Bitcoin

Bitcoin Anjlok ke Bawah $80.000, Likuidasi 1 Jam Capai $291 Juta

Bitcoin Anjlok ke Bawah $80.000, Likuidasi 1 Jam Capai $291 Juta

Key Takeaways

Harga Bitcoin anjlok ke bawah level $80.000 dan memicu likuidasi derivatif $291 juta dalam satu jam. Posisi long mendominasi kerugian hingga $274 juta pasar.

Pasar kripto global mengalami tekanan jual mendadak yang menembus level batas psikologis pada perdagangan akhir pekan, Sabtu, 24 Oktober 2026. Harga Bitcoin (BTC) merosot tajam hingga menembus ke bawah level $80.000, memicu gelombang likuidasi berantai pada pasar kontrak berjangka dan derivatif kripto senilai $291 juta hanya dalam kurun waktu satu jam hingga pukul 11.18 waktu New York (15.18 UTC atau 22.18 WIB). Penurunan harga yang agresif ini secara paksa menutup posisi para pedagang yang bertaruh pada penguatan pasar, memperlihatkan kerentanan struktur likuiditas akibat penumpukan posisi berleverage tinggi di bursa derivatif utama.

Pembilasan Posisi Long Capai $274 Juta dalam Satu Jam

Data aktivitas likuidasi bursa derivatif menunjukkan bahwa pembilasan pasar didominasi hampir sepenuhnya oleh posisi beli atau long. Para pelaku pasar yang memegang kontrak long menyumbang sebesar $274 juta dari total likuidasi satu jam tersebut, sementara likuidasi pada kontrak jual atau short hanya tercatat sebesar $17,33 juta. Ketimpangan ekstrem ini menunjukkan bahwa nilai likuidasi posisi long mencapai hampir 16 kali lipat dibandingkan posisi short, mengonfirmasi terjadinya pembilasan massal terhadap posisi pedagang yang bersikap bullish di tengah koreksi mendadak.

Mekanisme likuidasi paksa terjadi secara beruntun ketika harga spot menembus level margin pemeliharaan (maintenance margin) para trader. Di pasar derivatif, posisi long merupakan taruhan bahwa harga aset akan mengalami kenaikan, sedangkan posisi short mengantisipasi penurunan harga. Ketika harga Bitcoin menembus ambang batas $80.000, sistem penutupan otomatis pada bursa langsung melepas agunan kontrak secara paksa ke pasar spot, yang pada gilirannya mempercepat momentum penurunan harga dalam rentang waktu yang sangat singkat.

Rentetan penutupan posisi paksa ini mencerminkan fenomena liquidation cascade, di mana penjualan otomatis dari likuidasi satu posisi memicu penurunan harga lebih lanjut yang menyeret posisi lainnya. Tekanan ini terjadi di tengah volume perdagangan akhir pekan yang relatif lebih tipis dibandingkan hari kerja perbankan, sehingga kedalaman buku pesanan (order book depth) tidak mampu menyerap pasokan jual mendadak tanpa terjadinya pergeseran harga yang signifikan.

Dominasi Likuidasi Bitcoin dan Ether di Bursa Derivatif

Berdasarkan rincian per instrumen aset digital, likuidasi pada kontrak Bitcoin dan Ether menjadi kontributor terbesar dari pembilasan pasar kali ini. Likuidasi Bitcoin menyumbang angka sebesar $86,79 juta dalam periode satu jam tersebut, sementara likuidasi pada kontrak Ether (ETH) mencapai $69,80 juta. Secara kumulatif, kedua aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar ini menghasilkan likuidasi sebesar $156,59 juta, yang merepresentasikan lebih dari separuh atau sekitar 53,8% dari total keseluruhan likuidasi di pasar kripto.

Angka likuidasi Bitcoin tercatat $16,99 juta lebih tinggi dibandingkan Ether, menunjukkan konsentrasi leverage spekulatif yang sangat padat pada aset kripto nomor satu tersebut menjelang penembusan level psikologis $80.000. Sementara itu, Ether juga mengalami koreksi tajam ke kisaran harga $2.324 di platform perdagangan spot Binance, mencatatkan penurunan sebesar 1,92% dalam kurun waktu satu jam dan terkoreksi hingga 3,23% dalam perhitungan 24 jam terakhir.

Di luar Bitcoin dan Ether, aset kripto lainnya (altcoin) turut menyumbang sekitar $134 juta terhadap total pembilasan likuidasi pasar dalam jam yang sama. Penjualan massal ini menekan berbagai token layer-1 dan utilitas DeFi terkemuka, seperti Uniswap (UNI) yang merosot 3,15% dalam satu jam ke level $6,63 dengan penurunan harian sebesar 6,49%, serta Solana (SOL) yang tertekan ke kisaran $102,52 dan XRP yang turun menjadi $1,29.

Dampak Penurunan Pasar Kripto dan Implikasi Likuiditas

Gelombang likuidasi yang terjadi dalam tempo singkat ini memperparah tren pelemahan valuasi pasar aset digital secara menyeluruh. Total kapitalisasi pasar kripto global tercatat merosot 3,75% menjadi $2,73 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $64,94 miliar di seluruh platform pertukaran global. Penurunan kapitalisasi pasar ini melampaui persentase koreksi harian Bitcoin, menandakan bahwa aset-aset altcoin mengalami pukulan likuiditas yang lebih parah akibat penarikan modal defensif oleh para investor.

Koreksi tajam di bawah level $80.000 ini menguji kembali zona penyangga teknikal penting yang sebelumnya menjadi batas psikologis pergerakan harga Bitcoin. Analis pasar mencatat bahwa pembilasan leverage sebesar $291 juta dalam satu jam berfungsi membersihkan ekses spekulatif di pasar derivatif, namun sekaligus meningkatkan volatilitas jangka pendek bagi para pelaku pasar ritel maupun institusional. Penurunan open interest pasca likuidasi biasanya diikuti oleh periode konsolidasi harga sementara likuiditas pasar pulih kembali.

Dengan dominasi Bitcoin yang masih berada di kisaran 59,4% dari total kapitalisasi pasar kripto, pergerakan harga di sekitar area $80.000 akan menjadi penentu arah sentimen makro aset digital dalam beberapa sesi perdagangan mendatang. Pelaku pasar kini mengamati secara cermat apakah level harga saat ini mampu menarik minat beli institusional baru atau justru memicu penyesuaian posisi lanjutan di pasar modal global menjelang penutupan pekan.

Sumber: TokenPost

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar