Teknologi & Development

Ethereum Tunda Upgrade Glamsterdam di Testnet Hoodi Imbas Celah Gas

Ethereum Tunda Upgrade Glamsterdam di Testnet Hoodi Imbas Celah Gas

Key Takeaways

Pengembang Ethereum menunda hard fork Glamsterdam di testnet Hoodi usai ChainSecurity menemukan celah keamanan gas pada smart contract. Simak dampaknya di sini.

Komunitas pengembang inti Ethereum resmi menunda jadwal aktivasi hard fork Glamsterdam di jaringan uji coba (testnet) Hoodi setelah firma audit keamanan ChainSecurity menemukan celah kerentanan kritis pada mekanisme gas. Upgrade yang semula dijadwalkan aktif pada Senin mendatang ini terpaksa ditangguhkan demi mencegah risiko eksekusi smart contract yang berpotensi terkunci secara permanen akibat manipulasi pasokan gas oleh pihak peretas.

Temuan Celah Insufficient Gas Griefing oleh ChainSecurity

ChainSecurity mengungkapkan bahwa revisi struktur biaya komputasi dalam pembaruan Glamsterdam merusak asumsi operasional yang selama ini diandalkan oleh berbagai arsitektur smart contract. Kerentanan tersebut berakar pada implementasi proposal Ethereum Improvement Proposal (EIP) 8037 dan EIP-8038, yang merombak skema pembebanan biaya pembuatan data serta memperkenalkan kolam gas terpisah untuk pencatatan status baru di jaringan.

Dalam kondisi normal, banyak protokol terdesentralisasi memanfaatkan pemeriksaan gas atau mengandalkan kondisi kehabisan gas untuk menangkal serangan insufficient gas griefing. Serangan ini terjadi ketika pelaku sengaja mengirimkan transaksi dengan pasokan gas di bawah batas minimal, memicu kegagalan eksekusi eksternal yang kemudian tercatat permanen di dalam sistem alih-alih dibatalkan atau dicoba ulang (retryable). Di bawah aturan Glamsterdam, pengembalian atau pengisian ulang gas pasca-kegagalan eksternal justru memungkinkan jalur kegagalan tereksekusi tuntas tanpa pembatalan status, membuka celah eksploitasi fatal.

Firma audit tersebut mengonfirmasi telah menemukan sedikitnya 13 kasus nyata pada protokol terdesentralisasi aktif yang terdampak langsung oleh perubahan logika gas ini. Saat ini, ChainSecurity tengah berkoordinasi secara tertutup dengan proyek-proyek terdampak melalui prosedur pengungkapan tanggung jawab terkoordinasi (responsible disclosure), sementara tim riset Ethereum Foundation melakukan evaluasi skala paparan kontrak pintar di seluruh ekosistem.

Tindakan Cepat Operator Node dan Klien Prysm

Menanggapi pembatalan jadwal hard fork, para pengembang meminta seluruh operator node di testnet Hoodi untuk segera membatalkan sinkronisasi jadwal peningkatan. Peneliti Ethereum Christine Kim menegaskan bahwa operator node wajib memutar balik versi perangkat lunak (rollback) ke rilis sebelumnya atau menunggu rilis pembaruan resmi dari masing-masing tim klien eksekusi yang menonaktifkan fork Glamsterdam.

Preston Van Loon, pengembang inti pada klien konsensus Prysm, menyatakan bahwa timnya segera merilis pembaruan perangkat lunak untuk mencabut jadwal upgrade Glamsterdam dari testnet Hoodi. Langkah mitigasi cepat ini dilakukan guna memastikan integritas rantai uji coba tetap terjaga dan tidak mengalami percabangan rantai (chain split) yang tidak diinginkan di antara para validator testnet.

Sebelum penundaan di Hoodi diumumkan, upgrade Glamsterdam sebenarnya telah berhasil diaktifkan pada jaringan uji coba Sepolia sejak 6 Oktober 2026. Di Sepolia, jaringan uji coba tersebut mulai memproduksi blok dengan batas gas (gas limit) mencapai hampir 200 juta, melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan kapasitas mainnet Ethereum saat ini yang berada di level 60 juta. Selain perubahan gas, Glamsterdam juga mengintegrasikan block-level access lists untuk pemrosesan transaksi paralel serta mekanisme lelang perakitan blok terdesentralisasi.

Implikasi terhadap Jadwal Mainnet dan Ekosistem DeFi

Penundaan di testnet Hoodi memberikan sinyal kehati-hatian tinggi dari para pengembang inti sebelum membawa perubahan arsitektur besar ke mainnet Ethereum. Berdasarkan rencana awal, Glamsterdam ditargetkan meluncur di jaringan utama pada akhir tahun 2026 sebelum jaringan mempersiapkan hard fork berikutnya, Hegotá, yang dijadwalkan pada tahun 2027 dengan fokus menghadirkan fitur privasi bawaan (native privacy).

Para analis infrastruktur blockchain menilai langkah penundaan ini sebagai keputusan tepat demi melindungi miliaran dolar total nilai terkunci (TVL) di sektor DeFi. Jika aturan gas baru diimplementasikan tanpa perbaikan kompatibilitas, protokol pinjam-meminjam (lending), jembatan lintas rantai (cross-chain bridges), dan automated market maker (AMM) dapat mengalami kegagalan likuidasi atau penguncian dana permanen yang memicu kerugian sistemik.

Hingga saat ini, yayasan pengembang belum menetapkan tanggal baru untuk peluncuran ulang Glamsterdam di testnet Hoodi. Tim pengembang inti dijadwalkan membahas revisi spesifikasi teknis EIP-8037 dan EIP-8038 dalam pertemuan All Core Developers (ACD) mendatang guna merumuskan patch keamanan sebelum menetapkan kembali jadwal hard fork jaringan uji coba.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar