, pukul 12:00 WIB, dan dapat berubah dengan cepat seiring pergerakan pasar.


Sumber dan Referensi

Data Harga & Market Data

  • CoinMarketCap

  • HTX Exchange

  • OKLink Analytics

Data ETF & Institusional

  • Bloomberg Terminal

  • The Block Research

Data On-Chain

  • Glassnode Analytics

  • CoinGlass

  • LookOnChain

Data Makroekonomi

  • Federal Reserve Economic Data (FRED)

  • Trading Economics

  • U.S. Bureau of Labor Statistics

Berita dan Analisis

  • The Block

  • Forbes Digital Assets

  • The Wall Street Journal

  • Decrypt Media

  • ChainCatcher


Diterbitkan oleh: Tim Riset Crypto Tanggal Publikasi: 6 Februari 2026 Update Terakhir: 6 Februari 2026, 12:00 WIB


Untuk analisis pasar terkini, data real-time, dan insight mendalam seputar cryptocurrency dan blockchain, kunjungi portal berita kami.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar