informasi

Binance.US Bidik Pendanaan $100 Juta, Valuasi Turun ke $1 Miliar

Binance.US Bidik Pendanaan $100 Juta, Valuasi Turun ke $1 Miliar

Key Takeaways

Binance.US bersiap menggalang dana $100 juta dengan target valuasi $1 miliar guna merebut kembali pangsa pasar kripto AS pasca penyelesaian hukum dengan DOJ.

Bursa kripto Binance.US dilaporkan tengah bersiap menggalang dana segar hingga $100 juta dalam putaran pendanaan swasta terbaru yang berpotensi mematok valuasi perusahaan sebesar $1 miliar. Langkah ekspansi permodalan ini ditempuh sebagai bagian dari strategi agresif Binance.US untuk memulihkan dan merebut kembali pangsa pasar domestik di Amerika Serikat yang sempat tergerus signifikan pasca penyelesaian hukum berskala masif antara entitas induk Binance Holdings Ltd. dengan regulator federal AS pada akhir 2023. Laporan yang pertama kali diungkapkan oleh Bloomberg pada Kamis (15/10/2026) tersebut menandai babak krusial bagi bursa yang berbasis di Florida tersebut dalam memperkuat neraca keuangan serta memperluas penawaran layanan perdagangan aset digital di tengah persaingan ketat bursa teregulasi.

Target Valuasi $1 Miliar dan Penurunan Drastis dari Putaran 2022

Potensi valuasi sebesar $1 miliar yang dibidik dalam putaran pendanaan kali ini mencerminkan koreksi valuasi yang cukup tajam jika dibandingkan dengan rekam jejak historis perusahaan. Pada April 2022, Binance.US berhasil mengantongi valuasi pra-investasi (pre-money valuation) sebesar $4,5 miliar saat merampungkan putaran pendanaan benih (seed round) senilai $200 juta. Penurunan valuasi hingga lebih dari 77 persen ini menjadi gambaran nyata bagaimana dinamika industri kripto institusional di AS telah mengalami restrukturisasi premi risiko yang mendalam pasca serangkaian tindakan penegakan hukum terhadap bursa kripto lepas pantai.

Kendati mengalami diskon valuasi yang substansial, suntikan modal baru senilai $100 juta diproyeksikan memberikan ruang likuiditas penting bagi Binance.US untuk memperluas infrastruktur kepatuhan, memodernisasi sistem kustodi, serta meluncurkan insentif likuiditas guna menarik kembali para pembuat pasar (market makers) dan pedagang ritel aktif. Manajemen bursa meyakini bahwa dengan kepastian regulasi yang kian matang di tingkat federal, valuasi $1 miliar menjadi titik masuk yang sangat realistis dan menarik bagi para investor institusional swasta yang ingin mengekspos modal ventura pada ekosistem bursa berbasis kepatuhan di yurisdiksi AS.

Pendekatan ke World Liberty Financial dan Dinamika Politik AS

Dalam proses penjajakan modal tersebut, Binance.US dilaporkan sempat menginformasikan dan menawarkan peluang investasi kepada World Liberty Financial, platform kripto terdesentralisasi yang turut didirikan oleh Presiden AS Donald Trump bersama putra-putranya. Namun, sumber anonim yang mengetahui langsung pembicaraan tersebut mengonfirmasi bahwa World Liberty Financial memutuskan untuk tidak berpartisipasi sebagai investor dalam putaran pendanaan ini. Keputusan tersebut menggarisbawahi kehati-hatian platform terkait dalam mengelola potensi konflik kepentingan politik dan pengawasan publik.

Keterkaitan antara Binance dan entitas yang berafiliasi dengan World Liberty sebelumnya sempat menjadi sorotan tajam pada tahun lalu menyusul transaksi investasi kontroversial senilai $2 miliar yang melibatkan entitas keluarga kerajaan Uni Emirat Arab (UEA) dengan platform World Liberty menggunakan stablecoin USD1. Menjaga jarak investasi langsung pada putaran Binance.US dinilai sebagai langkah strategis bagi kedua belah pihak guna memastikan proses penghimpunan modal murni didorong oleh pertimbangan komersial tanpa menimbulkan friksi politis baru di Washington.

Strategi Rebut Pangsa Pasar Usai Kasus Regulasi Binance Holdings

Upaya penggalangan dana ini tidak dapat dilepaskan dari konteks pemulihan operasional Binance.US pasca penyelesaian hukum bersejarah pada November 2023. Kala itu, Binance Holdings Ltd. menyepakati pembayaran denda gabungan sebesar $4,3 miliar kepada Departemen Kehakiman AS (DOJ), Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC), FinCEN, dan OFAC atas pelanggaran undang-undang kerahasiaan bank (Bank Secrecy Act) dan sanksi internasional. Mantan CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) mengundurkan diri, mengaku bersalah, dan menjalani hukuman empat bulan penjara federal sebelum akhirnya menerima pengampunan presidensial dari Donald Trump pada awal 2025.

Meskipun Binance.US secara hukum beroperasi sebagai entitas independen di bawah BAM Trading Services Inc., dampak dari krisis reputasi global tersebut sempat memukul volume perdagangan spot harian dan membatasi hubungan perbankan fiat domestik. Kini, dengan pendanaan baru hingga $100 juta, Binance.US bertekad memperkuat infrastruktur rel pembayaran dolar AS dan bersaing secara langsung melawan bursa mapan seperti Coinbase dan Kraken, memanfaatkan iklim kebijakan regulasi kripto AS yang berangsur lebih akomodatif bagi pelaku industri domestik.

Sumber: CoinTelegraph dan Bloomberg

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar