Komisi Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC) resmi membuka periode konsultasi publik untuk merumuskan standar permodalan, kustodi, dan perdagangan bagi platform aset kripto di Australia, Kamis (15/10/2026). Langkah regulasi ini diuraikan dalam Makalah Konsultasi 392 (CP 392) sebagai kelanjutan dari disahkannya Undang-Undang Kerangka Aset Digital oleh Parlemen Australia pada April lalu. Kebijakan ini menjadi bagian dari peta jalan 18 bulan menuju implementasi rezim lisensi penuh yang mulai berlaku efektif pada 8 April 2027. ASIC menegaskan bahwa aturan baru dirancang untuk memberikan kepastian hukum, memperkuat perlindungan aset nasabah, dan mengintegrasikan ekosistem aset digital ke dalam standar keuangan konvensional.
Ambang Modal Minimum $9,7 Juta dan Opsi Kustodi Lepas Pantai
Dalam dokumen CP 392, ASIC mengkaji tiga model permodalan alternatif untuk bursa dan platform kripto berlisensi. Salah satu skema utama mewajibkan operator yang tidak memiliki kustodian pihak ketiga terakreditasi untuk memegang aset berwujud bersih (net tangible assets/NTA) minimal sebesar $9,7 juta atau setara 10% dari rata-rata pendapatan tahunan, bergantung mana yang lebih tinggi. Skema modal ini diberlakukan demi memastikan platform memiliki bantalan likuiditas yang cukup saat menghadapi tekanan pasar ekstrem atau potensi insolvensi.
Mengenai penyimpanan aset pelanggan, regulator mengizinkan penggunaan kustodian lepas pantai (offshore custodian), namun dengan perlindungan ketat. ASIC meminta masukan industri terkait protokol mitigasi darurat jika perusahaan induk atau mitra kustodi luar negeri mengalami kegagalan sistemik. Klausul tersebut mencakup kewajiban operator lokal memiliki hak akses kunci privat (private keys) dalam situasi darurat, serta kewajiban menyampaikan laporan berkala setiap kuartal mengenai seluruh alamat dompet (wallet) yang menyimpan aset nasabah.
Larangan Perdagangan Internal dan Syarat Eksekusi Terbaik
Selain standar permodalan dan pengawasan kustodi, proposal ASIC memuat pembatasan ketat pada integritas pasar. Platform kripto dilarang keras melakukan perdagangan atas akun mereka sendiri (proprietary trading) guna mencegah konflik kepentingan langsung dengan pengguna ritel. Regulator juga melarang bursa menerima komisi, insentif finansial, atau imbalan terselubung untuk memprioritaskan listing token tertentu di platform perdagangan mereka.
Aturan ini mewajibkan seluruh penyedia layanan menerapkan kewajiban eksekusi terbaik (best-execution requirements) demi menjamin transparansi penetapan harga dan likuiditas bagi para pedagang. "Panduan dan standar yang kami usulkan mengakui meningkatnya peran aset digital dan tokenisasi, termasuk di sektor-sektor tradisional dalam sistem keuangan," ujar Komisioner ASIC Alan Kirkland. Ia menegaskan bahwa kejelasan regulasi ini krusial untuk melindungi konsumen tanpa menghambat inovasi teknologi finansial yang terus berkembang pesat di Australia.
Respons Industri dan Tenggat Waktu Pengajuan Lisensi 2027
Langkah ASIC disambut positif oleh asosiasi dan pelaku industri aset kripto nasional. CEO Digital Economy Council of Australia (DECA), Amy-Rose Goodey, menyebut peluncuran CP 392 sebagai tonggak penting bagi sektor digital Australia. "Setelah bertahun-tahun berdialog mengenai reformasi regulasi, sangat menggembirakan melihat fokus kini bergeser ke arah implementasi praktis," ungkap Goodey. Senada dengan itu, CEO OKX Australia Shange Chandra menyambut baik kejelasan regulasi ini dan menilai aturan modal berpotensi mendorong konsolidasi sehat di kalangan penyedia layanan aset kripto.
ASIC menetapkan batas waktu penyampaian masukan publik hingga 27 November 2026. Regulator menargetkan publikasi standar final dan pedoman teknis rampung pada Maret 2027, sebelum seluruh kerangka kerja diberlakukan secara efektif pada 8 April 2027. Pelaku industri eksisting diberikan tenggat transisi hingga 7 Oktober 2027 untuk mengajukan permohonan lisensi resmi ke regulator, dengan izin untuk tetap melanjutkan operasional bisnis mereka selama proses peninjauan aplikasi berlangsung.
Sumber: CoinTelegraph, TokenPost, dan ASIC



