Aktivitas transfer aset kripto berskala raksasa terdeteksi meninggalkan kluster dompet bursa Binance pada Kamis malam (29/10/2026), memicu spekulasi luas di kalangan komunitas mengenai potensi insiden peretasan hot wallet terbesar dalam sejarah industri. Data on-chain mencatat lebih dari USD 2,77 miliar hingga mendekati USD 3 miliar aset digital berpindah secara mendadak melintasi lima jaringan blockchain berbeda dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Aliran dana tersebut dialihkan ke sejumlah alamat eksternal baru yang belum teridentifikasi, dengan penerima utama beralamat di 0x5227f603C1eE34CE3C06eFe6477003BDfCCB2f8c.
Rincian Pergerakan On-Chain dan Intervensi Pembekuan Aset Tether
Berdasarkan penelusuran penjelajah blok Etherscan, alamat penampung utama menerima aliran masuk masif dari dompet berlabel resmi Binance 14 dan Binance 16. Total akumulasi Ethereum yang masuk mencapai sekitar 195.469 ETH atau bernilai sekitar USD 452 juta. Tak lama setelah dana tiba, alamat tersebut segera mendistribusikan stablecoin Tether (USDT) senilai USD 1,2 miliar ke tiga alamat baru dalam pecahan 500 juta USDT, 500 juta USDT, dan 200 juta USDT, yang didahului transaksi uji coba sebesar 0,5 ETH.
Pada saat yang bersamaan, jaringan Bitcoin mencatat keluarnya sekitar 16.700 BTC senilai USD 1,3 miliar melalui serangkaian transaksi transfer terpisah sebesar 7.636 BTC, 4.696 BTC, 2.946 BTC, dan 1.409 BTC dari Binance. Selain itu, terpantau transfer sebesar 780 juta USDC yang dieksekusi melalui mekanisme kontrak pintar. Menanggapi pergerakan anomali tersebut, penerbit stablecoin Tether dilaporkan langsung mengambil langkah darurat dengan membekukan sekitar USD 971 juta USDT pada alamat-alamat penerima guna memitigasi risiko pelarian dana lebih lanjut.
Analisis Pakar Keamanan dan Spekulasi Eksploitasi EIP-7702
Sejumlah peneliti keamanan on-chain dan analis terkemuka menyuarakan kekhawatiran serius terkait pola transaksi yang tidak lazim. Penyelidik on-chain Spreek mencatat bahwa salah satu dompet tampak dikosongkan ke alamat eksternal baru (EOA) dengan panggilan kontrak yang diduga didanai melalui protokol privasi Tornado Cash. Pengembang foobar juga mengindikasikan adanya potensi kompromi keamanan yang masih aktif, merujuk pada eksekusi transfer USDC skala besar yang terjadi tak lama setelah delegasi akun EIP-7702 diterapkan.
Kendati demikian, sebagian pengamat pasar belum mengesampingkan kemungkinan bahwa pergerakan dana ini merupakan bagian dari prosedur pemeliharaan sistem atau konsolidasi cadangan kas internal (cold wallet migration) oleh tim teknis bursa. Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Binance belum memberikan pernyataan resmi atau pemberitahuan darurat melalui kanal komunikasi publik mereka, sementara status operasional penarikan dana di bursa masih terus dipantau secara ketat oleh para pelaku pasar.
Dampak Volatilitas Pasar dan Gelombang Likuidasi Massal
Kabar mengenai dugaan eksploitasi dompet Binance langsung memicu kepanikan hebat di pasar kripto global. Harga Bitcoin (BTC) anjlok cepat menembus ke bawah level USD 78.500, sementara Ethereum (ETH) merosot tajam di bawah USD 2.250. Aset ekosistem bursa, BNB, memimpin pelemahan dengan koreksi tajam antara 6% hingga 9% dalam hitungan menit, disusul penurunan tajam pada token Solana (SOL) dan XRP.
Kepanikan pasar ini memicu efek domino pada instrumen derivatif berleveraj. Berdasarkan data agregator likuidasi kripto, lebih dari USD 628 juta posisi perdagangan terlikuidasi hanya dalam kurun waktu satu jam setelah laporan pertama mencuat ke publik. Komunitas kripto global saat ini menantikan klarifikasi resmi dari manajemen Binance untuk memastikan integritas dana pengguna serta status cadangan aset Safe Asset Fund for Users (SAFU).
Sumber: Coindoo, The Defiant



