Asosiasi perbankan terkemuka Amerika Serikat, Independent Community Bankers of America (ICBA), resmi melayangkan gugatan hukum terhadap Office of the Comptroller of the Currency (OCC) di Pengadilan Federal AS pada Jumat (2/10/2026). Langkah hukum ini diambil setelah regulator perbankan federal tersebut dinilai melampaui batas kewenangan hukum dalam menerbitkan izin piagam bank trust nasional (national trust bank charters) bagi sejumlah perusahaan kripto. ICBA menegaskan bahwa kebijakan kontroversial OCC ini merugikan ribuan bank komunitas tradisional karena membuka akses sistem keuangan formal kepada entitas aset digital tanpa kewajiban pengawasan ketat yang setara.
Tuduhan Pelanggaran Wewenang dan National Bank Act
Dalam berkas gugatannya, ICBA menuduh OCC telah memaksakan kekuasaan baru secara sepihak untuk memberikan piagam perwalian nasional kepada korporasi aset digital, suatu tindakan yang diklaim tidak memiliki dasar hukum di bawah Undang-Undang Perbankan Nasional (National Bank Act). Asosiasi yang menaungi ribuan bank skala kecil dan menengah di AS tersebut memprotes keras kelonggaran standar kepatuhan yang diberikan kepada entitas kripto, mulai dari kewajiban permodalan, rasio likuiditas harian, hingga ketiadaan syarat asuransi simpanan dari Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC).
Kesenjangan regulasi ini dinilai memicu persaingan usaha yang sangat tidak sehat bagi perbankan lokal yang selama ini mematuhi beban kepatuhan berlapis. Presiden dan Chief Executive Officer (CEO) ICBA, Rebeca Romero Rainey, menegaskan bahwa jalur piagam perwalian nasional tidak dirancang sebagai celah hukum bagi entitas teknologi finansial. "Kongres tidak menciptakan piagam trust nasional sebagai pintu samping (side door) menuju sistem perbankan bagi perusahaan kripto yang semata-mata mencari kredibilitas piagam bank federal," tegas Rebeca dalam pernyataan resminya.
Ekspansi Piagam Kripto dan Sorotan World Liberty Financial
Langkah litigasi ICBA ini mencuat di tengah percepatan OCC dalam menyetujui deretan piagam bank trust bagi industri aset digital setelah bertahun-tahun mengalami stagnasi izin baru. Sejumlah entitas berbasis kripto seperti Protego dan Erebor telah dirintis sebagai bank khusus digital, sementara raksasa industri mapan seperti Coinbase, Circle, hingga Crypto.com terus memperluas penetrasi institusional mereka. Bahkan pada September 2026 lalu, OCC juga memberikan piagam bank nasional penuh kepada OpenReserve Bank, institusi perbankan berbasis blockchain yang didanai konsorsium pemodal ventura papan atas termasuk Andreessen Horowitz, Jump Capital, dan Coinbase Ventures.
Namun, sorotan publik dan tensi politik memuncak setelah OCC memberikan persetujuan izin kepada World Liberty Financial, entitas keuangan terdesentralisasi yang terafiliasi dengan keluarga Presiden Donald Trump. Keputusan tersebut menuai kecaman tajam di Capitol Hill, termasuk dari Senator Partai Demokrat Elizabeth Warren yang menuding persetujuan piagam tersebut sarat konflik kepentingan politik serta membuka jalan keuntungan pribadi bagi lingkaran kekuasaan. Gelombang penolakan dari perbankan konvensional juga sebelumnya menggagalkan pengesahan Digital Asset Market Clarity Act di Senat AS akibat kekhawatiran disrupsi simpanan dana masyarakat oleh stablecoin.
Dampak Gugatan Terhadap Infrastruktur Pembayaran Digital
Gugatan perbankan komunitas ini berpotensi membekukan sementara ambisi ekspansi industri kripto ke dalam rel pembayaran dan kliring federal (Federal Reserve payments rails). Selama ini, piagam trust nasional menjadi jembatan paling strategis bagi penerbit stablecoin dan kustodian aset digital untuk mengamankan simpanan cadangan kas tanpa bergantung pada kemitraan bank pihak ketiga. Jika pengadilan federal memenangkan ICBA dan membatalkan kewenangan diskresi OCC, puluhan aplikasi piagam perbankan kripto yang sedang diproses terancam gugur atau harus menunggu kejelasan legislasi baru dari Kongres.
Bagi ekosistem aset digital global, dinamika litigasi ini mempertegas resistensi struktural dari sektor keuangan konvensional terhadap konvergensi perbankan dan Web3. Kendati juru bicara resmi OCC menyatakan menolak berkomentar atas proses litigasi yang sedang berjalan, hasil putusan pengadilan ini akan menjadi preseden krusial yang menentukan apakah inovator kripto dapat beroperasi setara dengan bank federal atau tetap terisolasi di luar perimeter sistem perbankan berlisensi Amerika Serikat.
Sumber: CoinDesk



