Bank Sentral Irlandia (Central Bank of Ireland) resmi menjatuhkan sanksi denda administratif sebesar €3.252.618 (sekitar $3,65 juta atau Rp55 miliar) kepada Coinbase Ireland Limited pada Kamis (22/10/2026). Tindakan penegakan hukum ini diumumkan setelah otoritas moneter menemukan serangkaian pelanggaran serius terkait kewajiban perlindungan dana nasabah (safeguarding), kelemahan tata kelola pengawasan alih daya (outsourcing), serta pengendalian internal yang berlangsung hampir lima tahun sejak 1 November 2020 hingga 19 Agustus 2025. Sanksi denda finansial tersebut diputuskan setelah Coinbase menyepakati mekanisme penyelesaian damai dengan potongan 30% dari total denda awal sebesar €4.646.597.
Defisit Rekening Perlindungan Dana Berlangsung Selama 18 Bulan
Berdasarkan dokumen penyelesaian resmi regulator, penyelidikan mendalam mengungkap adanya kesalahan material pada sistem rekonsiliasi otomatis yang digunakan Coinbase Ireland sejak Juli 2022. Galat kalkulasi harian ini menyebabkan rekening penampungan perlindungan dana (safeguarding accounts) mengalami defisit pendanaan sistematis setidaknya selama 18 bulan berturut-turut. Kegagalan akuntansi internal tersebut membuat dana yang dialokasikan di rekening khusus berada di bawah nilai saldo riil yang wajib dilindungi undang-undang.
Data audit pengawasan menunjukkan bahwa defisit harian perlindungan dana di entitas Irlandia tersebut mencapai titik puncak sebesar €3,4 juta pada tahun 2023 dan melonjak hingga menyentuh €5,2 juta pada tahun 2024. Secara rata-rata, defisit tersebut mewakili 0,54% dari total kewajiban perlindungan dana harian Coinbase Ireland yang rata-rata mencapai €323 juta pada 2023 dan melonjak menjadi €470 juta pada 2024. Meskipun tidak ditemukan kerugian langsung pada saldo pengguna, kondisi ini menempatkan dana nasabah pada risiko finansial yang sangat tinggi apabila lembaga uang elektronik tersebut mengalami kebangkrutan atau insolvensi mendadak.
Percampuran Dana Nasabah dan Kelemahan Tata Kelola Alih Daya
Selain defisit saldo di rekening penampungan khusus, Bank Sentral Irlandia menemukan bahwa Coinbase Ireland gagal menjaga pemisahan dana nasabah secara ketat (segregation of funds) selama lebih dari empat tahun. Dana setoran nasabah Eropa terbukti bercampur dengan dana milik pengguna dari entitas grup Coinbase lainnya. Praktik percampuran dana ini terjadi akibat skema perutean rekening bank perantara di Amerika Serikat yang digunakan untuk memproses simpanan berdenominasi dolar AS, menyusul ketidaksiapan mitra perbankan kustodian lokal di Eropa dalam menerima setoran langsung mata uang asing.
Regulator juga menyoroti ketergantungan berlebihan Coinbase Ireland terhadap perusahaan induknya di Amerika Serikat, Coinbase Inc., dalam menjalankan fungsi kepatuhan safeguarding tanpa didukung keahlian independen maupun pengawasan manajerial yang memadai di tingkat lokal. Kendati Bank Sentral Irlandia telah melayangkan surat peringatan pengawasan resmi secara berulang pada tahun 2022 dan 2023, restrukturisasi tata kelola alih daya tersebut baru diperbaiki secara substansial pada Desember 2024 setelah otoritas melakukan inspeksi kepatuhan on-site dan mewajibkan penunjukan pejabat eksekutif yang bertanggung jawab langsung atas perlindungan dana.
Implikasi Regulasi dan Respons Kepatuhan Coinbase di Eropa
Sebagai lembaga penerbit uang elektronik yang diatur di bawah kerangka Electronic Money Regulations 2011, Coinbase Ireland memegang peranan krusial sebagai gerbang konversi fiat bagi pengguna platform pertukaran aset kripto di kawasan Uni Eropa. Berbeda dengan simpanan di bank konvensional yang dilindungi oleh skema penjaminan simpanan perbankan biasa, saldo uang elektronik sepenuhnya bertumpu pada integritas rekening penampungan safeguarding terpisah untuk mengamankan hak restitusi kreditur jika entitas kolaps.
Manajemen Coinbase menyatakan bahwa pihaknya secara proaktif melaporkan temuan tersebut secara mandiri (self-reported) kepada regulator dan telah menuntaskan pembenahan sistem pelaporan likuiditas. Juru bicara Coinbase menegaskan bahwa tidak ada nasabah yang kehilangan dana maupun mengalami gangguan akses likuiditas selama periode investigasi berlangsung. Kendati demikian, sanksi tegas ini menjadi sinyal peringatan keras bagi seluruh konglomerasi kripto global di Benua Eropa untuk memperketat tata kelola entitas lokal, pemisahan neraca kustodi, serta independensi operasional menjelang penegakan penuh rezim kepatuhan aset kripto MiCA.
Sumber: Bitcoin Magazine dan Central Bank of Ireland



