Regulasi

Kasus Kripto Milei Distop: Hakim Argentina Gugurkan Gugatan LIBRA

Kasus Kripto Milei Distop: Hakim Argentina Gugurkan Gugatan LIBRA

Key Takeaways

Hakim federal Argentina resmi menggugurkan kasus pidana Presiden Javier Milei terkait promosi memecoin LIBRA senilai 250 juta dolar karena minim bukti.

Hakim Pengadilan Federal Argentina resmi menggugurkan penyelidikan pidana terhadap Presiden Javier Milei, saudarinya Karina Milei, serta penasihat peluncuran Hayden Davis terkait skandal promosi memecoin LIBRA berbasis jaringan Solana. Keputusan penting ini diambil setelah Jaksa Eduardo Taiano menilai bahwa tindakan promosi di media sosial tidak memenuhi unsur tindak pidana penipuan terstruktur. Kasus ini sempat memicu kontroversi politik dan hukum internasional setelah aset kripto tersebut anjlok lebih dari 95 persen dari puncaknya dan melenyapkan dana investor hingga lebih dari 250 juta dolar AS pada awal tahun 2025.

Pertimbangan Hukum Hakim Marcelo Martínez de Giorgi

Dalam putusan resminya, Hakim Marcelo Martínez de Giorgi menyatakan bahwa unggahan promosi Presiden Javier Milei di platform X memang memberikan daya tarik dan dampak publisitas yang jauh lebih masif bagi proyek LIBRA. Kendati demikian, hakim menegaskan bahwa postingan media sosial serta kejatuhan harga token setelah peluncuran tidak dapat dijadikan dasar pembuktian tindak pidana penipuan tanpa adanya bukti konkret mengenai niat jahat atau manipulasi yang disengaja.

Selain membebaskan Presiden Milei, pengadilan juga membersihkan nama 11 orang lainnya yang masuk dalam berkas penyelidikan awal, termasuk Sekretaris Jenderal Kepresidenan Karina Milei, pelobi Mauricio Novelli, hingga CEO KIP Protocol Julian Peh. Hakim tidak menemukan bukti yang mengindikasikan adanya aliran dana dari proyek memecoin tersebut ke rekening pejabat publik atau permintaan suap dari pihak istana kepresidenan.

Kantor Kepresidenan Argentina menyambut baik putusan tersebut dan menegaskan bahwa proses hukum ini merupakan manuver politik oposisi untuk menjatuhkan kredibilitas pemerintah menjelang pemilihan umum sela 2025. Pemerintah menyatakan bahwa keterlibatan Milei kala itu murni didasari niat baik untuk mendukung pendanaan usaha mikro, kecil, dan menengah di Argentina sebelum ia akhirnya mencabut dukungannya.

Kronologi Ambruknya LIBRA dan Temuan On-Chain 99 Juta Dolar AS

Skandal memecoin LIBRA bermula pada 14 Februari 2025 ketika Javier Milei mengunggah pesan di akun X pribadinya yang mempromosikan token berbasis blockchain Solana tersebut sebagai solusi alternatif pembiayaan sektor riil. Promosi dari seorang kepala negara yang dikenal vokal mendukung kebebasan moneter itu memicu lonjakan harga eksponensial hingga menyentuh kisaran 5 dolar AS per token dalam waktu singkat.

Namun, euforia pasar segera berubah menjadi malapetaka likuiditas ketika harga LIBRA terhempas lebih dari 90 hingga 95 persen hanya dalam hitungan hari. Investigasi analis blockchain independen kemudian mengungkap adanya transaksi mencurigakan di mana delapan dompet kripto yang terafiliasi dengan pencipta proyek berhasil menarik likuiditas sekitar 99 juta dolar AS sebelum pasar runtuh, menyisakan kerugian total lebih dari 250 juta dolar AS bagi para investor ritel.

Meskipun Hayden Davis mengaku menguasai aset mendekati 100 juta dolar AS pasca-kejatuhan token, ia berulang kali membantah tudingan penipuan maupun klaim sebelumnya mengenai akses khusus ke lingkaran dalam presiden. Milei sendiri langsung menghapus unggahan promosinya sesaat setelah anomali proyek terungkap ke publik, sembari menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki ikatan finansial langsung dengan tim pengembang.

Babak Baru Kasasi Pidana dan Preseden Regulasi Kripto Global

Meskipun vonis pembatalan kasus telah diketuk di pengadilan tingkat pertama, sengketa hukum memecoin LIBRA belum sepenuhnya berakhir. Kelompok investor ritel yang dirugikan kini tengah mengajukan peninjauan kembali ke Pengadilan Kasasi Pidana Federal (Cámara Federal de Casación Penal) setelah status mereka sebagai penggugat perdata sempat dicabut oleh pengadilan banding pada September lalu.

Jika permohonan kasasi investor dikabulkan dan kedudukan hukum mereka dipulihkan, upaya banding terhadap putusan penghentian perkara pidana ini masih memiliki celah untuk bergulir kembali ke meja hijau. Para kuasa hukum investor berpendapat bahwa promosi figur publik dengan pengaruh sebesar kepala negara harus memiliki tanggung jawab fidusia dan kehati-hatian yang lebih terikat di mata hukum finansial.

Bagi industri kripto global, putusan kasus Milei ini menjadi preseden penting mengenai batas pertanggungjawaban hukum para pemengaruh (influencer) politik dan selebritas dalam ekosistem aset digital. Putusan ini menggarisbawahi urgensi pemisahan tegas antara dukungan retorika terhadap inovasi teknologi terdesentralisasi dan promosi spekulatif terhadap token individual yang rentan terhadap risiko manipulasi pasar.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar